Destinity A & S

Destinity A & S
Kembali


__ADS_3

DiSaat tertentu kamu harus


bisa mengendalikan dirimu :)


-Anggara-


^^^*jangan ber*bicara^^^


-**Susan**-


Hiruk piuk suara teriakan dari kelas menggema membuat sipengendang semakin gencar ingin memainkan gendangnya supaya dapat membuat sipeneriak puas.


"Tarik sis?"ucapnya lantang.


"Semongko"ucap seluruh siswa.


"De yang gatal gatal sa


De yaang mati gila sa


Skarang ko emosi baru....Belum sempat melanjutkan gurusudah berdiri tegap didepan pintu."


"Ehhhhhh,Ibuk uda sampai disini?"ucapnya menampilkN senyum terbaik.


Mendekati dan langsung menjewer telinga muridnya"hooh,jadi gini kerjaan anak kelas mipa!"ucap bu guru menggebu-gebu kemarahannya sudah diujung tanduk.


"Aishhhhh ibuk mah jahat,"


"Lagi datang bulan mas maklum!"ucapnya dengan suara lantang tak lupa senyum jahil diwajahnya.


"DIMAS!jangan buat masalah dengan saya.Apa kamu mau mau ibu hukum gantung?"dengan nafas yang sudah naik turun melihat tingkah konyol anak didiknya.


"Saya ngomong jujur kok buk,mama saya pernah bilang kok buk,Kalau perempuan itu marah marah berarti dia lagi pms buk,"ucapnya dengan polos.


Tok tok tok.


"Masuk"ucap guru.


Melangkah masuk dan langgsung menuju kursi yang kosong yakni didepan namun disampingnya juga kosong hingga dia bebas,namun saat hendak mendudukan bokongnya dikursi sebuah suara menghentikan.


"Siapa yang suruh kamu duduk,saya suruh kamu masuk bukan duduk"ucap gurunya menghadap dirinya.


Namun Anggara hanya diam tak berniat menjawab sekalipun ditelinga terdapat earphone dan mulutnya sibuk mengunyah permen karet hingga membuat guru itu naik pitam.


"Kali ini apa apa alasan kamu anak baru?"mencoba sabar.


Diam tak bergeming bahkan dengan santainya membuat balon dari permen karet yang dia makan.


"Saya suruh kamu keluar!!!!"ucap guru tanpa memandang dirinya.


Diam tak beranjak pergi.

__ADS_1


"Keluarr!!"


"Kamu saya silahkan keluar!"ucap gurunya menggebu sambil memukul meja.


Dan ternyata itu berhasil membuat Anggara kaget,namun terlebih dahulu dia merubah ekpresi menjadi datar.


"Ban bocor"ucapnya dengan santai.


"Saya harus percaya!dan apa telinga kamu sudah tidak berfungsi hingga tidak mendegar saya meengatakan kamu keluar?"ucap gurunya.


Tanpa basa basi dia menunjukan vidio dimana dia memperbaiki ban Sepeda motornya dan menelpon si montir menjelaskan kepada gurunya.Hingga berhasil membuat gurunya melongo tak percaya.


" Saya sudah selesai"melangkah duduk.


Bagaimana tidak melonggo ibu guru tersebut sebab dia langsung mendengar suara montir dimana dia sangat menyukai pria itu sejak pandangan pertama dia sudah menyukai seseorang yang berprofesi sebagai montir tersebut hingga membuat jantung nya bedetak tak kuruan.


"Baik lah,Dimas kamu dudul dan Alvin kamu jangan lagi berkata yang membuat saya naik pitam ya,tapi nanti kamu datang kemeja saya untuk membawa buku latihan nanti."tersenyum manis kepada seluruh muridnya.


"Sip buk"ucapnya dengan suara keras dengan tangan bak seorang tentara yang menghormati bendera merah putih.


"Baiklah anak anak kita sekarang belajar matematika jadi perhatikan ya"ucap gurunya.


"Iya buk,tapi saya mau nanyak buk kita belajar tentang apa buk?"ucap slah satu murid terpandai.


"Oke.Judul besarnya adalah Limit Fungsi halalaman 216 pengertian dihalaman 218-234 Dan soal latihan di halaman 235 kerjakan sekarang."


