
"Baiklah, tante nggak akan maksa lagi.." ucap bu Ella
"Maaf tante, kalau boleh tahu kak Nessa kenapa yah sampe bisa kayak gini??" tanya Bramasta lembut
"Tante juga nggak tahu apa penyebabnya nak, saat tante masuk kamar Nessa, mata Nessa bengkak, dan badannya panas tinggi" ucap bu Ella
"Tante, kalau tante nggak keberatan, bolehkan aku jagain kak Nessa sampai sembuh??" tanya Bramasta
"Boleh kok.. tapi kalian ada hubungan apa sampai kamu begitu khawatir sama keadaannya Nessa??" tanya bu Ella
"Kita..kita...te.." ucap Bramasta terpotong karena Nessa mulai tersadar dari pingsannya
"Mama..." ucap Nessa lirih
"Nessa sayang, kamu udah sadar nak??" ucap bu Ella
"Udah kok ma, mama jangan khawatir yah.." ucap Nessa
"Gimana nggak khawatir kak, liat keadaan kakak yang kayak gini aja bikin aku frustasi" ucap Bramasta
"Loh, lo ngapain sih disini?? Dari mana lo tahu alamat rumah gue??" tanya Nessa
"Nessa..hei..kamu nggak boleh gitu nak," ucap bu Ella
"Terlalu mudah untuk seorang Bramasta mendapatkan alamat rumah seseorang" ucap Bramasta bangga
"Serah lo deh" ucap Nessa acuh
__ADS_1
"Nessa, kamu nggak akan mama ijinin ke kampus sampai kamu sehat, dan kamu akan di jagain sama Bramasta selama mama pergi" ucap bu Ella
"Apa mah?? dijagain sama dia?? Auuhh.." ucap Nessa memaksa untuk bangun namun kepalanya terasa begitu berat
"Ehh, ngapain?? nggak usah bangun, tidur dulu, kepala kakak pasti sakit kan?? jangan dipaksa untuk bangun" ucap Bramasta menuntun Nesaa kembali berbaring
'sangat cocok' batin bu Ella
"Ma?? Emang mama mau kemana sampe harus dia yang jagain Nessa??" tanya Nessa
"Papa mu menelfon mama kemarin malam, kalau papa membutuhkan mama saat ini, jadi mama harus pergi menyusul papamu di Denmark" jelas Nessa
"Tapi mah.." ucap Nessa terpotong
"Nggak ada pilihan sayang, nggak mungkin bibi ngurusin kamu, bibi udah banyak kerjaannya mana sanggup jagain kamu yang manja ini" ucap bu Ella
"Tenang aja kak, aku bakal ngerawat kakak sama bareng kak Shanice kok" ucap Bramasta lembut
"Baguss" ucap Nessa
-.-.-.-.
2 hari kemudian
"Kakak harus selalu di deket aku, karena kondisi kakak belum terlalu vit" ucap Bramasta
"Bawel banget sih lo, kalau gue butuh apa - apa juga, gue bisa minta tolong sama Shanice" ucap Nessa
__ADS_1
"Tenang aja Bram, kalau gue nggak bisa jagain dia, pasti gue hubungin lo kok" ucap Shanice
"Ok kak, aku titip kak Nessa yah, aku ke kelas duluan" ucap Bramasta
Shanice mengangguk dan memberi senyum, tapi Nessa tampak cuek
"Ness, lo kok gitu banget sih sama si Bram?? Gitu - gitu dia yang ngerawat dan ngejagain lo waktu lo sakit dan waktu lo di datengin si Rendy" ucap Shanice
"Gue nggak minta semua itu Sha, udah ahh jangan di bahas, males gue.." ucap Nessa
Shanice hanya bisa menghela nafas kasar dan menggelengkan kepalanya melihat sikap Nessa
'kita liat, siapa yang bakal kangen kalau lagi kepisah jauh' batin Shanice
Bramasta dan Shanice sudah akrab karena mereka saling mengenal ketika Nessa sakit
-.-.-.-.
Di kelas Nessa
"Lo tuh sebenarnya kenapa sih?? Nggak suka banget sama Bramasta??" tanya Shanice
"Apaan sih, nggak juga" elak Nessa
"Nggak usah bohong sama gue Nessa" ucap Shanice
"Terserah" ucap Nessa cuek
__ADS_1
'harus gue comblangin nih, pasti seru' batin Shanice