
"Saya terima nikah dan kawinnya Mela wulandari binti Sarto dengan mas kawin seperangkat alat sholat di bayar tuunaaii ".Ucap Satrio kala mengucapkan ijab qobul sekali tarikan nafas .
"Gimana para saksi sah ?". Tanya pak penghulu pada para saksi yang hadir .
"sahhh..".Ucap semua yang duduk sebagai saksi .
"Alhamdulillah ". Jawabku .
Lalu penghulu mengucapkan doa -doa serta menasihati kami sebagai pengantin .
"sekarang kalian sudah sah menjadi sepasang suami istri dan sekarang tanda tangani buku nikahnya ".
Aku dan mas Satrio pun mentanda tangani berkas serta buku nikah kami .
Terlihat kebahagiaan pada keluargaku juga keluarga mas Satrio .
Selesai mentandatangani semuanya , kami bersalaman pada penghulunya dan kamipun berjalan ke arah pelaminan yang sudah di sediakan .
Banyak keluarga dan para tetangga yang mengucapkan selamat kepada kami .
Dengan rasa bahagia dan senang , kami menerima tamu undangan .
Aku sangat beruntung bisa memiliki pendamping hidup seperti mas Satrio yang bisa menerima aku dengan anakku.
Seluruh keluarga berfoto bersama untuk kenang -kenangan .
Rasa cape yang aku rasakan tidak membuat semangatku luntur .
Sampai dengaan selesainya resepsi pernikahan kami di jam 21.00 , kamipun undur diri untuk ganti baju .
"Cieee pengantin baru , masih sore loh udah ngajakin ke kamar saja ". Canda sepupuku Mira .
"Apaan sih Mir , orang aku cuma mau ganti baju saja soalnya sudah gerah ". ucapku .
Aku tinggalkan sepupuku yang masih saja meledek namun tidak aku hiraukan .
ketika aku sudah masuk ke dalam kamar dan sudah ganti baju dengan baju rumahan , pintu kamar di ketuk dari luar .
"iya siapa ?". Tanyaku .
"Mah ini Anela , boleh tidak Anela masuk ". Tanya anakku dari luar .
"oh iya sayang masuk saja , pintunya tidak di kunci ". jawabku dari dalam .
pintu kamar di buka dari luar oleh anakku Anela .Anela sendiri aku ambil dari nama almarhum suamiku dan aku . Anela pratiwi anak yang sangat sopan dan penurut.
__ADS_1
ya pernikahan aku dan Satrio adalah pernikahan aku yang ke2 kalinya .
nama suami pertamaku Andi Sukmana , dia meninggal ketika Anela berumur 2 tahun .
Sudah 8 tahun mas Andi meninggal dan tanpa ada warisan apapun untuk Anela.
Maklum mas Andi orang kampung yang hanya bekerja jadi buruh harian di sawah orang , namun walaupun demikian tidak membuat kebahagiaan kami pudar .
"Ada apa sayang ?". Tanyaku pada anakku.
"Mah .. karena mamah sudah nikah sama om Satrio , mulai nanti malam aku tidur sama neneknya mah ". kata anakku .
Aku beruntung banget memiliki anak yang pengertian seperti Anela . Didikan yang aku terapkan ketika masih kecil sampai saat ini membuat dia mengerti dengan keadaan mamah ya yang sekarang sudah menikah lagi .
"emang ya Anel sudah bilang sama nenek ?". Tanyaku lagi.
"Sudah mah dan pas aku bilang ingin tidur sama nenek , nenek langsunv mengiyakan dengan senang ". Jawab Anela.
"Oh begitu , ya sudah kalau begitu Anel harus nurut sama nenek kalau di suruh bobo jangan membantah ok , sayang ".
"iya Mah .. ya udah Aku keluar dulu ya mah , oh iya baju - bajuku juga sudah nenek pindahin ke kamar nenek kemarin ".
"iya sayang ".
Tidak lama aku keluar dari kamarku , untuk berkumpul dengan yang lain .
Aku melihat mas Satrio sedang duduk dan berbincang dengan saudara - saudaraku .
