Dek,I Love You Too!!

Dek,I Love You Too!!
Sama - sama diselingkuhi


__ADS_3

"Lo tu yah...arghhh" geram Nessa


"Mana handphone kakak??" tanya Bramasta


"Mau ngapain lo??" tanya Nessa balik


"Kasih handphone kakak" ucap Bramasta


"Dih, siapa lo sih??.." kesal Nessa


"Aku?? Kakak lupa atau pura - pura lupa??" tanya Bramasta


"Ga jelas lo!!...udah sana keluar.." usir Nessa


"Kasih dulu handphone kakak" ucap Bramasta


Nessa tidak memperdulikan ucapan Bramasta, Nessa malah mengalakan mesin mobilnya


Bramasta merasa dicuekin segera merebut tas milik Nessa di kursi penumpang dan mencari keberadaan handphone Nessa


"Ehh..mau ngapain lo, balikin nggak" ucap Nessa merebut tas miliknya


"Nggak!!" ucap tegas Bramasta kemudian menepis kasar tangan Nessa hingga Nessa terbentur pintu mobil


"Auuu..." desis Nessa


"Astaga, sorry kak, aku nggak sengaja" ucap Bramasta


"LO TUH SEBENARNYA MAU NGAPAIN SIH?! KENAPA SUKA BANGET GANGGUIN HIDUP GUE HAAH?!" kata Nessa yang sudah terbakar emosi


"Serem banget kakak kalau lagi marah, pantesan mantan kakak itu putusin kakak" ucap Bramasta santai


"Lo tau apa?? Hah?!, gue putus sama dia karena dia selingkuh sama cewe lain dan dia cuma manfaatin gue doang!!, bukan karena gue yang suka marah - marah" curhat Nessa


"Ohh jadi gitu..." balas Bramasta


'sial!! ngapain juga gue curhat sama nih bocah, b**o banget sih lo Ness' batin Nessa


"Ya, dan sekarang lo keluar!!" ucap Nessa


"Sebelum keluar, aku mau minta nomor handphone kakak" ucap Bramasta

__ADS_1


"Nggak!! lo gila yah?? dateng - dateng trus minta nomor handphone gue" ucap Nessa kesal


"Oh ya udah, aku nggak bakal keluar" ucap Bramasta santai


"Lo tuh yah..argggghhh" kata Nessa geram


Nessa menghela nafas panjang


"Ya udah, mana handphone lo??" ucap Nessa pasrah walaupun terselip rasa kesal


Bramasta pun memberikan handphonenya untuk Nessa, dan Nessa memberikan nomor handphonenya


"Gitu dong, kan beres urusannya" ucap Bramasta


"Sekarang lo keluar!!" ucap Nessa tegas


"Ia..ia..marah - marah mulu lo kak, entar cepet tua loh, mau cepet tua lo kak??" ledek Bramasta


"KELUAR!!" teriak Nessa kesal


Bramasta pun akhirnya keluar, dia tidak marah sedikitpun karena dia sengaja melakukan hal itu agar Nessa bisa meluapkan segala kesedihannya


-.-.-.-.-.


"Loh, kok anak mama loyo sih?? kenapa?? banyak tugas kuliah??" ucap bu Ella sembari merangkul tubuh Nessa


"Nggak kok ma, Nessa cuma kecapean aja" ucap Nessa


"Ya udah, mandi gih, setelah itu kita makan supaya kamu bisa istirahat" ucap bu Ella


Nessa hanya mengangguk lemah


Nessa sudah ada di kamarnya segera menghempaskan badannya yang lelah itu di kasur empuk king size miliknya


"Kok gue ngerasa lega gini setelah marah - marah sama tu bocah??" gumam Nessa


Seketika terlintas wajah tamvan milik Bramasta dalam benak Nessa hingga tanpa sadar sudut kanan bibir Nessa terangkat


-.-.-.-.-.-.-


Pukul 7 malam

__ADS_1


"Lagi ngapain yah tuh cewe galak" gumam Bramasta


"Siapa itu cewe galak??" tanya mama Marsya, mama Bramasta


"Ehh mama..nggak kok,bukan siapa - siapa" ucap Bramasta mengelak


"Anak mama sudah dewasa, sudah mulai mengenal yang namanya cinta rupanya, tapi mama penasaran siapa cewe yang bisa meluluhkan hati seorang Bramasta yang dingin ini??" ucap mama Marsya menggoda Bramasta


"Bukan siapa - siapa kok mamaaaa.." ucap Bramasta lembut


Ya. Bramasta adalah pribadi yang dingin karena satu kejadian yang membuatnya berubah.


Bramasta yang dulunya adalah pribadi yang suka tersenyum dan ramah mendadak berubah karena dulu, sebelum dia menjadi pribadi yang dingin, dia merasa sangat dikhianati


Dulu waktu dia SMA, dia pernah menjalin hubungan dengan seorang wanita yang menjadi idola sekolah, sebut saja dia Karin.


Tapi Bramasta juga pria idola karena dia begitu tamvan


Mereka berpacaran selama 8 bulan, namun tepat di hari jadian mereka yang ke 8, Bramasta memergoki karin dengan seorang pria (sebut saja Christo) di belakang sekolah sedang berduaan


Samar - samar Bramasta mendengarkan percakapan mereka berdua


"Apa kamu mau menjadi pacarku karin??" tanya Christo


"Tentu saja, kenapa tidak?? Lagi pula aku juga tidak mencintai Bramasta, aku menerimanya hanya karena ingin menjadi populer di sekolah" ucap Karin


JEDERRR!!


Hati Bramasta bagai tersambar petir hingga membuat dirinya tegang. Setelah mendengarkan percakapan kedua orang jahat itu, Bramasta marah, kecewa, sedih dan emosi tapi dia berusaha menahannya dan memutuskan untuk pergi


2 hari kemudian Bramasta memutuskan hubungannya dengan Karin.


"Aku mau kita putus!! karena aku sudah tahu kau berselingkuh dengan Christo" ucap Bramasta tegas


"Tidak masalah, asalkan jangan sampai kau yang kembali kepadaku dan merengek meminta balikan"ucap Karin


Bramasta tersenyum kecut


"Tenang saja hal itu tidak akan terjadi" ucap Bramasta berlalu meninggalkan Karin


Itulah yang menyebabkan Bramasta menjadi pria dingin selama 1 tahun lebih (dari kelas 11 naik kelas 12) sampai akhirnya luluh karena bertemu dengan Nessa

__ADS_1


__ADS_2