Derita Pernikahan Ke 2

Derita Pernikahan Ke 2
Menjadi buruh kuli


__ADS_3

Aku bercerita semuanya pada ibu , bukan karena aku mengadu cuma ingin melepas pikiran yang membuatku lelah .


Walaupun menjadi buruh kuli di tempat ya pak Kades , tidak membuatku malu daripada hanya mengandalkan suami yang pengangguran mau di kasih apa kelak jika aku melahirkan .


Biaya persalinan yang lumayan mahal membuatku harus kuat menghadapi semua ini . Anggap saja aku sedang berjuang untuk menanti kelahiran anak ke duaku .


"Maafkan mamah ya nak , dalam keadaan begini terpaksa mamah harus bekerja ? yang kuatnya kamu di dalam , sampai waktunya nanti kita bertemu di dunia ", sahutku sambil mengusap perutku yang masih datar .


Menjelang sore aku sudah pulang ke rumahnya mas Satrio dan saat aku tiba mas Satrio masih tidur .


Aku langsung ke dapur dan betapa kagetnya aku melihat meja makan penuh sampah dan piring - piring kotor .


Ku buka tudung makanan dan tanpa ada sisa sedikitpun . Padahal mas Satrio tau ketika aku pergi ke rumah ibu belum makan apapun , tega banget dia ngabisin semua makanannya .


Tidak terasa aku meneteskan airmataku , selama hamil yang sekarang mudah sekali aku menangis . Sangat cengeng dan sensitif , walau hanya bisa menahannya dalam hati .


Sebenarnya aku malu menceritakannya ini semua pada ibu , namun pada siapa lagi aku harus mengadu ? suami yang hanya peduli pada diri sendiri .


Membereskan piring kotor dan membuang sampah serta mengelap meja yang terkena tetesan kuah sayur .


Saat aku mencuci piring , entah sejak kapan tiba - tiba mas Satrio langsung angkat bicara .


"Pulang jam berapa tadi kamu ?",


"Ehh mas ..sejam yang lalu mas ", jawabku .


"Sejam yang lalu ? kok aku tidak tau , padahal aku tidur baru setengah jam !",


Aku agak gelagapan karena kalau aku jujur takut menambah mas Satrio marah .


"Tadi ..tadi aku duduk di depan dulu mas , soalnya kakiku pegal . Sudah lama tidak jalan jauh sehingga mudah cape .


"Makanya jangan hanya di rumah mulu , kemana kek nyari kerja ", Sahutnya dengan enteng .


Merasa tidak sadar diri dengan apa yang di katannya . Seharusnya kan itu kata - kata yang aku lontarkan buatnya .


"Mas.. kalau ada pekerjaan boleh tidak aku kerja ?", Takut - takut aku berbicara .

__ADS_1


"Kerja ..kerja apaan hah ", mas Satrio memicingkan matanya lalu tersenyum mengejek.


"Jadi buruh kuli di pak Kades mas , boleh tidak ?",


Beberapa saat belum ada jawaban dari mas Satrio , aku sudah takut jika tidak di izinkan sedangkan aku sudah bilang sama ibu mau bekerja .


"Gimana mas ..", Tanyaku lagi .


"Terserah kamu , yang terpenting kamu tidak melupakan tugasmu jadi seorang istri ", Jawabnya dengan ketus .


"Baik mas ..pasti aku kerjakan semuanya dengan beres ", merasa senang atas izinkan .


Aku melanjutkan mencuci piring dan memasak buat makan malam .


Bahagia bisa sering bertemu dengan Anela juga ibu tanpa harus sering - sering izin ke rumah ibu karena otomatis aku akan mampir ke rumah ibu tanpa sepengetahuan mas Satrio .


Tadinya aku ingin bertanya lagi tentang piring juga gelas - gelas yang kotor , apakah tadi ketika aku pergi ada tamu yang datang ? .


Ingin rasanya bertanya lagi namun aku takut jika mas Satrio berubah pikiran tidak mengizinkanku .