"Maasss.. mau ganti baju dulu tidak ?". Sahutku .
"Iya sebentar ya Mel". jawab mas Satrio lalu melanjutkan kembali obrolan mereka .
Aku ikut duduk dekat mas Satrio dan hanya mendengarkan apa yang mereka obrolkan .
Waktu menunjukkan pukul 22.00 dan semua orang berpamitan untuk istirahat . Ada yang tidur disini , ada juga yang pulang memang karena rumahnya dekat.
kamipun masuk ke kamar untuk beristirahat juga dan sesampainya di kamar kami .
"Mas ..mau mandi apa tidak , kalau mau aku siapkan buat mandi ya ?". Tanyaku pada mas Satrio.
"Tidak usah Mel , mas bisa sendiri ". Sahut mas Satrio lalu keluar kamar menuju kamar mandi di belakang .
Aku menunggu mas Satrio sambil membuka amplop - amplop kondangan dan aku mencatatnya di buku.
Setengah jam kemudian mas Satrio sudah masuk kembali ke kamar kami .
__ADS_1
Melihat aku sedang membuka amplop kondangan , mas Satrio mendekatiku .
"Dapet berapa semuanya ?". Sahut mas Satrio.
"Alhamdulillah mas dapet 4 juta terus punya ibu dapet 3 juta , jadi total 7 juta ". Sahutku sambil memasukkan seluruh uangnya ke dalam tas kecil.
"Kamu simpan baik -baik dan di tabung suatu saat uang itu kita gunakan buat modal ". sahut mas Satrio.
"Emangnya mas ada rencana mau buka usaha ". Sahutku.
"Dulu mas pernah jualan gorengan , yahh karena bapaknya mas sakit - sakitan jadinya modalnya kepake buat berobat padahal lumayan hasilnya ". Sahut mas Satrio.
Lalu aku simpan tas kecil berisi uang itu ke dalam lemari lalu aku kunci dan kuncinya aku gantungin di paku samping lemari .
Aku melihat mas Satrio merebahkan badannya di atas kasur dan akupun melakukan hal yang sama .
Sebenarnya aku pun sudah siap jika mas Satrio meminta haknya malam ini namun aku tidak berani bertanya apapun . Melihat mas Satrio yang memejamkan mata , aku berpikir mungkin lelah toh ini juga malam pertama setelah menikah masih banyak malam - malam yang akan di lalui oleh kita .
Tidak terasa aku juga ikut tertidur disamping mas Satrio .
Dan tidak terasa waktu sudah menunjukkan jam 5.00 pagi , aku membangunkan mas Satrio untuk sholat subuh bersama .
"Mas .. Mas Satrio , bangun mas sudah waktunya sholat subuh ". kataku sambil membangunkan mas Satrio.
Sudah beberapa kali aku memanggil tidak ada sahutan hanya badan mas Satrio saja yang menggeliat namun tidak bangun .
Karena waktu semakin beranjak siang , aku putuskan keluar kamar untuk ke kamar mandi dan berwudhu.
Didapur ternyata ibuku sudah bangun dan sedang memasak nasi dan lauk untuk sarapan .
"Sudah bangun neng ". Tanya ibuku .
"Sudah bu , ya sudah aku ke kamar mandi dulu bu nanti sholat sububnya keburu kesiangan ". Jawabku.
Lalu aku masuk ke kamar mandi dan setelah itu kembali ke kamar untuk menunaikan dua rakaat subuh.
Setelah selesai sholat , aku mencoba membangunkan lagi mas Satrio .
"Mas .. bangun mas nanti keburu habis loh waktu subuhnya ". Aku masih berusaha membangunkannya namun tetep hasilnya nihil.
karena merasa mas Satrio tidak bangun akhirnya aku keluar menuju ke dapur untuk membantu ibuku memasak .
"Maaf ya bu , aku tadi agak kesiangan bangunnya jadi baru bisa bantuin ibu masak ". Sahutku lalu mengambil sayuran yang akan di masak .
"Tidak apa-apa neng , ibu maklumin namanya juga penganten baru ". Sahut ibu sambil tersenyum padaku .
__ADS_1