
Melihat tingkah laku mas Satrio membuat aku tidak enak hati sama ibuku dan aku ingin mengutarakan pisah rumah dengan ibuku.
Aku tidak mau ibuku melihat keadaan rumah tanggaku yang baru seumur jagung ini , merasa kasihan sama ibu juga kalau kami pindah dari rumah ini .
Aku hampiri suamiku yang sedang bermain hp dan aku duduk di sampingnya .
"Mas .. apa lebih baik kita pindah saja dari sini , aku tidak enak hati melihat ibu bekerja di sawah sedangkan kamu kerjaan ya main hp saja ".
"Tetangga sini pada bertanya , kenapa mas tidak pernah bantuin ibu di sawah dan mereka juga selalu bilang kalau mas tidak mau bergaul sama tetangga ".
"Aku sebagai istri kamu tidak enak mendengar semua orang membicarakan kamu mas ?".
Aku melihat mas Satrio beralih menatapku dan meletakkan hpnya . Aku sudah takut dengan raut mukanya yang datar .
"Ok aku setuju , kalau kita pindah dari sini . Kita akan tinggal di rumahku yang di berikan oleh mendiang nenekku ". Sahut mas Satrio.
"Aku pikir mas akan mengajak aku ke rumah ibunya mas ?". Tanyaku hati -hati takut mas Satrio tersinggung .
"Tidak akan , lagian aku juga tahu ibuku tidak suka sama kamu kan ". Jawab mas Satrio sambil melihat ke arahku .
"Ya sudah mau kapan kita pindah , biar nanti aku berbicara sama ibuku dan juga bagaimana dengan Anela mas ?".
"Apa mas akan mengajak Anela juga untuk tinggal bersama kita atau bersama ibuku ?".
"Terserah kamu saja lagian kan Anela itu anak kamu !".
Aku terdiam mendengar mas Satrio berbicara seperti itu , akupun tahu kalau Anela adalah anakku walaupun mas Satrio gak ngomongpun .
Dulu ketika aku bilang Anela anakku mas Satrio juga bilang Anela juga anakku Mel , apalagi kalau kita sudah menikah .Namun entah kemana kata - kata dan janji manisnya yang dulu sering dia utarakan padaku .
perlahan aku keluar dari kamarku dengan mata yang berkaca -kaca . Aku tidak menyangka dengan sifatnya mas Satrio yang lembut , perhatian sekarang terlihat sifat aslinya yang pemarah dan masa bodoh dengan keadaan orang rumah termasuk anakku .
Aku berjalan ke belakang dan ku buka pintu belakang . Aku duduk di atas kursi yang terbuat dari kayu .Kursi yang dulu di buat oleh almarhum suamiku Andi .
ketika aku duduk disini aku selalu teringat dengan almarhum suamiku yang begitu baik dan memang benar - benar baik juga perhatian pada orangtuaku .
Walaupun keadaan ekonomi kami sulit namun mas Andi tidak pernah mengeluh dengan takdir yang sudah di takdirkan , dia seorang suami yang jadi panutan keluarga .
Pernah suatu saat , aku melihat almarhum suamiku menangis di kala malam hari saat dia sholat tahajud dan aku pura - pura tidur supaya mas Andi tidak tau kalau aku sudah bangun .
__ADS_1
Dia menangis memohon ampunan karena merasa umurnya dia sudah tidak lama lagi dan menitipkan aku sama Anela pada sang pencipta .
Aku tidak mempunyai firasat apapun ketika mas Andi akan meninggal dan ku pikir itu adalah doa yang sering dan selalu mas Andi panjatkan pada sang pencipta .
Kini aku merasakan sangat berbeda sekali perlakuan antara mas Andi dan mas Satrio walau di awal sama - sama baik dan juga perhatian padaku .
Tidak ada gunanya sekarang kalau aku mengeluh dengan jodohku yang Allah takdirkan padaku .
Mungkin sewaktu aku berumah tangga bersama mas Andi , aku kurang bersyukur sehingga Allah mengujiku saat ini.
"Ya Allah maafkanlah semua kesalahan dan dosa almarhum suamiku mas Andi , tempatkanlah dia diantara orang - orang yang beriman Aamiin ". Ucapku .
