Derita Pernikahan Ke 2

Derita Pernikahan Ke 2
positif hamil


__ADS_3

Entah apa yang haru aku lakukan dengan perlakuan mas Satrio yang semakin hari semakin pemalas saja .


Dengan rasa badan tidak enak , aku keluar untuk sekedar duduk di teras .


Melihat ke arah jalan yang tidak begitu banyak lalu lalang orang di sore hari .


Merasakan pusing di kepala yang tadi sempat hilang kini kembali aku rasakan .


Aku memijit pundakku sendiri dan pelipis wajah . setelahnya agak baikan .


Tiba tiba aku teringat sesuatu dan langsung ku cek kalender . Aku telat datang bulan , apakah aku hamil ? ya Tuhan sebenarnya bukannya aku menolak rezekimu tapi dalam keadaan seperti ini kenapa engkau menambah bebanku .


Tanpa berpikir lagi aku keluar dan niat mau berpamitan sama mas Satrio namun pas di depan pintu kamar , aku melihat mas Satrio tidur .


Pergi mencari apotek dengan berjalan ke depan . sebenarnya aku tidak tau dimana yang berjualan tespeck .


Saat di tengah jalan aku bertemu dengan mba yang di warung nasi . lalu aku bertanya padanya .


"Mba..mba tunggu !". Sahutku memanggil ya karena memang jarak kami hampir dua meter .


Mba yang aku tidak tau namanya itu menoleh ke arah belakang .


"Eehh ..iya kenapa ya mba ? ketemu lagi sama mba ya ". sahut perempuan itu .


"Maaf mba numpang tanya ? kalau apotek atau toko toko obat yang komplit daerah sini dimana ya mba ?".


"Emangnya mba mau beli apaan ? kenapa tidak beli obat di warung saja ? ".


"Anu mba ... aku mau beli salep buat nyembuhin selulit ". jawabku asal , karena tau mba ya ini terlalu kepo .


"Ooo iya sih kalau salep selulit tidak ada di warung adanya di toko tertentu atau apotek . Mba ya lurus aja nanti sampai mentok terus belok kiri lurus sebentar dan adanya di sebelah kanan jakannya mba ". Sahutnya padaku .


"Oh iya mba terimakasih ya ". Aku hendak berjalan namun dia menghentikanku .


"Mba..tunggu ? apa mau di anterin tidak ?". Katanya .


Aku sedikit tidak enak karena sempet berbohong apa yang mau aku beli .


"Tidak usah mba ..saya sendiri saja . lagian tidak terlalu jauh kok , hitung hitung saya keliling di sini biar hapal jalan ". Aku menjawab sekaligus menolaknya .


"Baiklah mba , hati hati ya di jalan ". sahut mbanya .

__ADS_1


"Iya mba..sekali lagi terimakasih ya ". lalu ku lanjutkan berjalan dengan arah yang di tunjukkan olehnya .


Sebenarnya aku merasa lucu , sudah bertemu dua kali namun belum tau namanya si mba tadi dan kamipun tidak berkenalan .


Aku berbelok kiri dan lurus ke depan . aku melihat ke arah kanan takut terlewati dan ternyata masih beberapa meter di depannku .


Karena merasa tidak ada kendaraan yang lewat akhirnya aku nyebrang dan tidak melihat kiri kanan lagi .


Tiba tiba dari arah kiri datang sebuah sepeda motor dengan kecepatan yang lumayan kencang hampir menabrakku .


"Mba ...!!! awas !!!", Sahut si pengendara sambil membanting setir juga mengerem .


Braaakkkk... terdengar suara benda bertabrakan , sedangkan aku karena syok loncat ke pinggir dan jatuh .


"Aaaawwwww ..", aku merasakan siku serta lutut ku sakit tergores aspal.


Melihat ke arah seberang dan pengendara itu terpental dari motornya dan jatuh di trotoar . sedangkan motornya meluncur beberapa meter dari ya .


Jalan dalam keadaan sangat sepi sehingga tidak ada orang yang menolongnya . ku paksakan berdiri dan berjalan tertatih tatih mendekati si pengendara.


