![Demon Lionela S2 Britanian End [Tamat]](https://asset.asean.biz.id/demon-lionela-s2-britanian-end--tamat-.webp)
Perlahan asap yang di tinggalkan akibat ledakan kloning Eris perlahan menghilang,dan menunjukan sosok pria yaitu Yozora yang sedang mengambang di udara sambil memegang salah satu tangannya dengan kondisi tubuh penuh darah dan luka bakar akibat ledakan.
"Bahkan ledakan pembunuh dewa saja masih belum bisa membuatnya mati ya"
Ucap Eris sambil berdecik kesal,dengan senyuman keraguan yang terpasang di wajahnya.
("Sial!?,untung di saat terakhir aku mengaktifkan Aegis,kalau tidak mungkin aku sudah sekarat sekarang,dengan luka ku yang sekarang,akan membutuhkan waktu untuk pulih dengan kekuatan batu Ruby,aku sekarang juga tidak dalam kondisi prima sehingga tidak bisa menghancurkan Barrier nya ini!?,jika dia mengeluarkan bonekanya lagi,maka tamatlah riwayatku")
Yozora yang sedang terjebak atau Terpojokan oleh rencana yang di buat Eris,kewalahan dan terluka berat,setidaknya tidak sampai sekarat,Yozora mulai berfikir keras cara untuk menyembuhkan lukanya atau cara untuk keluar dari Barrier Eris.
"tak ada gunanya kau memikirkan terus rencana kedepannya,karena kali ini...kau akan mati"
Eris yang berada di luar Barrier terus membuat tekanan pada Yozora supaya Yozora terus waspada,sehingga penyembuhan nya akan melambat karena fokus Yozora teralihkan untuk antisipasi serangan dadakan dari Eris.
Alias Eris hanya menggertak untuk memperlambat penyembuhan Yozora supaya cooldown dari skill milik Eris segera terpulihkan.
"heh! jangan membuatku tertawa,skill boneka mu barusan pasti membutuhkan couldown yang lumayan lama kan?!,kau kira aku akan masuk dalam jebakan mu?!"
Yozora yang menyadari ancaman dari Eris hanyalah gertakan belaka mulai memfokuskan dirinya kepada penyembuhan,perlahan lahan luka Yozora membaik dengan sangat cepat.
Eris pun mengeluarkan semua sisa kekuatanya untuk mengeluarkan satu kloningan lagi,dengan begitu kemungkinan Yozora mati meningkat,dan kemungkinan Eris mati menurun.
Kloningan Eris tidak basa basi langsung menerobos Barrier milik Eris asli dan mulai menyerang Yozora secara membabi buta.
Yozora yang mengalami luka parah,tidak bisa bertarung dengan serius karena tidak dalam kondisi prima nya.
Kloningan Eris dengan kecepatan nya yang tinggi,dia bergerak ke belakang dan depan Yozora seakan menghilang dan menendangi dan memukul Yozora tanpa ampun.
Ekh!?
("Sial,manaku tinggal sedikit lagi,aku tidak bisa bertahan lebih lama lagi")
Eris yang menyadari mananya sudah tidak banyak memerintahkan kloninganya untuk menjerat Yozora dan meledakan diri.
Sesuai perintah Eris,kloningan Eris langsung muncul di depan Yozora dan memeluknya dengan sangat erat,dan meledakan diri lagi.
BOOM?!
Eris yang sudah kehabisan mana menonaktifkan Barrier nya,perlahan Barrier itu menghilang dan asap dari ledakan juga menghilang,setelah asapnya menghilang,tak ada sosok Yozora yang terlihat di sana.
"apakah aku berhasil?,hahahahaha aku berhasil!?"
Teriak Eris dengan penuh rasa bangga mengangkat tanganya sambil tersenyum lebar,tapi kesenangan itu tak menjelang lama.
Yozora yang entah dari mana tiba tiba muncul di belakang Eris dan menendangnya dengan kuat.
"UKH!?"
Eris terhempas jauh menabrak gedung gedung hingga hancur,di sisi lain Yozora mengangkat tanganya dan menciptakan lingkaran sihir yang besar.
