
Entah apa yang haru aku lakukan dengan perlakuan mas Satrio yang semakin hari semakin pemalas saja .
Dengan rasa badan tidak enak , aku keluar untuk sekedar duduk di teras .
Melihat ke arah jalan yang tidak begitu banyak lalu lalang orang di sore hari .
Merasakan pusing di kepala yang tadi sempat hilang kini kembali aku rasakan .
Aku memijit pundakku sendiri dan pelipis wajah . setelahnya agak baikan .
Tiba tiba aku teringat sesuatu dan langsung ku cek kalender . Aku telat datang bulan , apakah aku hamil ? ya Tuhan sebenarnya bukannya aku menolak rezekimu tapi dalam keadaan seperti ini kenapa engkau menambah bebanku .
Tanpa berpikir lagi aku keluar dan niat mau berpamitan sama mas Satrio namun pas di depan pintu kamar , aku melihat mas Satrio tidur .
Pergi mencari apotek dengan berjalan ke depan . sebenarnya aku tidak tau dimana yang berjualan tespeck .
Saat di tengah jalan aku bertemu dengan mba yang di warung nasi . lalu aku bertanya padanya .
"Mba..mba tunggu !". Sahutku memanggil ya karena memang jarak kami hampir dua meter .
Mba yang aku tidak tau namanya itu menoleh ke arah belakang .
"Eehh ..iya kenapa ya mba ? ketemu lagi sama mba ya ". sahut perempuan itu .
"Maaf mba numpang tanya ? kalau apotek atau toko toko obat yang komplit daerah sini dimana ya mba ?".
"Emangnya mba mau beli apaan ? kenapa tidak beli obat di warung saja ? ".
"Anu mba ... aku mau beli salep buat nyembuhin selulit ". jawabku asal , karena tau mba ya ini terlalu kepo .
"Ooo iya sih kalau salep selulit tidak ada di warung adanya di toko tertentu atau apotek . Mba ya lurus aja nanti sampai mentok terus belok kiri lurus sebentar dan adanya di sebelah kanan jakannya mba ". Sahutnya padaku .
"Oh iya mba terimakasih ya ". Aku hendak berjalan namun dia menghentikanku .
"Mba..tunggu ? apa mau di anterin tidak ?". Katanya .
Aku sedikit tidak enak karena sempet berbohong apa yang mau aku beli .
"Tidak usah mba ..saya sendiri saja . lagian tidak terlalu jauh kok , hitung hitung saya keliling di sini biar hapal jalan ". Aku menjawab sekaligus menolaknya .
"Baiklah mba , hati hati ya di jalan ". sahut mbanya .
__ADS_1
"Iya mba..sekali lagi terimakasih ya ". lalu ku lanjutkan berjalan dengan arah yang di tunjukkan olehnya .
Sebenarnya aku merasa lucu , sudah bertemu dua kali namun belum tau namanya si mba tadi dan kamipun tidak berkenalan .
Aku berbelok kiri dan lurus ke depan . aku melihat ke arah kanan takut terlewati dan ternyata masih beberapa meter di depannku .
Karena merasa tidak ada kendaraan yang lewat akhirnya aku nyebrang dan tidak melihat kiri kanan lagi .
Tiba tiba dari arah kiri datang sebuah sepeda motor dengan kecepatan yang lumayan kencang hampir menabrakku .
"Mba ...!!! awas !!!", Sahut si pengendara sambil membanting setir juga mengerem .
Braaakkkk... terdengar suara benda bertabrakan , sedangkan aku karena syok loncat ke pinggir dan jatuh .
"Aaaawwwww ..", aku merasakan siku serta lutut ku sakit tergores aspal.
Melihat ke arah seberang dan pengendara itu terpental dari motornya dan jatuh di trotoar . sedangkan motornya meluncur beberapa meter dari ya .
Jalan dalam keadaan sangat sepi sehingga tidak ada orang yang menolongnya . ku paksakan berdiri dan berjalan tertatih tatih mendekati si pengendara.
