
“Kau berhasil Adit” ucap Ana menepuk pundak Adit.
“Semua berkarmu,” kata Adit membalas Ana dengan senyuman.
Mereka pun turun dari panggung dan menyaksikan penampilan dari kelas selanjutnya. Sedangkan di sudut tenda Zain yang melihat Adit dengan Ana tersenyum menyeringai.
‘Kalian mungkin bisa tersenyum sekarang, tapi tunggu saja nanti’ batin Zain. Melihat ekspresi Zain, Roni dan Eki hanya saling berpandangan tak bisa mengartikan ekspresi Zain.
Beberapa kelas telah menampilkan pertunjukannya.
******
Menjelang petang
Acara pun selesai para guri dan staf meninggalkan acara dan pulang. Sedangkan murid-murid dibebaskan untuk melanjutkan acara ataupun pulang.
“Dit kamu mau pulang?” tanya Ana melihat Adit keluar dari kelas.
“Iya An, memang ada apa?” tanya balik Adit melihata Ana yang menghadangnya.
“Aku.. aku.. aku ingin memberikan mu kejutan” ucap Ana malu-malu.
“Kejutan? Tapi untuk apa?” kata Adit keheranan.
“Sebagai hadiah ulang tahunmu.. dan.. dan” ucap Ana terputus-putus karena gugup.
“Dan Apa?” tanya Adit
“Ada sesuatu yang ingin aku ungkapkan untukmu Dit” kata Ana setelah menghembuskan nafas kasarnya.
“Tapi jangan di sini” kata Ana langsung menarik Adit menuju atas panggung.
Murid-murid yang melihat kejadian itu langsung berkerumun menyaksikan Adit dan Ana.
“ Kejutan.....” ucap Ana kepada Adit menunjukkan tulisan di proyektor.
ADIT...ILY
“Ana?” ucap Adit seketika jantungnya terasa berhenti berdetak.
__ADS_1
KAMU ADALAH ORANG SELALU ADA DI PIKIRANKU....
KAMU ADALAH ORANG YANG SELALU ADA DIHATIKU...
BERUNTUNGNYA AKU MENGENALMU..
SEBAGAI TEMAN..
Adit yang membaca itu mulai meneteskan air mata
SEBAGAI TEMAN PADA AWALNYA
***NAMU SEKARANG AKAN MENJADI SEORANG YANG
TAK AKAN PERNAH KULUPAKAN***
Ana hanya menunduk malu dirinya tidak sadar jika ada yang salah dalam tulisan di proyektor itu.
KAMU AKAN MENJADI...
MENJADI MANTAN TEMANKU**
BUKAN TEMAN BUKAN SAHABAT DAN BUKAN PACAR
AKU YAKIN KAU TAU
(Adit yang membaca mulai merasakan ada yang salah)
ADA APA , APA KAU MULAI MERASA ADA YANG SALAH SEKARANG?
YANG SALAH ADALAH KARENA AKU PERNAH MENJADI TEMANMU
(Adit mulai mengkerutkan keningnya)
YA. MENJADI TEMANMU ADALAH KESALAHAN BESAR
SEHARUSNYA KAU TAU.
JIKA KAU ****SAMA SEKALI TIDAK PANTAS MENJADI TEMANKU****
__ADS_1
BODOHNYA AKU YANG TERLALU BAIK KARENA MAU BERTEMAN DENGANMU
(Adit mulai membuka kacamatanya seakan tak percaya dengan apa yang Ana tulis)
AKU SANGAT MENYESAL
KENAPA AKU BISA DEKAT DENGAN ORANG SEPERTIMU
MISKIN, CUPU, CULUN. DAN SEPEDA BUTUTMU ITU
ASAL KAU TAU AKU SUDAH TIDAK TAHAN KARENA HARUS MENUTUPI KEKURANGANMU ITU DI DEPAN TEMAN YANG LAIN
***AKU HARUS BERPURA-PURA BAIK DIHADAPANMU. DAN SEBENARNYA AKU SANGAT BENCI KENAPA AKU HARUS SATU KELAS DENGANMU.
BERHARAP SAJA TIDAK***
***MULAI SEKARANG KU HARAP KAU TAU BAGAIMANA SEBENARNYA PERASAANKU DENGANMU.
JADI JAGALAH SIKAPMU AGAR KAU TIDAK TERLALU DEKAT DENGANKU.
JAUHI AKU***
DASAR LAKI-LAKI CULUN,CUPU, MISKIN, DAN TIDAK TAU DIRI.
AKU BENCI, AKU MEMBENCIMU BIMA ADITYA
Adit yang tidak percaya seakan, amarah kecewa sedih bercampur menjadi satu.
Sedangkan Ana yang sedari tadi hanya menunduk menahan malu, karena dirinya mengungkapkan perasaanya kepada Adit.
“Apa maksud semua ini An?” tanya Adit yang membuat Ana mendongak menatap Adit.
“Kenapa kau harus bertanya Dit? Kau sudah tau jawabannya kan” kata Ana yang wajahnya semu merah.
“Ana aku benar-benar tidak menyangka kau melakukan semua ini. Kau kenapa... melakukan semua ini Ana?” tanya Adit yang menangis bercampur sedih.
“Adit kenapa kau menangis?” tanya Ana yang melihat Adit menangis sambil memegang tangan Adit.
Jangan lupa like dan comment ya
__ADS_1
Terima kasih Love you all 💜