Dari lingkaran sihir munculah cahaya yang melesat ke langit,dan perlahan langit pun berubah menjadi mending dan menurunkan hujan badai serta petir yang menyambar.
di tempat lain
"Tidak tidak!?,aku harus kembali ke tempat itu!?"
Kata Sasaki dari kejauhan kota,setelah mengucapkan kata itu dia segera berlari menuju kota dengan kecepatan penuh yang dia bisa.
Sasaki terus berlari menuju tempat Yozora,saat Sasaki merasakan ledakan yang sangat kuat di serta cuaca yang membuat perasaan Sasaki semakin memburuk.
Di saat Sasaki melewati puing puing gedung,dia menyaksikan ratusan mayat dan bercak darah di mana mana,hati Sasaki tak tega melihat itu tapi....
("maaf aku tidak bisa membantu kalian,tapi satu satunya harapan manusia sekarang hanya dia yang bisa,karena itu aku harus mengeceknya dengan mata kepalaku sendiri!?")
Sasaki bersikeras untuk menyaksikan pertarungan kakaknya,tapi satu hal yang Sasaki tidak ketahui adalah,dia hanya akan menjadi serangga disana.
di sisi lain
Yozora masih mengangkat tanganya,dan petir menyambar tepat di telapak tanganya,dan dari telapak tanganya muncul pedang katana petir dari sambaran sebelumnya.
Yozora memasang kuda kuda menyerang,dan Yozora melesat dengan cepat dan muncul di belakang Eris dengan posisi pedang yang seakan sudah menebas.
__ADS_1
beberapa saat sebelumnya,saat Yozora hendak menebas Eris
"ukh!?"
Eris yang tertimpa puing puing bangunan merintih kesakitan sambil menyingkirkan puing puing itu,tapi saat Eris menyingkirkan puing puing bangunan ia melihat Yozora yang sedang melakukan ancang ancang.
Spontan Eris mengaktifkan sihir untuk menghalangi serangan Yozora,dan kembali ke masa sekarang.
Yozora membalikan badan,dan melihat Eris hanya menerima luka tebasan kecil di sebelah perutnya,Yozora yang melihat itu sedikit terkejut dan heran.
Yozora sebelumnya sudah mengeluarkan kekuatan nya yang tersisa untuk menebas Eris menjadi dua,tapi serangannya hanya memberikan luka tebasan kecil di pinggangnya.
("Sial!? jika dia melakukan itu lagi,aku benar benar akan di potong menjadi dua olehnya")
Eris yang sudah benar benar kehabisan mana tidak bisa melawan Yozora lagi dengan kondisi normal,tapi di saat genting itu di atas puing puing gedung muncul sosok gadis perempuan.
Itu adalah Sasaki,dan di sisi Eris dia mengaktifkan kekuatan terakhirnya,yaitu mengubah esensi kehidupan nya menjadi kekuatanya sementara, konsekuensi dari kekuatan itu adalah,setelah dia mengaktifkan kekuatan itu,dan masa kekuatanya habis dia akan mati tidak ada jalan lain,karena itu adalah konsekuensi bagi pengguna,dan pengguna harus merelakannya.
"sudah tidak ada jalan lain,hanya ini satu satunya cara"
Yozora yang mendengar bisikan Eris melakukan ancang ancang menyerang,Eris yang masih tersungkur di puing puing pun berdiri dengan kondisi salah satu tanganya memegang tangannya yang lain.
"Nova Essence"
setelah mengatakan itu,Yozora segera melesat ke arah Eris,tapi ledakan mana yang sangat kuat muncul dari dalam diri Eris dan menghempaskan Yozora,hingga menabrak reruntuhan.
Sasaki yang melihat kejadian itu menghalangi mana yang mengarah kepadanya dengan tanganya,dan berteriak.
"KAKAK!?"
Entah dengan maksud apa Sasaki berteriak memanggil kakaknya,tapi dengan teriakan Sasaki pemenangnya sudah jelas.
Eris dan Yozora yang mendengar teriakan Sasaki menoleh ke arah Sasaki,Yozora langsung berteriak.
