Dengarkan Aku Sebentar Saja

Dengarkan Aku Sebentar Saja
Bersamanya


__ADS_3

Sepanjang perjalanan mereka sama sekali tidak berbicara. Adit hanya melihat pemandangan diluar kaca. Hingga Analah yang terpaksa membuka pembicaraan diantara mereka.


“Oh ya Dit. Rumahmu disebelah mana?” tanya Ana memecah keheningan dalam mobilnya.


“Di sebelah gang Jamur, mungkin mobilmu tidak bisa masuk. Jadi sampai didepan saja An” jawab Adit menunjukkan jalan menuju rumah kepada Ana.


“Baiklah, em apa kau ada acara sepulang sekolah?” tanya Ana kembali.


“Ada An. Belajar kelompok” jawab Adit.


“Wah sepertinya itu akan seru, bolehkah aku ikut?” tanya Ana, karena jika dibandingkan dirumah yang selau sendirian ditinggal ayah dan ibunya bekerja.


“Apa kau tidak punya rencana lain?” tanya Adit kepada Ana yang masih fokus menyetir.


“Tentu saja tidak lagi pula kemarin aku sudah diajak keliling oleh Sinta dan yang lainnya. Kau tenang saja aku adalah tipe orang mudah hafal jalan “ ucap Ana sambil mengedipkan mata kirinya kepada Adit.


“Ya sudah kalo begitu, ikutlah” ucap Adit. Sebenarnya dirinya tidak ingin Ana ikut, tapi karena bantuannya hari ini dirinya tidak bisa mencegahnya.


“Terima kasih ya, Adit” ucap Ana sambil memegang tangan Adit karena begitu senang.


“Maaf Dit” sambung Ana buru-buru melepaskan genggamannya. Adit hanya tersipu malu dan kembali menatap keluar jendela.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah Adit. Ana pun ikut turun menuju ke rumah Adit melalui jalan kecil. Ayah Adit yang sedang menjaga toko kelontongnya melihat seorang gadis cantik bersama Adit, dirinya mempertanyakan kepada Adit.


“Assalamualaikum yah” ucap Adit dengan mencium tangan ayahnya.


“Waalaikumussalam nak, sudah pulang. Dit gadis cantik ini siapa nak?” tanya Ayah Hanto dengan membalas jabat tangan Ana.


Sebelum Adit menjawab Ana sudah buru-buru menjawab kepada Ayah Hanto.

__ADS_1


“Oh, perkenalkan saya Ana teman dekatnya Adit om” ucap Ana


“Teman dekat?” tanya Ayah Hanto karena baru kali ini semenjak kejadian lima tahun yang lalu putranya itu memiliki teman dekat apalagi seorang gadis.


“Iya teman dekat, maksud Ana teman sekelasnya om” jawab Ana membenarkan perkataannya.


“Ayah aku masuk dulu ya, Ana silahkan duduk An” ucap Adit kepada Ana mempersilakan Ana duduk.


“ Iya Dit aku tunggu ya” ucap Ana duduk di kursi sederhana milik Adit itu.


“Kalian mau kemana?” tanya Ayah Hanto kepada Ana karena Adit sudah menghilang masuk ke rumahnya.


“Kami akan belajar kelompok om” jawab Ana.


“Seperti itu, ya sudah kalau begitu apa tidak makan dulu nak Ana” ucap Ayah Hanto


Mereka pun berbincang-bincang mengenai sekolah dan keluarga Adit. Tak berapa lama Adit pun keluar sudab berganti pakaian. Mereka pun berpamitan kepada Ayah Hanto dan menuju ke mobil.


Sesampainya dipos ronda tempat Adit biasa les, Ana hanya kebingungan.


“Dit kenapa di pos ronda?” tanya Ana yang semakin tidak paham.


“Nanti aku jelaskan, ayo masuk katanya tadi mau ikut” jawab Adit mengajak Ana bertemu dengan anak-anak yang dilesnya.


Ana pun tanpa menjawaba Adit langsung ikut masuk, dirinya diperkenalkan oleh Adit. Kemudian Adit melanjutkan les mereka dan memberikan beberapa pertanyaan untuk mereka jawab. Disela-sela itu Ana bertanya kepada Adit.


“Jadi kau mengajari mereka Dit?” tanya Ana sambil menunjuk anak-anak didepanya.


“Maaf Ana aku membohongimu dan Ayah, aku melakukan ini karena aku butuh uang tambahan untuk membayar ujian akhir nanti” jawab Adit menunduk lesu meratapi nasibnya.

__ADS_1


“Seperti itu ya Dit, tapi kenapa kau harus berbohong kepada ayahmu?” tanya Ana kepada Adit.


“Aku hanya tidak mau ayah akan merasa sedih karena ia bekerja namun tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan kebutuhan sekolahku An”. Jawab Adit dengan bersedih.


“ Kalo aku boleh tau dimana ibumu?” tanya Ana kepada Adit.


“ Ibu sudah meninggal lima tahun yang lalu, dia terkena gagal jantung” ucap Adit bersedih mengingat kejadian itu.


“Maaf Dit, aku sungguh tidak bermaksud membuatmu bersedih” kata Ana seraya meminta kepada Adit.


“Tidak apa An, ini sudah takdir. Bolehkah aku minta satu hal denganmu?” tanya Adit kepada Ana.


“Tentu” jawab Ana dengan anggukan kepalanya.


“Aku mohon rahasiakan ini dari ayahku dan yang lainnya. Ku mohon” kata Adit menangkupkan kedua tangannya.


“ Baiklah aku akan merahasiakan ini dari orang lain termasuk ayahmu, tapi boleh kah kau mau menjadi temanku?” Kata Ana.


“ Iya aku mau” ucap Adit tanpa ragu. Entah kenapa jantungnya tiba-tiba berdegup kencang, meskipun hanya sebatas teman tapi ia yakin dirinya akan menjadi teman dekat Ana.


Mendengar jawaban dari Adit, Anapun senang karena dirinya akhirnya bisa berteman dengan Adit. Mereka pun akhirnya mengajari anak-anak disana dengan senang hati. Walaupun sebenarnya didalam hati Ana merasa kasihan kepada Adit yang harus bekerja membantu ayahnya untuk memenuhi kebutuhan sekolahnya.


Tak terasa beberapa bulan telah berlalu Ana dan Adit semakin dekat. Meski selalu mendapatkan gangguan dan ancaman dari Zain. Namun hal itu justru semakin mendekatkan Adit dan Ana. Adit yang terbilang anak yang pintar dirinya selalu mengajari Ana. Dan sebaliknya Ana selalu mengajak Adit jalan bersama dan menemani Adit saat les di pos renda.


“Kenapa diriku sangat nyaman jika bersamamu Ana, apakah aku sudah mulai jatuh hati padamu. Tapi apakah kau merasakan hal yang sama denganku. Apa kau mau menjalin hubungan dengan seorang cowok yang cupu dan culun ini” ucap Adit dirinya hendak tidur. Seakan Ana selalu ada dalam pikiran dan hatinya. Dirinya pun terlelap bersama mimpinya dengan Ana.


Jangan lupa like, comment and vote


Terima kasih semua💜😊

__ADS_1


__ADS_2