Seburuk - buruknya kelakuan mas Satrio , aku tetap harus menghormatinya sebagai kepala keluarga di rumah ini .


Bergegas aku ke belakang lagi dan segera aku mengangkat baju - baju yang sudah kering dan ku bawa ke ruang tengah .


Di atas tikar aku duduk untuk melipat baju . setelahnya aku bersandar di dinding sambil selonjoran kaki .


"De ..bangun sudah mau magrib , kalau mau magrib tuh jangan tidur tidak baik ",


Aku mengucek mataku dan perlahan ku buka .


"Mas Andi ..kapan mas pulang ? bukannya lagi ke luar kotanya ?",


"Mas baru pulang de , mas lihat pintu depan tidak di tutup ini kan mau magrib terus baju - baju juga kenapa di siniin ",


"Ade sakit ? apa cape ? kan mas sudah bilang kalau sakit tidak usah bekerja biarin saj cucian tuh tidak bakalan nangis terus kalau sakit istirahat di kamar jangan disini ",


"Sekarang pindah gih ke kamar , bajunya biar mas yang beresin nanti " ,

__ADS_1


"Iii ..iya mas , maafkan aku ", sahutku .


"Mel ..Mela bangun Mel ? di bangunin susah banget sih ",


"Mela !!!",


Aku kaget langsung terbangun dan mendapati mas Satrio di depan wajahku dengan muka menahan marah .


"Kamu di bangunin kaya orang mati saja , ngapain kamu tidur disini terus baju masih belum beres , pintu terbuka ! kamu mau ada maling masuk hahh ", hardik mas Satrio .


"Maaf mas ..tadi aku cape terus ketiduran ",


"Cape - cape ..cuma duduk saja cape , memang ya kamu di suruh nyangkul apa cape . Sudah cepat bereskan semuanya , habis itu siapin aku makan sudah lapr perutku ",


Lalu mas Satrio pergi ke kamar , ya Tuhan bukannya sekalian bawain baju ke dalam kamar . ini hanya menyuruh dan bisanya ngomel mulu , tidak seperti mas Andi .


"Astagfirullah ..kenapa aku membandingkan antara mereka ya . sudahlah aku bereskan ini semua takut tambah marah nanti " ucapku sambil membawa keranjang baju ke dalam kamar .


Sehabis isya aku merasakan ngantuk yang luar biasa , sehingga aku langsung terlelap dalam buaian mimpi .


Entah firasat apa sehingga akhir - akhir ini aku sering di datangi almrhum mas Andi .


Apa mungkin karena terlalu memikirkan dan selalu membandingkan antara ke duanya ?


"Mel ..kamu sudah tidur belum ? Mel ..Mela , cepat sekali dia tidur . Aku perhatikan akhir - akhir ini mela cepat tidur dan tidak peduli tempat juga dia lngsung tertidur seperti orang baru selesai kerja rodi ",


"Sudahlah bodo amat , yang penting malam ini aku mau mabar sama temen - temen dan tidak ada yang akan melarangku hhahaa ",


Ku tinggal Mela yang sedang tidur sendirian lalu aku ke belakang ingin membuat kopi sekalian mengambil cemilan untuk teman mabar .


"Enak juga ya kalau punya istri yang penurut , tidak kerjapun masih bisa makan , ngopi , ngemil dan tentunya mabar !",


"Tiap hari saja dia seperti ini , masih sore sudah tidur jadi tiap malam bisa begadang sampai pagi ",


"Coba dari dulu aku nikahin dia , tidak susah - susah aku cape kerja dan terbebas dari bawelnya ibuku ",


"Beruntun Mela tidak bawel bin cerewet seperti ibu , kalau sama haduhhh tambah pusing otakku di buatnya ",

__ADS_1


Aku lanjutkan main game online bersama teman - temanku dan tidak terasa waktu sudah mau subuh . Akan tetapi mataku masih cerah dan masih semangat .


Namun tiba - tiba aku mendengar suara langkah kaki dari arah kamar , bergegas aku pura - pura tidur agar tidak ketahuan habis begadang .


__ADS_2