"Mah ..Mamah kenapa menangis ". Ucap Anela tiba -tiba .
Aku tidak menyadari kehadiran Anela dan reflek aku menghapus airmataku .
"Tidak sayang , mamah hanya kelilipan".
"Maafkan mamah nak , mamah telah berbohong pada kamu padahal mamah selalu mengajarkan kamu untuk jujur ". Batinku berucap.
"oohh kirain Ane mamah nangis ". Sahut Anela.
"Iya mah tadi bu Guru ya tidak masuk jadi tidak ada pelajaran tambahan ". Jawab Anela.
"Ane pulang kok tidak ngucap salam sih sayang ".
"Dari tadi Ane ngucap salam sampai beberapa kali tapi tidak ada sahutan , ya jadinya Ane masuk saja . pas sudah masuk Ane lihat pintu belakang ke buka , terus Ane kesini . Ane sempet kaget pas lihat mamah nangis ".
"Ya sudah Ane ganti baju lalu makan ya sayang ".
"Iya mah , Ane masuk dulu ya ".
Aku menganggukkan kepala sebagai jawabannya .
"Bukannya tadi mas Satrio main hp ya , kok dia tidak menyahuti salam Anela ". Aku berdiri lalu berjalan masuk dan menutup pintu belakang .
Melihat pintu kamarku tertutup kemungkinan mas Satrio tidur siang .
"Ya Allah makin kesini kenapa sifat suamiku jadi pemalas ya , cuma makan tidur main hp saja kerjaannya . Jika aku tegur pasti jadi bertengkar , aku tidak mau sampai ibuku tahu keadaan rumah tanggaku yang seperti ini ".
__ADS_1
"Bukannya membahagiakan ibu yang sudah tua , ini semakin jadi beban pikiran ibu saja ". Aku menghela nafasku dalam - dalam lalu ku buang perlahan seperti orang selesai olahraga .
Ku buka pintu kamar dan ternyata mas Satrio tidak tidur melainkan lagi main hp .
Perlahan aku dekati mas Satrio yang sedang fokus lihat hp dan ku lirik dia sedang nonton apaan .
"Astagfirullah alazdim masss , kenapa mas menonton video kaya begituan sih !".
"Berisik ah suka - suka akulah mau ngapain , urusanmu hanya masak , nyuci sama bersih - bersih !".
"Sudah sana kamu bersihin rumah kek atau ngapain , jangan ganggu aku . orang lagi asyik nonton malah di gangguin ".
Aku keluar dari kamar dan baru akan ke belakang , namun mas Satrio memanggilku .
"Mela..Mela ! Kamu denger tidak sih aku panggil - panggil , Mela !".
"Iya mas ". Sahutku ketika aku buka lagi pintu kamar .
"Baru juga kamu keluar kamar , di panggil - panggil tidak nyahut . Sekarang siapin aku makan siang , aku sudah lapar ". Sungutku pada Mela istriku .
"Iya mas , sebentar aku siapkan . Anela juga mau makan sekalian aku siapkan ".
"Hmm..". Hanya deheman yang mas Satrio jawab.
Aku ke arah dapur untuk menyiapakan makan siang untuk mas Satrio dan Anela .
"Mah ..apa yang bisa Anela bantu ?". Tanya anakku padaku .
"Kamu siapin piring sama air minum saja ya sayang ".
"Baik Mah , oh iya Mah om Satrio juga mau makan apa tidak . Biar sekalian Anela ambil piring juga gelasnya ?".
"Iya .. kita makan siang bersama , sebentar lagi sayur ya lagi di hangatkan ".
"Ya udah Anela siapin yang lain dulu ya Mah".
"Iya sayang terimakasih y , sudah mau bantuin Mamah ".
"Iya Mah sama - sama , biar Mamah tidak kecapean . kalau Anela bisa bantu pasti Anela bantu Mah ".
__ADS_1
"Terimakasih Ya Allah ..Kau berikan anak sebaik Anela padaku . Semoga kamu jadi anak yang sholeha , pinter dan sukse dunia akhirat ya nak ". Ucapku dalam hati .