Dengarkan Aku Sebentar Saja

Dengarkan Aku Sebentar Saja
Kempes


__ADS_3

Sesampainya dirumah...


“Adit kok sampai maghrib begini nak?” tanya Ayah Hanto kepada Adit melihat anaknya yang setiap hari Sabtu, dan Rabu yang selalu pulang larut.


“Tidak apa apa ayah tadi memang aku sering beristirahat karena takut nanti remnya panas yah” ucap Adit mengambil gelas hendak menuang air putih di gelasnya.


“ Maafkan ayah ya nak, jika ayah tidak lalai mempercayakan orang pasti perusahaan ayah bisa tertolong dan ibu tidak akan meninggalkan kita” ucap Ayah Hanto dengan sedih menatap putra semata wayangnya.


“Ayah jangan berbicara seperti itu, aku yakin suatu saat nanti aku akan suskes seperti ayah sediakala."


ucap Adit mendengarkan perkataan ayahnya membuatnya bertekad untuk dapat menjadi seperti ayahnya yaitu seorang pengusaha dan bisnis yang sangat sukses.


“Doa ayah selalu mengiringi mu nak” kata Ayah Hanto dengan menepuk pundak putranya itu.


Pagi menuju siang, siang menuju sore dan sore menuju malam. Adit segera menyelesaikan beberapa tugas yang tadi diberikan saat pelajaran.


Selepasnya dia merebahkan di dipan ya memang bukan springbed atau pun kasur. Hanyalah dipan yang beralaskan papan kayu. Dirinya sudah terbiasa sejak lima tahun yang lalu.


Saat dirinya ingin tidur dirinya terbayang akan muka gadis cantik yang baru saja ia kenal tadi pagi. Namun dirinya segera menepis perasaan tersebut dirinya memilih untuk segera tidur.


Pagi hari disekolah banyak murid- murid yang ngrumpi, pamer ini itulah dan ada yang beradu kasih pula alias pacaran.


Saat tiba dikelas dirinya bertemu pandang dengan Ana. Ana langsung menyapanya dengan lembut. Tentunya hal itu membuat teman-teman sekelilingnya merasa heran kepada Ana kenapa dirinya mau berteman dengan si cupu, dekil ,nan culun Adit.


Mereka pun hanya menggelengkan kepala.


“Pagi Adit” sapa Ana seraya berpindah posisi menghadang Adit .

__ADS_1


“Pa..pa..pagi Ana” ucap Adit dengan terbata-bata karena merasa jantungnya sedang berdendang disana.


“Kenapa bicaramu putus-putus seperti itu?” tanya Ana dengan menempelkan tangannya di dahi Adit karena ia merasa kelakuan Adit sama saat kemarin ia hendak beristirahat.


” Apa kau sakit lagi?” sambung Ana.


“Tidak Ana, aku tidak apa apa aku permisi” ucap Adit buru-buru berjalan menuju tempat duduknya. Melihat tingkah aneh Adit hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


‘Aduh kenapa jantungku jadi sering berdegup kencang saat bertemu dengannya. Jangan sampai aku menaruh hati padanya’ batin Adit dalam hati.


Pelajaran pun dimulai murid-murid memperhatikan dengan seksama karena pelajaran ini sangat penting dan sebentar lagi mereka akan menghadapi ujian akhir.


Tak berapa lama bel istirahat pun berbunyi. Karena takut akan kejadian kemarin Adit lebih memilih menuju ke perpustakaan untuk sekedar membaca buku.


Ana yang tak menemukan Adit pun merasa lega karena setidaknya Adit tidak benar-benar dijauhi oleh teman-temannya.


“Dit” panggil Ana dengan menarik tangan Adit. Adit yang terkejut langsung menengok ke arah sumber suara.


“Eh iya An. Ada apa kenapa kau memanggilku?” tanya Adit dan melepas tangannya dari Ana. Bukan karena ia tidak suka atau tidak terbiasa. Dirinya hanya takut detak jantungnya tidak bisa di ajak kerja sama.


“Maaf Dit, kamu enggak ke kantin lagi?”tanya Ana kepada Adit.


“Tidak, oh iya sepertinya istirahat akan segera selesaj bagaimana kalo kita masuk saja” ajak Adit.


Ana yang melihat Adit sedang menyembunyikan sesuatu hanya mendengus kesal. Bagi Ana mengapa Adit tidak mau berbagi cerita dengannya padahal teman-temannya bahkan meminta berfoto dan makan bersama.


Sedangkan Adit dipegang tangannya saja tidak mau. Mereka pun berjalan berdampingan menuju ke kelas 12 A. Sedangkan dari tadi ada seorang yang sangat menahan amarah, siapa lagi kalau bukan Zain.

__ADS_1


Dirinya merasa Adit adalah saingannya karena Ana yang begitu perhatian dengan Adit. Ia pun memikirkan rencana untuk membuat Adit menderita. Dengan dibantu temannya dirinya melancarkan aksinya.


Sepulang sekolah Adit menuju parkiran dirinya sempat merasa aneh biasanya si geng menyebalkan itu selalu mengganggunya tiap akan pulang kenapa hari ini tidak. Namun ia malah bersyukur setidaknya dia bisa lebih lega. Sampai di parkiran dirinya melihat sepeda kecilnya yang terlihat bannya kempes. Adit yang melihat itu langsung berfikir apa ini ulah geng Zain.


Dengan terpaksa dirinya harus membawa sepedanya dengan berjalan kaki. Jarak rumah dengan sekolah yang cukup jauh membuat Adit berfikir dua kali apakah dia harus naik angkot atau membawa sepedanya. Namun sebelum dirinya memutuskan hal itu, tiba-tiba Ana datang menyapa Adit di dalam mobil.


“Adit, kamu ngapain di situ?” tanya Ana hendak keluar dari mobilnya.


“Eh Ana ini sepedaku bannya kempes.” Ucap Adit menunjuk sepedanya. Ana yang melihat hal itu sedikit terkejut karena di sekolah elit ini masih ada anak yang membawa sepeda ontel yang lumayan cukup butut itu.


Dibandingkan dengan deretan mobil dan motor yang mewah di parkiran ternyata Adit masih menggunakan sepeda ontelnya. Ana pun berinisiatif untuk membantunya.


“Bagaimana jika sepeda mu dibawa dengan mobilku?” ajak Ana membuka bagasi mobilnya.


“Apa itu tidak merepotkan, apalagi sepedaku ini kotor An. Aku tidak mau mengotori mobilmu” ucap Adit dengan menunduk.


“Yaampun Adit tidak apa, hanya kotor saja. Lagi pulakan masih bisa di cuci Adit. Sudah ayo buruan!” ucap Ana tanpa melihat jawaban dari Adit langsung membuka bagasi mobilnya.


Adit pun menerima tawaran dari Ana, dikarenakan hari semakin sore dirinya lebih baik cepat pulang.


Murid-murid di sana melihat Ana dan Adit pun merasa sebal kepada Adit, karena menurut mereka Adit itu sama seklai tidak cocok dengan Ana.


Di sudut sekolah Zain yang dari tadi memperhatikan mereka benar-benar merasa geram dan marah kepada Adit. Rencana awal Zain ingin melihat Adit menderita malah dirinya yang mendapatkan adegan Ana membantu Adit. Zain pun berencana membuat suatu kesalahan pahaman di antara mereka.


Jangan lupa like dan vote


Terima kasih💜

__ADS_1


__ADS_2