Demon Lionela S2 Britanian End [Tamat]

Demon Lionela S2 Britanian End [Tamat]
Eps.7


__ADS_3

"permisi permisi saya sedang buru buru,berikan saya jalan tolong"


kata Yozora yang melewati beberapa orang dengan setelan baju tapi


("SIAL!?")


batin Yozora dengan rasa kesal dan marah yang amat besar


"ah itu!"


kata Yozora yang sekilas melihat sebuah ruangan dengan kode *** beserta tempat duduk di sebelahnya


"Sasaki kita duduk di sana"


Ajak Yozora menunjuk kursi (tempat duduk yang ada di samping ruangan dengan kode ***


"kak,apa paman akan baik baik saja?"


dengan penuh rasa khawatir yang terlihat jelas dari raut wajah Sasaki,Sasaki merangkul ke tanganku dengan perasaan takut dan sedih


"tenang saja,paman akan baik baik saja"


Yozora saat itu sadar,bahwa di saat inilah seorang kakak bertugas,Yozora mengelus lembut kepala Sasaki dengan senyuman


Sasaki yang melihat senyuman kakak nya,sedikit merasa tenang dan tersenyum kecil


("apakah aku harus meminta pertolongan dewa lain?")


batin Yozora berfikir keras dengan keringat dingin yang bercucuran di sekujur tubuhnya


("tapi...huh~aku rasa aku tak pantas untuk meminta bantuan")


Yozora yang duduk bersandar dengan perasaan sedih menatap langit langit koridor


di sisi lain di luar rumah sakit di atap gedung yang lumayan tinggi,sesosok wanita berjubah gelap menatap kearah rumah sakit

__ADS_1


"jika aku tidak bisa menang melawan fisik mu,akan ku kalahkan kau dengan mentalmu Destroyer"


"perlahan lahan bencana dalam hidupmu akan datang satu persatu,persiapkan dirimu hahahahaha"


tiba tiba ruangan dengan kode *** terbuka Sasak dan Yozora yang sedang menunggu pun seketika berdiri


"dok bagaimana kondisi paman saya?"


tanya Yozora yang ketakutan dengan jawaban yang akan di keluarkan oleh dokter


"paman anda tidak bisa hidup lebih lama lagi,paling cepat mungkin 1 jam lagi masa hidupnya dan paling lama mungkin 8 jam masa hidupnya,jadi..manfaatkanlah waktu itu dengan baik"


dengan raut wajah iba dokter itu mengapa Yozora,kemudian melewati Yozora dengan kabar buruk yang di lontarkan kepada Yozora dan Sasaki


". . .terimakasih dokter"


ucap Yozora merenung menghadap ke bawah,di ikuti dengan Sasaki yang menepuk punggung Yozora mencoba menghiburnya,namun...keadaan suram yang terjadi,sulit untuk membaik


"Sasaki mari masuk"


setelah Yozora dan Sasaki memasuki ruangan,Yozora duduk di salah satu kursi yang ada di samping tubuh paman Yozora,sedangkan Sasaki duduk di satu kursi yang lain


Yozora menggenggam tangan pamanya yang sedang pingsan dengan keadaan yang sangat memprihatinkan dan sedikit curhat tentang kenangan kenangan yang pernah dia lalui


"paman,aku tau ini memang lah pasti akan terjadi,tapi..aku masih belum siap menerima ini"


sedangkan Sasaki yang mendengar perkataan kakaknya mencoba menahan rasa sakit hati yang ada di dalam hatinya sudah tidak kuat dan mulai meneteskan air mata


"paman hiks terimakasih karena kau sudah menerima kami sebagai anak angkat mu,walau kami bukanlah anak kandung mu,tapi kau selalu merawat kami selayaknya anak sendiri,hiks walau memang kita bukanlah orang yang berkecukupan juga,tapi paman dan bibi selalu berusaha keras hanya untuk memberi kami makan yang kayak hiks"


di sisi lain layar yang menampilkan detak jantung paman mulai mendatar dan semakin sedikit detak jantung paman Yozora


"jika kau tidak memungut kami,jika kau tidak mengurus kami,jika kau tidak menyekolahkan kami,jika kau tidak memberi makan kami,kami..kami...kami tak akan mungkin menjadi..seperti ini"


Yozora menangis tersedu sedu meratapi tubuh lamanya yang sudah memucat

__ADS_1


"hiks,Sasaki apa ada yang ingin kau ucapkan dengan paman?"


Kata Yozora mengusap air matanya dan menanyai Sasaki,dan Sasaki hanya menggelengkan kepalanya dan mengusap air matanya


"Sasaki,kemarilah.."


cakap Yozora meminta Sasaki untuk menghampirinya,Sasaki hanya menurut dan mendekat ke Yozora


dengan perasaan yang sedih Yozora memeluk lembut Sasaki,Sasaki pun membalas pelukan dari Yozora sambil menangis


beberapa menit kemudian


layar yang menampilkan detak jantung milik paman pun mulai tidak berdetak lagi,dan mendatar yang berarti sudah tak bernyawa alias paman telah meninggal


dokter dokter pun berlari menuju ruangan paman Yozora untuk mengambil mayat paman Yozora


Sasaki merangkul tangan Yozora sambil bersandar di bahunya dan berjalan keluar dari rumah sakit


"Sasaki apa kau bisa pulang sendiri dulu?"


ucap Yozora bertanya dengan raut wajah yang sudah tak bisa di jelaskan lagi


Sasaki menggelengkan kepalanya,tiba tiba gerimis pun terjadi tetesan air pun mulai berjatuhan


Yozora dan Sasaki hanya diam mematung di depan rumah sakit seakan orang mati sambil terkena tetesan air hujan


"Air Barrier"


ucap Yozora


tiba tiba air hujan yang akan mengenai Yozora dan Sasaki terkena sesuatu berbentuk bundar yang kasat mata


sekilas memang tak terlihat apapun,tapi kalau di rasakan dengan mana terdapat sebuah benda bundar yang menghalangi air hujan untuk mengenai Yozora dan Sasaki


Sasaki yang sedang murung tidak mempedulikan hal tersebut,mereka berdua pun berjalan pulang dengan tatapan kosong

__ADS_1


Bersambung~


__ADS_2