"SASAKI!? sial!? SASAKI CEPAT LARI DI SINI BERBAHAYA!?"
Eris yang menyadari hubungan mereka berdua pun memanfaatkannya,Eris mengarahkan tanganya ke Sasaki dan mengeluarkan bongkahan es tajam yang langsung melesat ke arah Sasaki.
"SIAL!?"
Tiba tiba waktu seakan melambat setelah Yozora mengaktifkan skill itu,Yozora segera berlari ke depan Sasaki supaya Sasaki tidak terkena serangan es Eris.
Tapi sebelum Yozora sempat berdiri di depan Sasaki,waktu sudah kembali normal terlebih dahulu,Yozora segera berlari lebih kencang dan muncul di depan Sasaki.
Jleb!
Sasaki yang menutup matanya mengira bahwa dia yang akan terkena serangan Eris,mulai membuka matanya dan melihat sosok kakanya berdiri di depanya dengan tubuh bagian perut yang tertusuk Es tajam.
"aku sudah bilang kan kalau di sini berbahaya?,mengapa kau tidak menurut dan melawan perkataan ku?"
Yozora berkata dengan nafas yang terengah engah,serta tubuh yang merinding dengan darah yang bercucuran dari perutnya.
"ta-tapi aku-"
Sasaki mencoba mengatakan sesuatu,tapi dia sadar bahwa apa yang di katakan kakanya adalah kebenaran yang nyata,Sasaki hanya menjadi beban kakaknya jika ia ikut andil dalam pertarungan itu.
"dasar,adik bodoh"
Eris yang melihat kesempatan emas segera menyerang Yozora yang sedang lengah,ia mengeluarkan beberapa es dari lingkaran sihir,dan es itu langsung melesat ke arah Yozora.
Setelah Yozora mengucapkan kata itu,amarahnya sudah memuncak,dan dia mengeluarkan segenap kekuatan yang dia miliki.
"BARRIER!?"
sebuah pelindung berbentuk kubah besar muncul di depan Yozora yang melindungi dirinya serta adiknya,Yozora segera bergerak dengan sangat cepat dan melesat ke arah Eris serta mencekiknya dengan erat.
Yozora mencekik Eris sekaligus mendorongnya hingga menabrak gedung gedung hingga hancur,Yozora membanting Eris ke tanah sangat keras hingga membuat tanah nya retak dan membuat kubangan yang sangat besar.
Yozora memukuli Eris berkali kali,Eris yang marah menciptakan lingkaran sihir di belakang Yozora dan mengeluarkan es es tajam yang langsung melesat dan menusuk punggung Yozora.
Yozora terus menahan rasa sakit itu,dan dia mengangkat tangan kanan nya,dan menciptakan piringan bola putih kecil.
__ADS_1
"Light Nebula"
Yozora memasukan Piringan bola putih itu kedalam tubuh Eris,perlahan lahan piringan bola putih itu terserap ke dalam tubuh Eris.
Eris pun berteriak kesakitan dan mencoba melepaskan diri,tapi cengkraman tangan Yozora lebih kuat,Eris terus menjerit kesakitan dan perlahan mata dan mulutnya mengeluarkan cahaya putih.
"akhirmu ada di sini"
Kata perpisahan dari Yozora kepada Eris,tapi di sisi lain Eris yang masih belum mau menyerah mengeluarkan kekuatan terakhirnya sebelum kematian nya.
"TIDAK JIKA AKU MATI MAKA KITA MATI BERSAMA!?"
"Dark Nova"
setelah Eris mati karena piringan bola putih itu,tubuhnya meledakan ledakan hitam yang membuat Yozora terhempas ke tempat Sasaki.
kini Yozora telah terluka parah,dan kekuatan batu Ruby sudah tidak bisa menyembuhkan tubuh Yozora,karena bekas luka dari skill "Dark Nova" tidak bisa di sembuhkan dengan cara apapun, istilahnya luka permanen bahkan bagi dewa sekalipun.
Sasaki segera menuruni puing puing gedung dan menghampiri kakaknya,dan menyandarkan kepala kakanya ke paha nya.
"kak" "tidak!? jangan mati!?"