Setelah dekat lalu ku balikkan badannya dan ternyata seorang pria . aku lepaskan helmnya dan membuka sleting jaket atasnya supaya bisa bernafas dengan leluasa .
"Aaahhh aaawww sakit ", sahutnya sambil mengibaskan tangannya . Aku melihat dia memakai sarung tangan namun sarung tangannya tergores hingga membuat telapak tangannya lecet .
"Maaf ya mas ..tadi aku tidak meliha ada kendaraan , makanya aku menyebrang dengan asal ", sahutku dan pria itu menoleh padaku .
"Lain kali hati hati , ada tidak ada ya kendaraan tetep menyebrang jalan jangan sambil melamun atau menundukkan wajah ",Kata pria itu .
Lalu aku mengangkat wajahku dan melihat pria itu kaget setelah melihat wajahku .
"Kamu ? kamu Mela kan , Mela wulandari !". Sahut pria itu mengenal diriku .
"Iya ..betul , memang mas ya kenal dengan saya ? ". aku bertanya karena memang tidak mengenalnya .
"Kamu sudah lupa sama aku Mel ? tega banget sih kamu mentang mentang sudah menikah dengan si Andi kamu lupa sama aku ",
"Beneran mas ..aku bener benar tidak kenal apa mungkin memang lupa " , Jawabku .
"Aku Riyan , teman sekolahmu dulu ? ingat tidak ". kata Riyan mencoba mengingatkan .
"Oh iya ..aku baru ingat , apa kabarmu Yan ? kok sekarang beda . Tambah perpec saja kamu ". Kataku mulai berbincang tanpa rasa canggung .
__ADS_1
"Kabarku tidak baik Mel , semenjak kamu menikah sama Andi . walaupun kehidupan karirku bagus dan mulus tapi tidak semulus kisah cintaku padamu ".
Mendengar perkataan Riyan seperti itu membuat aku mendadak merasa tidak enak hati .
"Maaf ya Yan ..bukan ya aku mau mengungkit masa lalu tapi biarlah jadi kenangan masa lalu ". kataku .
"Heyyy slow saja lagi , benar juga sih itu masa lalu dan kenangan yang tidk bisa di lupakan olehku Mel . karena terlalu manis dan sayang buat di lupakan ".
"Ya ampun ..maaf ya Riyan , aku lagi buru buru . aku pergi dulu ya ". Aku beranjak dan segera berlari ke arah apotek .
Aku takut terlalu lama pergi hingga mas Satrio bangun dan pasti akan marah padaku .
***
Pagi ini aku ke kamar mandi dan mengeluarkan tespeck lalu aku memakainya dan menunggu beberapa saat .
"Semoga hasilnya negatif , entah bagaimana nasibnya nanti jika aku hamil ".
Saat sedang menunggu , kamar mandi di ketuk oleh mas Satrio .
"Mel ..kamu sedang ngapain di dalam ? ". Sahutnya sambil mengetuk pintu .
"Aku lagi BAB mas , kenapa ?".
"Kalau sudah cepetan bikin aku kopi !". Tanpa menunggu jawaban dariku , aku mendengar mas Satrio pergi dari belakang .
Aku mengambil tespeck dengan perasaan tidak menentu dan aku balikkan tespeck itu , hasilnya membuatku tambah merasa tidak karuan .
"Ya Tuhan ... hasilnya positif , apa yang harus aku lakukan sekarang ? memberi tahukan mas Satrio atau aku diam saja ".
Bingung dengan semuanya sampai sampai aku lupa apa yang di minta sama mas Satrio .
"Melaaa..lama banget sih kamu di kamar mandi ! sebenarnya kamu BAB apa tidur sih ". brak brak pintu di gebrak keras oleh mas Satrio .
Di dalam kamar mandi aku merasa ketakutan sendiri mendengar suara mas Satrio berteriak sambil menggebrak pintu .
Aku pura pura menyiram kloset supaya mas Satrio percaya bahwa aku sedang mules perutku .
Setelahnya aku membuka pintu kamar mandi dan melihat raut muka mas Satrio yang merah padam karena menahan emosi .
"Maaf mas ..". Jawabku sendu .
__ADS_1