
Di kantin
"Jelasin sama gue, lo sama kak Nessa kenapa??" tanya Dimas kepo
"Sejujurnya gue males banget ngebahas soal itu, tapi gue bakal ceritain sama lo" ucap Bramasta
Bramasta menceritakan semua yang menjadi penyebab dia kembali bersikap dingin dan memilih menghindari Nessa
"Ohh jadi gitu toh.." ucap Dimas
"Dia pikir gue cowo apaan, ternyata semua cewe sama aja, sama - sama munafik" ucap Bramasta
Dimas hanya tersenyum getir melihat kekesalan Bramasta
'giliran udah jadi milik orang lain, baru dah nih anak kayak orang gila' batin Dimas
-.-.-.-.-
"Ness, kantin yok.." ajak Shanice
"Oklah, gue juga udah laper banget nih..ayok" ucap Nessa sembari menggandeng tangan Shanice
"Hai Dimas..hai Bram" sapa Shanice yg tak sengaja melihat kedua laki - laki tampan itu
"Hai kak Shanice.. hai kak Nessa" sapa balik Dimas
Bramasta berpura - pura tuli dengan sapaan Shanice dan memasang wajah datar se datar-datarnya
'ada apa dengan dia?? kenapa dia menjadi pria dingin, tidak seperti biasanya' batin Nessa
__ADS_1
"Ehh..duduk sini aja kak, yang lain udah ada penuh tuh" ucap Dimas
"Iaa juga sih, Ness? Nggak masalahkan kita duduk di sini??" tanya Shanice
Nessa mengangguk
Bramasta yang masih merasa kecewa dengan Nessa memilih untuk pergi karena begitu tidak suka melihat wajah Nessa
Namun ditahan oleh Dimas
"Mau kemana lo bro?? Kita udah selesai kelasnya, dan nggak mungkin lo mau pulang, karena ini bukan jamnya lo pulang" ucap Dimas yang membuat Bram tersentak
'sial!! Dimas...gue bunuh juga nih anak' batin Bram
"Bram, tumben lo banyak diem, biasanyakan kalau udah ketemu Nessa lo happy banget" tanya Shanice
"Dim, temen lo kenapa sih?? Nggak biasanya dia kek gitu" bisik Shanice
Dimas hanya mengangkat kedua bahunya. Sejujurnya dia tahu apa alasan Bram menjadi pria dingin, tapi dia memilih untuk berbohong
"Dim, Sha, Bram gue ke toilet bentar yah.." ucap Nessa
-.-.-.-.-.-.-.-
Hiks..hiks..hiks..
'kenapa hati gue sakit banget sih di diemin si Bram?? Kenapa gue ngerasa dia ngejauh dari gue sih??' batin Nessa dengan berbagai macam pertanyaan di dalam benaknya
'apa gue udah jatuh hati sama Bram??' batin Nessa
__ADS_1
Setelah puas menangis, Nessa kembali ke kantin menyusul ketiga orang yang sedari tadi menunggunya
'Nessa habis nangis nih pasti' batin Shanice
'matanya kok bengkak gitu?? habis nangis nih kayanya'batin Dimas
"Lo kenapa Ness?? kok mata lo bengkak sih?? habis nangis??" tanya Shanice bertubi - tubi
"Ehh..gue..gue nggak papa kok, cuma tadi kelilipan kan ada perbaikan gedung kampus makanya debunya bertebaran dan masuk deh ke mata gue" elak Nessa
'nggak bisa bohong lo sama gue Ness' batin Shanice
Dimas dan Shanice hanya ber ohh ria sedangkan Bram hanya berpura - pura tidak mendengar
"Dim, gue balik!!" ucap Bram
"Bentar lagi lah bro.." balas Dimas
"Gue tunggu di mobil! 2 menit!!" ucap Bram tegas sembari berlalu tanpa memperdulikan Shanice dan Nessa
'hati gue kok sakit' batin Nessa
"Untung lo sohib gue.. coba kalo bukan udah gue bejek juga lo..." teriak Dimas
Bram menghentikan langkahnya dan menatap tajam Dimas
'****** gue..' batin Dimas
"Kak, gue duluan yah..bye.." pamit Dimas
__ADS_1