Sasaki meneteskan air matanya,melihat kakaknya yang terluka parah
"mengapa kau menangis..."
tanya Yozora dengan terbata bata
"karena aku hiks! karena aku,kakak jadi seperti ini hiks!"
Yozora tersenyum melihat adiknya menangis untuknya
"aku tidak bisa bilang 'tidak usah sedih' tapi mau itu kau muncul di sini atau tidak sebelumnya" "aku juga yakin bahwa aku tidak bisa pulang dengan selamat,jadi aku senang kau bisa muncul di depan ku untuk terakhir kalinya"
"Sasaki...akan ku katakan cerita ku saat aku menghilang dulu"
Sasaki terus menangis sambil menatap kakanya yang tersenyum dengan kondisi sekarat.
"kakak menghilang di bumi,tapi kakak muncul di dunia lain,ku kira aku bisa melihat keindahan dunia lain,tapi aku hanya melihat kekejamannya,aku bertemu dengan adik angkat ku di sana,bertemu dengan tuan putri sedeng yang gila,bertemu raja yang tunduk padaku,bertemu teman teman tempur di organisasi rahasia,tapi pada akhirnya aku membunuh mereka semua,aku menjadi gila setelah mendapat kekuatan tiada tanding ini,aku menjadi monster tak berakal yang menghancurkan apapun yang ada di hadapanku,aku berada di ambang keputusasaan saat itu,entah berapa ribu nyawa tak berdosa yang sudah mati di tanganku,dan di saat terakhir sebelum aku kembali ke bumi,aku bertemu dengan adik angkat ku serta satu orang asing,aku bertarung dengan mereka berdua,kemudian entah bagaimana aku kembali ke bumi,tak ada kesenangan saat aku di sana,hanya ada kematian,terlebih aku lah sebab dari hancurnya dunia itu,aku lah mosnter yang sebenarnya,aku tak kayak hidup"
Yozora terus merendahkan dirinya,dia terus memaksa kan pemikiran bahwa dia adalah sosok mosnter pembunuh yang keji.
"tidak-tidak kakak tidak seperti itu,dulu memang kakak seperti itu,tapi sekarang tidak,sekaranglah kakak yang paling ku sayangi!?"
Sasaki yang tidak menerima akan kehendak kakanya berteriak,dan memeluknya dengan erat.
"terimakasih,tapi Sasaki waktuku sudah tidak banyak,aku ingin memberimu pilihan,jika kamu tidak mau tidak apa apa tolak saja tawaran ini"
Sasaki memasang ekspresi serius sambil mendengarkan Yozora.
"kami para dewa atau setengah dewa,saat kami mati kami akan menghilang,karena itu kakak ingin mewariskan kekuatan kakak kepadamu,tapi ada konsekuensinya,kakak akan memberimu kekuatan ku dengan imbalan kau menjadi kuat,dan juga dengan begitu kau masih bisa merasakan kehadiranku walau aku sudah tidak ada,tapi konsekuensinya mungkin selanjutnya kamu akan menjadi incaran para dewa,pilihlah keputusanmu dan pikirkan baik baik"
Setelah mendengar perkataan Yozora,Sasaki mengusap air matanya dan segera menerima tawaran Yozora.
"aku menerimanya!?"
"tapi Sasaki pikirkan baik baik keputusan itu"
"sudah aku bilang aku menerimanya!?"
"aku tidak rela jika kakak pergi begitu saja,jika kakak tiada aku akan kesepian,walau hanya merasakan kehadiran kakak saja,sudah cukup bagiku untuk merasakan perasaan senang dan bahagia,makanya aku tidak kau menghilang lagi!?"
Yozora tersenyum dan mengusap air mata Sasaki.
"baiklah jika itu keinginanmu"
Yozora berusaha untuk berdiri,dan menempelkan telapak tanganya ke kepala Sasaki,perlahan tubuh Yozora mulai memudar dan terlihat sebuah energi yang mengalir ke tubuh Sasaki.
"dengan begini,aku sudah mewarisi kekuatanku"
"Sasaki..."
__ADS_1
"untuk yang terakhir kali,terimakasih"
Tamat~