"Aish,Gimana mau ngerti buk ibuk aja gak mau ngejelasinnya"ucapnya dengan lesu."


"Kamu ngantuk Alvin?"ucap gurunya.


"Ckcckkc,ntung gak kena muka saya buk,tapi jujur ya buk saya ngantuk buk karena saya semalam maen game buk"ucapnya mengucek ngucek matanya.


"Oh,kalau kamu ngantuk mau ibuk buat gak ngantuk?"ucap gurunya mencoba bersabar dalam hati.


" Ya mau lah buk,saya juga mau belajar sama ibu kok"ucapbya dengan girang dan polos sama seperti ketika seorang ibu menawarkan mainan kepada anak nya.


"Sekarang kamu lari kelapangan dua kali lalu kembali kesini"ucap gurunya.


"Loh tapi.."


"Lah loh lah loh tidak ada tapu tapi ini perintah dari saya sekaligus aturan baru bagi yang mengantuk dikelas!!"


"Mengerti?"ucap gurunya


"Ngerti buk."


***


Plakkkkkk ....


Sebuah tamparan keras

__ADS_1


terdengar sisebuah rumah mewah nan megah.Dimana tamparan keras itu dilayangkan kepada putri semata wayangnya.Gadis itu hanya bisa diam karena menurutnya percuma dua berbicara dan dia belum mengerti bagaimana itu bisa terjadi semua pertanyaan bermuncukan dikepalanya


sejak dia mengetahui hasilnya.


'Aku sudah melakukan yang terbaik.kenapa bisa hasilnya seperti ini?bagaimana?mengapa bisa sperti ini .


"Sudah kukatakan kepadamu jangan buat papa malu"suara bariton tegas sang ayah juga dan tatapan tang tajam membuat dia tak mampu membuat dia mengangkat kepalanya.Ia sendiri tak tau harus menjawab apa.Dia hanya mengegelengkan kepalanya.Sungguh dia tidak mengerti bagaimana bisa seperti itu.


"Jawab pertanyaan papa mu ini Susan. jawab dan angkat kepalamu!"


Mendengar itu dia hanya terisak dan merasa sakit karena papanya selalu melontarkan kata kata penuh penekanan.Ia mengangkat wajah nya menghadap sang papa.Aku.... tidak aku tidak tahu,pa aku...."


sebelum mendengar lanjutan kata kata Susan papanya sudah terlebih dahulu membentaknya dan mengtakan"apa kau tidak tahu?sudah kukatakan sekolah dengan benar jangan banyak bermain.Lihat bagaimana malunya papa melihat kau juara II."


"Pa... maafkan Susan"isaknya seraya meraih tangan papanya.


Dihempaskan tangan putrinya"Sudah lah,perbaiki nilaimu dan bulan depan akan ada kompetisi Sains, disanalah tunjukan kau juara satu baru aku memaafkan dirimu"menunjuk wajah putrinya dan pergi.


"Bangun nak,"ucap ibunya seraya mengangkat tubuh putrinya.


"Hiks hiks papa kecewa ma suam gak mau lihat papa malu"memeluk ibunya.


"Ibu bangga memilikimu Susan,jadi tingkatkan saja perlihatkan padanya kau bisa dan walaupun usahamu gagal jangan sedih nak,ingat mungkin besok lusa atau bulan depan kamu bisa menang jadi juara"ujar ibunya dengan senyum dan menghapus air mata putrinya.


"Iya ma,Susan usaha dan berdoa"ucapnya senyum dan memeluk ibunya.


*****


"Susan?"ucap ibu guru setelah membuka nama absen.


"Gak hadir buk"ucap salah satu siwa.


"Izin,sakit,alpa?"


"Izin buk, sebab dia semalam baru ikut academy sains buk dia juga juara II."


"Baiklah kumpulkan tugass kalian nanti dimeja dan saya ucapkan selamat pagi."


"Baik buk"ucap seluruh peserta didik.


PERHATIAN KEPADA SELURUH KETUA KELAS HARAP DATANG KEKANTOR.


"Woy...."


"Ketua mana ketua "ucap Alvin


"Woy,dimas menggagetkan Zatria yang sedang menulis."


"What the ****.*******!"ucap Zatria dengan kasar.


"Ye lu dipanggil *******!"ucap Dimas.

__ADS_1


__ADS_2