Setelah dekat lalu ku balikkan badannya dan ternyata seorang pria . aku lepaskan helmnya dan membuka sleting jaket atasnya supaya bisa bernafas dengan leluasa .


"Aaahhh aaawww sakit ", sahutnya sambil mengibaskan tangannya . Aku melihat dia memakai sarung tangan namun sarung tangannya tergores hingga membuat telapak tangannya lecet .


"Maaf ya mas ..tadi aku tidak meliha ada kendaraan , makanya aku menyebrang dengan asal ", sahutku dan pria itu menoleh padaku .


"Lain kali hati hati , ada tidak ada ya kendaraan tetep menyebrang jalan jangan sambil melamun atau menundukkan wajah ",Kata pria itu .


Lalu aku mengangkat wajahku dan melihat pria itu kaget setelah melihat wajahku .


"Kamu ? kamu Mela kan , Mela wulandari !". Sahut pria itu mengenal diriku .


"Iya ..betul , memang mas ya kenal dengan saya ? ". aku bertanya karena memang tidak mengenalnya .


"Kamu sudah lupa sama aku Mel ? tega banget sih kamu mentang mentang sudah menikah dengan si Andi kamu lupa sama aku ",


"Beneran mas ..aku bener benar tidak kenal apa mungkin memang lupa " , Jawabku .


"Aku Riyan , teman sekolahmu dulu ? ingat tidak ". kata Riyan mencoba mengingatkan .


"Oh iya ..aku baru ingat , apa kabarmu Yan ? kok sekarang beda . Tambah perpec saja kamu ". Kataku mulai berbincang tanpa rasa canggung .

__ADS_1


"Kabarku tidak baik Mel , semenjak kamu menikah sama Andi . walaupun kehidupan karirku bagus dan mulus tapi tidak semulus kisah cintaku padamu ".


Mendengar perkataan Riyan seperti itu membuat aku mendadak merasa tidak enak hati .


"Maaf ya Yan ..bukan ya aku mau mengungkit masa lalu tapi biarlah jadi kenangan masa lalu ". kataku .


"Heyyy slow saja lagi , benar juga sih itu masa lalu dan kenangan yang tidk bisa di lupakan olehku Mel . karena terlalu manis dan sayang buat di lupakan ".


"Ya ampun ..maaf ya Riyan , aku lagi buru buru . aku pergi dulu ya ". Aku beranjak dan segera berlari ke arah apotek .


Aku takut terlalu lama pergi hingga mas Satrio bangun dan pasti akan marah padaku .


***


Pagi ini aku ke kamar mandi dan mengeluarkan tespeck lalu aku memakainya dan menunggu beberapa saat .


"Semoga hasilnya negatif , entah bagaimana nasibnya nanti jika aku hamil ".


Saat sedang menunggu , kamar mandi di ketuk oleh mas Satrio .


"Mel ..kamu sedang ngapain di dalam ? ". Sahutnya sambil mengetuk pintu .


"Aku lagi BAB mas , kenapa ?".


"Kalau sudah cepetan bikin aku kopi !". Tanpa menunggu jawaban dariku , aku mendengar mas Satrio pergi dari belakang .


Aku mengambil tespeck dengan perasaan tidak menentu dan aku balikkan tespeck itu , hasilnya membuatku tambah merasa tidak karuan .


"Ya Tuhan ... hasilnya positif , apa yang harus aku lakukan sekarang ? memberi tahukan mas Satrio atau aku diam saja ".


Bingung dengan semuanya sampai sampai aku lupa apa yang di minta sama mas Satrio .


"Melaaa..lama banget sih kamu di kamar mandi ! sebenarnya kamu BAB apa tidur sih ". brak brak pintu di gebrak keras oleh mas Satrio .


Di dalam kamar mandi aku merasa ketakutan sendiri mendengar suara mas Satrio berteriak sambil menggebrak pintu .


Aku pura pura menyiram kloset supaya mas Satrio percaya bahwa aku sedang mules perutku .


Setelahnya aku membuka pintu kamar mandi dan melihat raut muka mas Satrio yang merah padam karena menahan emosi .


"Maaf mas ..". Jawabku sendu .

__ADS_1


__ADS_2