Derita Pernikahan Ke 2

Derita Pernikahan Ke 2
pindah rumah


__ADS_3

sesuai dengan keinginan aku , akhirnya aku pindah ke rumah nwnwk ya mas Satrio dan Anela dia tidak mau ikiut bersamaku .


Anela ingin menjaga neneknya dan juga sekolahnya akan lebih jauh dari rumahnya mas Satrio .


"Mas makan dulu yu , aku sudah selesai masaknya ". Tanyaku pada mas Satrio .


"Hmm.."


aku siapkan piring untuk mas Satrio juga buat diriku .


"Makanan apaan ini , kamu bisa tidak sih masak yang bener !". sahut mas Satrio sambil mengambil piring berisi tempe dan melemparkannya lagi ke atas meja .


"Maaf mas , hanya ini yang bisa aku masak . bukannya aku tidak bisa memasak makanan yang lain tapi kita harus hemat mas , bahan - bahan makanan sekarang lagi pada mahal ". Ucapku dengan sendu .


"Alah alasan saja kamu ini , kamu kan masih punya simpanan uang hasil amplop nikahan ".


"Buat apa di simpan - simpan , hidup itu harus enak ngapain di buat susah padahal punya uang ".


"Tapi mas .. ?".


"Tapi ..tapi apaan , tidak ada tapi - tapian . Sekarang kamu pergi ke warung , beli opor ayam kek rendang kek . Gimana mau sehat makanan kaya gini tiapa hari ,bikin alergi lama - lama ".


Aku pergi dari dapur menuju ke kamar untuk mengambil dompet lalu pergi ke warung membeli apa yang mas Satrio minta .


Di perjalanan mau ke warung , tiba - tiba saja badanku menggigil dan keringat dingin keluar .


Namun aku paksakan walaupun demikian , dengan berjalan pelan akhirnya aku sampai di warung .


"Bu ..ada opor ayam tidak ?".Tanyaku pada ibu pedagang warung nasi .


"Ada mba , mau berapa bungkus ?".


"Satu saja ya bu , sekalian perkedelnya dua ya bu ".


"Iya mba , tunggu bentar ya saya bungkusin ".


Ada perempuan di sampingku yang sedang duduk dan makan , dia melihat ke arahku .


"Mba..mba tidak kenapa - kenapa kan , wajahnya mba pucat ". Sahut perempuan itu .


"Tidak kok mba , hanya sedikit tidak enak badan ". Sahutku .


"Mba ya baru di sini ya ? Soalnya saya baru lihat ?". Tanya si ibu tukang warung .


"Iya bu , baru pindahan pagi tadi ".


"Emang ya mba tinggal dimana ?". Tanya ibu warung lagi .

__ADS_1


"Saya tinggal di rumah no.25 Bu ".


"Oo rumahnya Nek Lastri ya , disana ngontrak atau gimana mba ?".


"Iya bu , saya tidak ngontrak tapi tinggal sama suami saya mas Satrio ".


"Oalah mbanya istrinya Satrio ya ".


Aku hanya mengangguk saja sambil tersenyum .


"Mba kok mau sih sama si Satrio yang pengangguran itu , dulu saja dia mau sama aku ..aku tolak mba ". Jawab perempuan di sebelahku .


"Huss kamu jangan kaya gitu , mungkin sama kamu tidak berjodoh . Doain saja semoga Satrio sama mbanya sakinah mawadah warohmah ".


"Iya iya bu , ya sudah ya bu jadi berapa ? sekalian tulis ya bu hehee ? ".Jawab perempuan tadi lalu berdiri mau pergi .


"Kebiasaanmu ..kapan mau bayar sudah banyak nih dan mumpuk kaya pasir bangunan ". sahut si ibu warung sama perempun tadi .


"Nih mba opor sama perkedelnya ". Kata ibu warung lalu memberikan bungkusan padaku .


"Jadi berapa ya Bu ?". Tanyaku .


"Totalnya jadi enam belas ribu saja mba ".


"Ohh ini Bu uangnya , terimakasih ya bu ".


Aku segera pergi dari warung nasi itu dan masih jelas di telingaku tentang omongan yang di lontarkan perempuan tadi .


Dia mengaku pernah di tembak oleh mas Satrio lalu menolaknya dengan alesan pengangguran .


