
pergilah jika tak ingin diingat
-Susan-
krik kruk kruk bunyi perut yang berasal dari perut wanita yang berada tepat disampingnya 1 jam yang lalu dan 15 menit setelahnya aku dan dia bersalaman,namun tak dapat dipungkiri bahwa perutnya juga sudah lapar.
"Ya Tuhan hambamu lapar,bagaimana ini"batin susan melihat sekeliling.
"Dasar bodoh"guman pria itu namun masih dapat didengar oleh Susan.
"Anak anak kita mari lanjutkan materi kita dan ingat baca,pahami dan tanya jika kanu belum mengerti,"ucap gurunya
"Baik buk"ucap seluruhnya tak kecuali dengan Susan.
Kring kring kring(suara bel)
"Baik lah anak anak jangan lupakan tugasmu membaca ya,sebagai pr nya untuk minggu depan ringkas bagian yang kalian baca sampai B,"ucap guru seraya memperbaiki buku untuk segera pergi.
"Baiklah,silahkan keluar selamat siang anak anak,"
"Siang buk"seluruhnya.
****
Seluruh kantin penuh dengan murid murid yang sedang menunggu makanan dari kantin bukan tanpa alasan melainkan jiwa cacing didalam sana sudah meronta ronta.
"Mbak..."*panggilnya dengan suara keras.
"Mbak...."panggilnya mencoba sabar
"Ehhhh,udah lapar ya neng "ucap pria paruh baya sambil mengantar pesannan yang biasa sama Susan.
Sabar susan orang sabar pantatnya lebar ..
Eghhh pemikiran apa ini
upsss Orang sabar dizayang Tuhan* batinya sambil mengelus dada.
"Yeh sibapak kayak gak tau saya aja,jangan bilang ini minumana ada pelet nya ya pak!"ucapnya langsung.
"Gapapa lah biar neng cantik mah sama saya aja,"ucapny dengan senyum menjengkelkan menurut Susan.
"Jangan jangan ini ......"Ah gak mungkin lah batinnya seraya menatap sepiring nasi goreng pedasdengan air meneral.
"Ehhh neng??jangan dilihatin atu,dimakan ya tenang mang Diman gak buat apa apa kok"ucapnya dengan tulus.
"Makasih ya mang"
15 menit Susan berkolaborasi dengan makanan yang di depan nya hingga Susan sudah merasa kenyang.
"Ahhhhh......"ucapnya dengan senyum yang merekah diwajah cantiknya mengingat beberapa jam lagi akan masuk kekelas dan menghadapi soal fisika.
__ADS_1
Fisika lagi batinya.
******
Kring kring suara bel berbunyi pertanda bahwa akan masuk kekelas.
"Agkkkkk....."teriaknya saat melewati koridor sekolah.
"Lepassss!"ucapnya pada seseorang berjubah hitam membawanya ketaman .
"Ya Tuhan bantu aku,ingin aku melawan tapi fisikku tak sekuat dia"perlahan kesadarannya hilang.
"Hahhaha,nona muda aku sudah lama sekali ingin menyentuh mu tapi...." ucapnya Seraya menyentuh wajah Susan yang tidak sadar.
"lepasin dia *******!jangan sentuh dia!lu mau mati sekarang juga hah!"ucapnya dengan wajah yang memerah tak lupa tangannya sudah terkepal kukunya sudah memutih.
"Hahahhahaha ternyata ada pahlawan disini ya"ucapnya dengan smirk di bibirnya.
Tanpa ba bi bu be bo dia langsung maju dan menghajar pria berjubah itu.
"Hahhahaah segitu kemampuan pengecut ya,"ucapnya meremehkan pria itu.
"Cih *******!lu lihat aja ya pembalasan gue selanjutnya tunggu gue"ucapnya menunjuk dan menyekah darah disudut bibirnya.
Sesaat dia melihat Susan pingsan dan terbesik pikiran kotornya.
Mendekatkan wajahnya kearah bibir Susan mencoba mengecup dan menghisap,******* bibir seksi Susan.Namun belum sampai terlaksana dia sudah terpelanting ke belakang.
"Sekali lagi gue peringantin pergi!jangan pernah sentuh milik gue lagi"ucapnya dengan nada tinggi dan penuh penekanan.
"Ckckkck lu nyusahin gue"*batinnya seraya menggendong ala brid style.
****
15 menit berlalu…
"Auhh ahhhh,kepalaku"ucapnya sambil memegang kepalanya.
"Aishh,gue dimana?ini kamar siapa?"ucapnya beruntun namun nihil tak ada jawaban sama sekali.
"*gue keluar aja deh,ntar gue di ....."
Aaish pikiran macam apa ini batinnya*.
"Bangun,jangan banyak tanya gue anterin lu pulang,jangan bilang makasih ini kewajiban gue sebagai manusia harus saling menolong so,jangan pernah lu ingat gue pernah nolongin lu "Ucapnya datar sambil memakai sepatu dan jaket kulit.
ckvkkvkk sombong banget lu gue juga gak gak mau bilang makasih tapi kok bisa gue disini ya batinnya.
"1,2,3,4,gue hitung sampai lima lu gak turun dari kasur gue,gue berubah pikiran dan lu cari jalan sendiri."ucapnya dengan kunci yang dimainkan dan nada yang datar.
"Ckckck iya iya"ucap wanita itu dengan kesal.
__ADS_1
gimana coba,gadak halus halusnya nih cowok tapi ganteng banget sumpah .Dasar es balok umpatnya dalam hati.
"Jangan sentuh gue"seraya melemparkan helm keSusan.
"Cih ngarep banget lu di sentuh,cih gue juga gak sudi"guman nya tanpa sadar dapat didengar pria itu.
"Lu barusan ngomong apa?"ucap pria itu pura pura bertanya.
"Emmm anu-anu,gue harus pulang nanti mama cariin anterim gue."ucapnya dengan cepat.
Brum brum…
Sepi lalu lalang jalan lintas membuat dia sangat cepat membawa sepeda motor.
Hening itulah keadaan saat ini di sepeda motor pria itu, namun itu membuat Susan tak tahan ingin bertanya.
"Heii,lu Anggara kan?teman sekelas sekaligus teman sebangku gue?"ucapnya dengan setengah teriak.
"Hmmm"ucap pria itu.
Gak ada kata lain kah selain hmmmm,dasar es balok lu umpatnya dalam hati.
"Rumah"ucap Anggara
"Ya ampun ini orang kok susah banget sih ngomong lagi pula ngomong gak pake kuota kok irit banget sih"gerutunya dalam hati setelah mendengar pertanyaan simpel.
Tak perlu waktu lama Susan sudah mengerti maksud pertanyaannya.
"Jalan lintas Timur desa xxxx"ucapnya dengan teriak.
Tak perlu waktu lama Anggara sudah sampai didepan kompeks terdapat rumah mewah lengkap dengan vasilitas mewah didalamnya dan terdapat beberapa jejer mobil mewar.
"Turun"ucap Anggara.
"Maka..."
Sebelum dapat melanjutkan kata katanya
Anggara sudah pergi dari hadapannya dengan cepat.
"Ckckck dasar manusia aneh"umapatnya
Tak lama kemudia dia melangkah untuk masuk kerumah,namun dikejutkan oleh.
Hayoo apakah itu?
😢 maaf ya author lama up soalnya ada banyak kerjaan yang gak bisa aku tunda dulu
maaf😴.
Vote dan komen😍
__ADS_1