Derita Pernikahan Ke 2

Derita Pernikahan Ke 2
Mencari pekerjaan


__ADS_3

Derita itu baru awal yang di rasakan Mela wulandari , semenjak menikah beberapa bulan yang lalu dan kini malah ia sedang hamil.


Sikap dan tabiat suaminya tidak bisa di rubah hanya malas malasan dan bermain game di hp .


Aku hanya bisa menangisi nasih pernikahanku yang ke dua ini yang tidak berjalan seperti pernikahanku yang pertama .


Harusnya aku tidak percaya dengan rayuan mulut manis ya seorang Satrio Pramono yang hanya mengandalkan topeng belaka .


Perlahan ku selesaikan pekerjaan rumah yang tidak ada habisnya . Entah di sengaja atau tidak rumah selalu berantakan , baju kotor di taro dimana - mana .


Sudah tau pekerjaan ya hanya rebahan dan main hp tapi kemauannya berbagai macam dan sering sekali minta di belikan makanan ringan tanpa memberi uangnya .


Untung uang yang dari para undangan belum aku pakai , niatnya buat buka usaha namun apa mau di kata secara perlahan habis buat makan sehari - hari .


Semenjak menikah dan pindah rumah aku belum bisa melihat anakku lagi dan rencana ya hari ini selesai pekerjaan aku akan ke rumah ibu .


Dengan semangat aku membereskan dan membersihkan setiap sudut rumah sampai halaman rumahpun tidak luput aku bersihkan .


Walaupun rumah tua kalau bersihkan enak di pandang tidak seperti awal aku kesini seperti rumah hantu saja .


Aku mendekati mas Satrio untuk meminta izin , sebenarnya aku ragu untuk meminta izin takut tidak di izinkan . Namun jika tidak izin akan jadi masalah baru buatku .


"Bismillah ..semoga dapet izin dari mas Satrio ", kataku lalu menarik nafas lalu ku hembuskan lagi .


Aku menghampiri mas Satrio di kamar untuk meminta izin .


"Masss boleh tidak aku ke rumah ibu sekarang ? aku mau lihat keadaanya juga keadaan Anela ", Kataku takut tidak di izinkan .


"Silahkan ! tapi kamu sudah masak kan buat aku makan !", sahut mas Satrio tanpa mengalihkan matanya pada hp .


"Sudah mas dan pekerjaan pun sudah aku bereskan semuanya ", aku seperti mendapat angin segar saat mas Satrio berbicara .


Tidak ingin terlalu lama lagi , aku segera beranjak mengambil tas selempang dan juga dompetku lalu pergi ke depan mencari angkot .


Lumayan jika berjalan kaki apalagi dalam keadaan hamil takut terjadi apa - apa sama kandunganku .


Walaupun belum di periksa tapi aku yakin aku sedang mengandung karena merasakan perubahan dalam badanku .


Aku menunggu angkot di pinggir jalan dengan lumayan lama sampai kakiku pegal berdiri dan aku pun mencari tempat buat duduk .


Sudah setengah jam aku duduk menunggu angkot . Namun entah kenapa lama sekali tidak ada yang lewat dan haripun mulai panas .

__ADS_1


Saat berdiri dan ingin berjalan tiba - tiba ada sebuah motor berhenti tepat di depanku . Aku terdiam karena tidak mengenal ya , lalu dia membuka helm ya .


"Kamu mau kemana Mel ? ", Ternyata Riyan , aku tidak kenal kalau dia tidak membuka helm ya . Apalagi motor yan di pakainya bukan motor yang kemarin .


"Aku mau ke rumah ibu Yan , mau melihat keadaannya ", jawabku .


"Terus kamu ngapain disini ? dari jauh aku lihat kamu hanya duduk - duduk saja ", kata Riyan .


"Sedang menunggu angkot ! dari tadi belum ada yang lewat . padahal sudah setengah jam aku disini ", Kataku sendu .


"Haduhh Mel ..Mel , sampai kiamatpun tidak akan ada angkot yang lewat di sini . Kalau mau nunggu angkot di perempatan bukan di sini , tidak akan ada angkot yang lewat jalur sini Mel ", Sahut Riyan .


"Ayoo aku anterin ke rumah ibu ? nanti malah ke sorean kamu ", kata Riyan lagi .


"Tap ..tapi Yan ", Aku ragu untuk di antar sama Riyan dan takut juga ada yang melihatku berboncengan dengan seorang pria .


"Sudah ayo cepetan naik ", kata Riyan sambil menarik tanganku .