"Apakah yang di bilang oleh perempuan tadi itu benar kalau selama ini mas Satrio pengangguran ? Tapi selama dia dekat denganku sangat royal , terus darimana uangnya ".


"Semoga yang di bilang perempuan tadi itu tidak benar dan memang mas Satrio bilang dia lagi mantau kerjaannya . Makanya jarang masuk kerja .


Bergegas aku berjalan , agar segera sampai di rumah .


Sesampainya di rumah ternyata ada ibu mertuaku .


"Bu ..sudah lama datangnya ?". Tanyaku basa basi .


"Dari mana saja kamu ? Bukannya di rumah ini siang - siang kelayaban . Baru juga pindah pagi tadi sudah mulai bergosif saja ka.u sama tetangga !". Hardik ibu mertuaku .


"Maaf Bu..tadi aku habis dari warung , beli opor ayam sama perkedelbuat mas Satrio .


"Maaf ..Maaf emangnya mau lebaran minta maaf . Sudah sini mana lauknya , mending buat Ibu saja ". Lalu ibu mertuaku merebut kantong plastik yang di pegang olehku .


"Tapi Bu ..ini buat mas Satrio ? buat ibu aku belikan lagi ya bu ? ibu mau apa biar nanti aku balik ke warung lagi buat beli ". Ucapku .

__ADS_1


"Halahhh tidak usah ini saja , kamu gorengin saja telur buat Satrio ".


"Tapi Bu ..".


"Tidak ada tapi - tapian , sudah sana ke dapur ".


Mendengar ada keributan di ruang tengah , mas Satrio keluar dari kamar .


"Ada apaan sih berisik banget , tidak tahu ya kalau aku sedang istirahat ". kata mas Satrio ngomel - ngomel .


"Ini istrimu Sat ..masa ibu minta lauk yang dia beli katanya tidak boleh , bilangin tuh sama istrimu jangan kaya gitu sama ibu ".Sahut ibu mertuaku .


"Emangnya kamu tadi beli apa sih ?".


"Aku beli opor ayam satu potong sama perkedel 2 mas ". Jawabku .


"Lagian beli cuma satu , besok - besok kamu kalau tidak masak beli sekalian dua porsi ".


"Satu untukku ..satu lagi buat ibuku dan mulai besok ibu akan makan disini . Makan sarapan , siang juga makan malam ".


"Tapi mas ..". Belum sempat aku meneruskan pembicaraanku mas Satrio memotongnya .


"Tapi apaan ..tidak usah ngebantah deh kamu , turutin saja apa yang aku bilang . Udah untung tinggal gratis malah banyak tingkah lagi ".


"Sekarang gorengin aku telor saja sana ". Sahut mas Satrio .


"Baik mas ".


"Ayo Bu kita ke belakang untuk makan ".


"Nah gitu dong Sat , ini baru anaknya ibu ".


Mas Satrio dan ibu tertawa dan mereka duduk di meja makan sedangkan aku memasak telur ceplok.


Saat lagi masak telur , tiba - tiba perukku terasa mual lalu aku muntah - muntah di kamar mandi .


"Apalagi sih yang di lakuin si Mela , di suruh masak telur ceplok malah muntah . Jorok banget sih suami sama mertua makan malah muntah ". Mas Satri marah - marah dan menyusulku ke dapur .


"Bisa tidak sih muntahnya nanti saja kalau aku sudah makan ! bikin orang tidak nafsu makan saja ". kata mas Satrio sambil menggebrak pintu kamar mandi .


Aku terlonjak kaget mendengar pintu kamar mandi di gebrak .


"Maaf mas ..aku benar - benar mual perutku , mungkin aku masuk angin nanti tolongin kerikin aku ya mas ".


"Kerik ..kerik ! minum saja sana air jahe , ngapain kamu nyuruh aku buat ngerikin . Kamu pikir aku pembantumu , aku tuh suami kamu tahu tidak !".


Lalu mas Satrio pergi dari hadapanku , setelah kepergiannya aku menangis .

__ADS_1


"Ya Allah kenapa mas Satrio sangat berubah ? Apa salah ku sampai kamu kaya gitu mas hiks .. hiks ..hiks ..!".


__ADS_2