
sesuai dengan keinginan aku , akhirnya aku pindah ke rumah nwnwk ya mas Satrio dan Anela dia tidak mau ikiut bersamaku .
Anela ingin menjaga neneknya dan juga sekolahnya akan lebih jauh dari rumahnya mas Satrio .
"Mas makan dulu yu , aku sudah selesai masaknya ". Tanyaku pada mas Satrio .
"Hmm.."
aku siapkan piring untuk mas Satrio juga buat diriku .
"Makanan apaan ini , kamu bisa tidak sih masak yang bener !". sahut mas Satrio sambil mengambil piring berisi tempe dan melemparkannya lagi ke atas meja .
"Maaf mas , hanya ini yang bisa aku masak . bukannya aku tidak bisa memasak makanan yang lain tapi kita harus hemat mas , bahan - bahan makanan sekarang lagi pada mahal ". Ucapku dengan sendu .
"Alah alasan saja kamu ini , kamu kan masih punya simpanan uang hasil amplop nikahan ".
"Buat apa di simpan - simpan , hidup itu harus enak ngapain di buat susah padahal punya uang ".
"Tapi mas .. ?".
"Tapi ..tapi apaan , tidak ada tapi - tapian . Sekarang kamu pergi ke warung , beli opor ayam kek rendang kek . Gimana mau sehat makanan kaya gini tiapa hari ,bikin alergi lama - lama ".
Aku pergi dari dapur menuju ke kamar untuk mengambil dompet lalu pergi ke warung membeli apa yang mas Satrio minta .
Di perjalanan mau ke warung , tiba - tiba saja badanku menggigil dan keringat dingin keluar .
Namun aku paksakan walaupun demikian , dengan berjalan pelan akhirnya aku sampai di warung .
"Bu ..ada opor ayam tidak ?".Tanyaku pada ibu pedagang warung nasi .
"Ada mba , mau berapa bungkus ?".
"Satu saja ya bu , sekalian perkedelnya dua ya bu ".
"Iya mba , tunggu bentar ya saya bungkusin ".
Ada perempuan di sampingku yang sedang duduk dan makan , dia melihat ke arahku .
"Mba..mba tidak kenapa - kenapa kan , wajahnya mba pucat ". Sahut perempuan itu .
"Tidak kok mba , hanya sedikit tidak enak badan ". Sahutku .
"Mba ya baru di sini ya ? Soalnya saya baru lihat ?". Tanya si ibu tukang warung .
"Iya bu , baru pindahan pagi tadi ".
"Emang ya mba tinggal dimana ?". Tanya ibu warung lagi .
__ADS_1
"Saya tinggal di rumah no.25 Bu ".
"Oo rumahnya Nek Lastri ya , disana ngontrak atau gimana mba ?".
"Iya bu , saya tidak ngontrak tapi tinggal sama suami saya mas Satrio ".
"Oalah mbanya istrinya Satrio ya ".
Aku hanya mengangguk saja sambil tersenyum .
"Mba kok mau sih sama si Satrio yang pengangguran itu , dulu saja dia mau sama aku ..aku tolak mba ". Jawab perempuan di sebelahku .
"Huss kamu jangan kaya gitu , mungkin sama kamu tidak berjodoh . Doain saja semoga Satrio sama mbanya sakinah mawadah warohmah ".
"Iya iya bu , ya sudah ya bu jadi berapa ? sekalian tulis ya bu hehee ? ".Jawab perempuan tadi lalu berdiri mau pergi .
"Kebiasaanmu ..kapan mau bayar sudah banyak nih dan mumpuk kaya pasir bangunan ". sahut si ibu warung sama perempun tadi .
"Nih mba opor sama perkedelnya ". Kata ibu warung lalu memberikan bungkusan padaku .
"Jadi berapa ya Bu ?". Tanyaku .
"Totalnya jadi enam belas ribu saja mba ".
"Ohh ini Bu uangnya , terimakasih ya bu ".
Aku segera pergi dari warung nasi itu dan masih jelas di telingaku tentang omongan yang di lontarkan perempuan tadi .
Dia mengaku pernah di tembak oleh mas Satrio lalu menolaknya dengan alesan pengangguran .
