Destinity A & S

Destinity A & S
Kemarahan seorang ayah


__ADS_3

Jangan umbar aib keluarga mu,akan tetapi tutupi dengan senyum seakan tidak terjadi apapun.


-Susan-


"Ckck manusia aneh,"umpatnya


Tak lama kemudian dia melangkah,untuk masuk kerumah namun,dikejutkan oleh.


Plakkkkkkk


Sebuah tamparan berhasil mendarat dipipi mulus milik susan.Dengan susah payah dia berdiri mencoba menatap sang ayah namun,diurungkan niat untuk menjawab karena tak ingin memperpanjang masalahnya.


"Ya tuhan,kuat kan hatiku,"batinya berdoa.


Pranggggg suara vas bunga tepat di depannya hingga suara itu membuat susan terkejut dan suara bariton papanya memenuhi ruangan itu.


"Kenapa kamu bolos!"ucap sang papa dengan nada dingin membuat suhu ruangan itu panas padahal sudah ada Ac diruang keluraga.


Tanya dia Vidia Angresiani"apa dan kenapa dia bolos?"


"Sayang,"ucap bundanya dengan tenang dan memeluk putrinya itu.


"Susan gak mau bolos bun tapi,tadi ada"Kalau gue kasi tau bunda khwayir sedangkan ayah gak akan percaya.Batinya dengan air mata yang terus saja membanjiri pipi mulusnya.


"Tatap bunda nak,tadi ada apa?"tatapan ibunya penuh dengan tanya dan harapan akan jawaban putrinya.


Suara bariton papanya kembali mencuat dengan muka memerah.


"Apa kamu hanya menjadi ****** hah!hingga kamu pulang dengan laki laki tadi!apa kamu pacaran dengan dia!bentak papanya dengan membanting hendphone miliknya kelantai."


"Jawab!kenapa apa itu benar!cih kamu memang tidak pernah memikirkan kehormatan keluargamu"ucap papanya beruntun.


mendengar peryataan papanya membuat hatinya sakit dan perih ternyata papanya tidak hanya melukai fisik tapi batin juga fikirnya.


"Cukup papa!cukup"ucap bundanya dengan menyatukan kedua tanganya tanda memohon,apa papa selama ini gak pernah ngelakuon kesalahan?biarkan putri kita yang menjawab dan kamu bukan papa yang baik.Kamu tau papa yang baik itu datang kedepan pintu dan bertanya dengan baik dan nada yang halus kenapa kamu pulang terlambat nak,"ucap bundanya mengebu gebu dan mengeluarkan segala unek uneknya sejak tadi.


"ckckck bersikap baik dengan putri pembangkang,hhahha kamu pikir ini dunia dongeng hah ayolah kita terlalu lembek untuk anak ini sehingga dia bolos dan dia juga kalah untuk olimpiade huh apa kamu tau itu,"ucapnya dengan menunjuk putrinya.


Sekian lama Susan diam dia kembali bersuara.


"Maaf"ucapnya menunduk sambil senggugukan.

__ADS_1


"huh,maaf kamu fikir dengan minta maaf dapat merubah nilai kamu dimata guru dan orang orang tentang keluarga kita,"ucapnya menggebu.


"Sudah nak,biarkan saja papamu pergilah kekamar dan bersihkan dirimu ya,"ucap bundanya dengan tulus.


"Tidak!"suara lantang itu menghentikan langkahnya saat itu juga.


Sesaat jantungnya berdetak dengan cepat dan darahnya serasa sangat cepat dia sangat memgetahui bahwa papanya sedang sangat marah.


"Ya tuhan,tolong aku kenapa papa gak kau nunggu penjelasan aku "ucapnya dalam hati.


"Hari ini kamu akan tidur digudang dan kamu jangan makan dari makanan yang baru akan tetapi yang sisa itu pun hanya sedikit atau setara dengan makanan kucing,itulah hukuman kamu anak pembangkang."ucapnya melangakah pergi.


"Tunggu!papa macam apa kamu hah!"ucap bundanya menimpali namun,tidak menggubris teriakan istrinya.


"Udah bun,susan gak papa kok"mencoba tersenyum kepada ibunya.


"tapi.."ucap ibunya


Syutttt sebuah tangan kecil itu menempel dibibir ibunya.


"Bunda tau,Susan anak yang baik dan kuat kan jadi itu bukan apa apa kok"menampilkan deretan gigi putihnya.


"Huh kamu ini"memeluk anaknya itu.


krek.....


debu dan banyak nya barang barang membuat seorang anak gadis itu menangis.


"Begini kah hidupku,hahha miris sekali"batinya.


belom 5menit dia sampai dikamar dan disuguhkan pemandangan indah dimana seorang anak bermain catur disamping nya terlihat sangat akrab bahkan disana seorang ayah selalu bersikap manis kadamg kadang menyentuh hidung dan mengacak rambut anakanya dengan sayang.


"Non,non kenapa disini?"ucap pembantu paruh baya itu.


Diam tak bergeming bahkan tatapanya pun lurus kesamping dimana tetangganya itu.


"Non,"ucap wanita paruh baya itu saraya menyentuh bahu dan tanganya.


"Buset eehehhehe mama mama muda"ucapnya tesadar sekaligus terkejut.


"Non lagi perhatiin itu orang ya"menunjuk tetangga yang sibuk bermain dan bercengkrama dengan putrinya.

__ADS_1


"Ehhh,gak kok bi"ucapnya berlalu dan kembali memebersihkan yang akan ditinggali nya untuk malam ini.


"Yaudah,tapi non gak bisa bohong sama bibi karena bibi udah tau apa yang dihati non dan sekarang bini bantuin non aja anggap aja bini gak atau apa apa"ucap wanita parih baya itu yang disebut Bik Arsi.


Saat itu juga Susan langsung menghambur kepelukan bik Arsi yang telah bekerja selama bertahun tahun.


"Hikssss hiksss Susan dituduh macam macam bik Susan di bilang gak bisa banggain papa sama bunda dan Susan ****** masih banyak lagi bik,"ucapnya sambil memeluk pembantu Art itu.


perih itulah yang menggambarkan hati wanita tua itu yaitu bik Arsi


"Gak kok,non terbaik dan yang penting non udah usaha kan yang penting usaha bukan hasilnya,"ucap wanita paruh baya itu.


"Bibik bantuin ya non"ucapnya dengan lembut.


Susan hanya lega dan mengangguk kan kepalanya.


****


Rumah Anggara.


Dretttt dretttt


pertanda sebuah panggilan masuk.


"siapa sih ganggu orang istirahat aja huh,"omelnya dengan malas.


"hallo,"ucapnya.


"Ehhh,ternyata anak nakal sudah bangun,tapi kenpa lama ngangkat telepin bunda?"


"Aishhh,oh ayolah mi to the point ngapain bahas yang segala."


"Baik anak nakal,bunda ada di L.A ya menjemput ayah mu jangan rindu hanya 3 Hari ok salam.


Tut tut.panggilan berakhir


"Dasar orang tua"umpat Rangga.


Kruk kruk suara cacing milik Rangga mulai berdemo ingin diisi hingga


terbesit pikirannya go Food aja.

__ADS_1


Maaf ya lama up saya lagi ngerjakn tugas juga


__ADS_2