Dek,I Love You Too!!

Dek,I Love You Too!!
Sayang?? Khanzaku sayang??


__ADS_3

Kantin Kampus


"Jelasin sama gue kenapa lo nangis??" tanya Shanice setelah kepergian Dimas dan Bramasta


"Nggak kok, gue nggak nangis, kan tadi udah gue bilang kalau gue kelilipan" elak Nessa


"Ck..nggak bisa bohong lo sama gue Ness" balas Shanice


"Serius..." elak Nessa lagi


"Ness, lo tu kenapa sih?? Ada masalah selalu aja di pendem sendiri, lo anggap apa persahabatan kita??" ucap Shanice sedikit emosi


"Ok gue ngaku!! Gue ke toilet buat nangis karena hati gue sakit sama sikapnya si Bram yang dingin, cuek, pendiam, dan nggak kaya biasanya yang selalu ceria dan selalu gangguin hidup gue" jelas Nessa panjang kali lebar


"Serius lo??" tanya Shanice


Nesaa hanya mengangguk pelan dengan wajah yang sedih


"Itu artinya lo udah jatuh cinta sama si Bram, Nessaaaaa...ahhh..gitu aja nggak sadar" gemas Shanice


'apa ia gue jatuh cinta sama dia??'batin Nessa


-.-.-.-.-.-


Mobil Bramasta


"Bro, menurut lo tadi kak Nessa kenapa yah?? pas balik dari toilet matanya sembab gitu" tanya Dimas


"Nggak tau!" balas Bram singkat padat dan jelas


"Kira - kira menurut lo dia nangis apa kelilipan??" tanya Dimas lagi


"Nggak tau!" balas Bram singkat padat dan jelas

__ADS_1


"Kalau dia nangis, dia nangis gara - gara apa yah??" tanya Dimas


Bram menepikan mobilnya


"Gue nggak tau dan nggak mau tau!! sama satu lagi jangan pernah bahas dia lagi, udah muak gue denger namanya!!" ucap Bram tegas dan menatap Dimas dengan tatapan membunuh


'serem banget nih anak' batin Dimas


"I..iya..gu..gue..nggak bahas dia lagi" ucap Dimas gagap karena ketakutan


AUTHOR : makanya jangan bangunin singa yang lagi bocan (bobo cantik) 😂


-.-.-.-.-.-


Kamar Bramasta


'arrggghh...kenapa sih hati gue sakit liat dia nangis' batin Bram


"Arrrrggghhh....kenapa hati gue nggak bisa benci sama lo sih kak" teriak Bram


Tiba - tiba ponsel Bram berbunyi


Kring....kring..


"Siapa sih.." ucap Bram kesal


"Khanza?? Kenapa dia tiba - tiba nelfon yah??" gumam Bram


Bram menggeserakan tombol hijau yang ada di layar handphonenya


"Hallo sayang..apa kabar??" tanya Bram penuh semangat


"Halloo, aku baik kok, besok aku bakal ke Indo, jangan lupa jemput aku yah" ucap Khanza manja

__ADS_1


"Ia..ia..pasti di jemput kok, tiba jam brapa??" balas Bram


"Sekitar jam 2 siang waktu Indo" balas Khanza


"Baiklah tuan putri" balas Bram


"Rahasiain kedatanganku yah, aku mau kasih kejutan buat yang lain" ucap Khanza


"Iaa Khanzaku sayang, aman kok" ucap Bram


"Ok, sampai ketemu...muacchh" ucap Khanza


"Sampai ketemu sayang...muaccchh" balas Bram


Panggilan ditutup


"Akhirnya dia kembali..." ucap Bram senang


-.-.-.-.-.-


Kamar Nessa


"Huft...hari - hari gue nggak asik banget sih, boring banget" ucap Nessa cemberut


Tiba -tiba bayangan wajah Bramasta terngiang - ngiang di benak Nessa


"Bram, kenapa sih lo berubah, gue kangen tau sama lo, hari - hari gue sepi karena nggak ada orang yang selalu gangguin gue" gumam Nessa tanpa sadar setetes air keluar dari matanya yang indah tanpa izin


Nessa terisak hingga dia terlelap.


Nessa terisak karena dia mengingat sikap Bram yang dingin dan cuek terhadapnya secara mendadak


Tanpa sadar, Shanice merekam semua sikap Nessa dari depan pintu

__ADS_1


"Bakal gue tunjukin semua ini buat Bram. Ness, gue bakal bantuin lo, tenang aja gue sama Dimas bakal nyatuin kalian berdua" ucap lirih Shanice


__ADS_2