Akhirny aku naik ke atas motornya Riyan dan tidak membutuhkan waktu banyak akhirnya aku sampai di rumah ibu .


"Terimakasih ya Riyan sudah mengantrkan aku ke rumah ibu ",


"Sama - sama Mel , kalau begitu aku pamit pergi ya dan salam buat ibu juga Anela ",


Setelah berpamitan Riyan pun menjalanakan mesin motor ya dan berlalu pergi . Aku berjalan ke halaman rumah dan melihat sekeliling ya .


Tidak ada yang berubah sama seperti sebelum aku pindah rumah . Malah sekarang banyak pot - pot bunga serta beraneka sayuran hijau di samping rumah .


Dari dulu ibu memang selalu rajin , tidak akan ada celah tanah kosong pasti langsung di tanami berbagai sayurn atau sejenisnya .


Perlahan aku mengetuk pintu dan memberi salam .


tok tok tok


"Assalamualaikum .. bu ", lalu aku mencoba memutar gagang pintu dan mendorongnya .


Ternyata tidk di kunci , aku masuk ke dalam sambil memanggil ibu . Entah masih berada di sawah atau di belakang .


Hampir seisi rumah aku cari namun aku tidak menemukan batang hidung ibuku .


Aku berjalan ke meja makan dan membuka tudung makan . Disana ada sayur asem , ikan asin , lalapan serta sambel terasi .

__ADS_1


Jujur saja aku merindukan masakan ibuku dan meliht ini tanpa menunggu lagi aku langsung mengambil piring dan makan .


Kebetulan dari pagi aku belum makan apapun dan betapa nikmatnya masakan ibu sampai - sampai aku makan nambah , tidak seperti biasa nya .


Selesai makan aku menunggu ibu dan Anela pulang sambil rebahan di atas tikar .


Rasa ngantuk mulai menyerang mataku tanpa terasa aku tertidur dengan keadaan pintu depan terbuka lebar .


Terasa seseorang membangunkanku dan betapa kaget ya aku , yang membangunkanku adalah mas Andi suami pertamaku yang sudah meninggal .


"Mass ..!!",


"Maaf de ..mas mengagetkanmu dan mengganggu tidurmu . Mas hanya ingin bertemu kamu juga Anela , betapa kangennya mas pada kalian ",


"Sekali lagi maafkan mas ya de , jika slama jadi istrinya mas ..ade belum bahagia dan mas belum bisa memberikan kehidupan yang layak sama kalian ".


"Mas jangan bilang begitu , aku merasa bahagia ketika aku menjadi istrimu mas dan maafkan aku mas karena aku tidak bisa menepati janjiku untuk tidak menikah lagi ",


Saat bersamaan ada suara ibu yang memanggilku dan sontak aku langsung bangun . Ternyata hanya mimpi namun serasa nyata .


"Mel..kamu kapan kesini ? terus kok tidur disini dengan pintu terbuka lagi ".


"Maaf bu , Mela tadi ketiduran habis makan dan maafkan Mela lagi kalau Mela sudah makan makanan ibu ", sahutku dengan mata masih belum sempurna .


"Ya ampun Mel ..ngapain kamu minta maaf sama ibu . kalau pun makanan ibu habis ya tidak apa - apa , jarang - jarangkan kamu kesini semenjak pindah ",


"Kamu kesini sama Satrio ? ",


"Tidak buu , aku sendiri . aku kangen sama ibu juga Anela , maafkan Mela ya bu slama menikah dengan mas Satrio baru kali ini Mela bisa mengunjungi ibu ",


"Dan Mela juga kesini ingin mencari pekerjaan bu ? ", kataku sendu .


"Loh ...kenapa kamu mau mencari pekerjaan ? memang ya di bolehin sama Satrio ?", Tanya ibu .


"Sebenarnya ...", aku ragu untuk melanjutkan kata - kataku .


"Sebenarnya kenapa ? apa yang terjadi dengan kalian ?", ibu sangat khawatir .


"Semenjak pindah rumah , mas Satrio tidak pernah kerja lagi bu dan hanya tidur seharian juga bermain game saja bu ",


"Ya Gusti .. bukannya dulu sangat rajin banget bekerja ? bahkan kalau liburpun suka membantu ibu di sawah ",

__ADS_1


"Entahlah bu aku juga tidak mengerti dengan alesan ya dan yang bikin aku ingin mencari kerja juga karena aku sekarang lagi hamil bu...",


__ADS_2