"Apakah yang di bilang oleh perempuan tadi itu benar kalau selama ini mas Satrio pengangguran ? Tapi selama dia dekat denganku sangat royal , terus darimana uangnya ".
"Semoga yang di bilang perempuan tadi itu tidak benar dan memang mas Satrio bilang dia lagi mantau kerjaannya . Makanya jarang masuk kerja .
Bergegas aku berjalan , agar segera sampai di rumah .
Sesampainya di rumah ternyata ada ibu mertuaku .
"Bu ..sudah lama datangnya ?". Tanyaku basa basi .
"Dari mana saja kamu ? Bukannya di rumah ini siang - siang kelayaban . Baru juga pindah pagi tadi sudah mulai bergosif saja ka.u sama tetangga !". Hardik ibu mertuaku .
"Maaf Bu..tadi aku habis dari warung , beli opor ayam sama perkedelbuat mas Satrio .
"Maaf ..Maaf emangnya mau lebaran minta maaf . Sudah sini mana lauknya , mending buat Ibu saja ". Lalu ibu mertuaku merebut kantong plastik yang di pegang olehku .
"Tapi Bu ..ini buat mas Satrio ? buat ibu aku belikan lagi ya bu ? ibu mau apa biar nanti aku balik ke warung lagi buat beli ". Ucapku .
__ADS_1
"Halahhh tidak usah ini saja , kamu gorengin saja telur buat Satrio ".
"Tapi Bu ..".
"Tidak ada tapi - tapian , sudah sana ke dapur ".
Mendengar ada keributan di ruang tengah , mas Satrio keluar dari kamar .
"Ada apaan sih berisik banget , tidak tahu ya kalau aku sedang istirahat ". kata mas Satrio ngomel - ngomel .
"Ini istrimu Sat ..masa ibu minta lauk yang dia beli katanya tidak boleh , bilangin tuh sama istrimu jangan kaya gitu sama ibu ".Sahut ibu mertuaku .
"Emangnya kamu tadi beli apa sih ?".
"Aku beli opor ayam satu potong sama perkedel 2 mas ". Jawabku .
"Lagian beli cuma satu , besok - besok kamu kalau tidak masak beli sekalian dua porsi ".
"Satu untukku ..satu lagi buat ibuku dan mulai besok ibu akan makan disini . Makan sarapan , siang juga makan malam ".
"Tapi mas ..". Belum sempat aku meneruskan pembicaraanku mas Satrio memotongnya .
"Tapi apaan ..tidak usah ngebantah deh kamu , turutin saja apa yang aku bilang . Udah untung tinggal gratis malah banyak tingkah lagi ".
"Sekarang gorengin aku telor saja sana ". Sahut mas Satrio .
"Baik mas ".
"Ayo Bu kita ke belakang untuk makan ".
"Nah gitu dong Sat , ini baru anaknya ibu ".
Mas Satrio dan ibu tertawa dan mereka duduk di meja makan sedangkan aku memasak telur ceplok.
Saat lagi masak telur , tiba - tiba perukku terasa mual lalu aku muntah - muntah di kamar mandi .
"Apalagi sih yang di lakuin si Mela , di suruh masak telur ceplok malah muntah . Jorok banget sih suami sama mertua makan malah muntah ". Mas Satri marah - marah dan menyusulku ke dapur .
"Bisa tidak sih muntahnya nanti saja kalau aku sudah makan ! bikin orang tidak nafsu makan saja ". kata mas Satrio sambil menggebrak pintu kamar mandi .
Aku terlonjak kaget mendengar pintu kamar mandi di gebrak .
"Maaf mas ..aku benar - benar mual perutku , mungkin aku masuk angin nanti tolongin kerikin aku ya mas ".
"Kerik ..kerik ! minum saja sana air jahe , ngapain kamu nyuruh aku buat ngerikin . Kamu pikir aku pembantumu , aku tuh suami kamu tahu tidak !".
Lalu mas Satrio pergi dari hadapanku , setelah kepergiannya aku menangis .
__ADS_1
"Ya Allah kenapa mas Satrio sangat berubah ? Apa salah ku sampai kamu kaya gitu mas hiks .. hiks ..hiks ..!".