Devano & Semestanya

Devano & Semestanya
episode 15


__ADS_3

raja memberhentikan motor nya ketika sudah berada di depan rumah zella yang di instrusikan oleh nya.


zella turun dari motor raja dan kemudian melepaskan helm nya dan memberikan nya pada raja dan raja menerima helm yang di berikan zella.


"terimakasih"ucap zella


"hmm"jawab raja dingin


"yaudah hati hati Van"


ketika mendengar kata yang keluar dari mulut zella membuat raja mengernyit kn dahinya."Van?"ucapnya dengan tanda tanya menatap gadis di sampingnya.


mengerti akan kebingungan raja.zella tersenyum tipis menatap wajah cowok tampan yang bernama RAJA DEVANO ALEXANDER.


"nama kamu kan RAJA DEVANO ALEXANDER"ucapnya yang membuat sang pemilik nama menatap nya intens."orang sering manggil kamu raja.tapi,aku lebih suka manggil kamu vano yang aku ambil dari kata kedua dari nama kamu"lanjutnya.


"hanya itu?"tanya raja


"hmm"


"boleh kan? aku manggil kamu vano"ucapnya meminta izin sang pemilik nama.


raja diam dan menatap lurus ke jalanan.setelah beberapa detik ia menoleh ke arah samping dan memalingkan wajahnya kemudian ia menghidupkan motornya.


sebelum ia melanjutkan perjalanan pulang nya.ia menoleh ke arah gadis cantik yang sedang menatapnya."terserah lo"ucapnya yang membuat zella tersenyum tipis.


raja melajukan kendaraan bermotor nya dan menuju ke basecamp tempat nya berkumpul dengan anggota anggota nya.


setelah kepergian raja zella berbalik dan berjalan menuju rumahnya.


langkah nya terhenti ketika ia sudah berada di depan pintu rumah nya.ia ragu ragu untuk memegang kenop pintu apalagi masuk ke dalamnya.


ia menghela napas panjang, kemudian ia ulurkan tangannya dan membuka pintu itu.ia memasuki rumah nya dan mengedarkan pandangannya ke segala sudut ruangan.


tidak ada siapapun hanya ada keheningan yang menghiasi rumah nya sekarang.


"sunyi banget"batinnya

__ADS_1


"apa Naya dan kak rey belum pulang?"analognya.


"mungkin belum? atau juga mereka berada di kamar nya masing masing "jawabnya pada diri nya sendiri.


tapi,ini adalah sebuah keberuntungan untuk zella.ia pulang terlambat sekarang karna tadi di perjalanan sedikit macet membuat terlambat pulang sesegera mungkin ke rumah.dan karna rumah sepi maka tidak ada neraka yang akan di buat sekarang di rumah ini bukan?"


zella melangkah kan kakinya setelah memastikan rumah benar benar sepi.kakinya berjalan menuju tangga.baru satu langkah kakinya menginjak tangga satu.seseorang menarik lengan nya yang membuat dirinya tersentak kaget.


zella menoleh kn kepala nya kebelakang.matanya membola ketika ia melihat seseorang yang menarik tangan nya ternyata adalah ibu tirinya.


tubuhnya gemetar ketika melihat manik hitam itu saling menatap.mata ibu tirinya memerah tersirat di sana menyimpan kemarahan.


"mah"lirih nya


"dari mana kamu?"tanya nya dengan suara yang menahan geram.


"kenapa baru pulang?"lanjutnya


"tadi macet mah "jawab nya dengan mata yang terus menatap ke bawah.


"alesan"


ibu tirinya menarik zella ke arah kamar mandi.setelah berada di kamar mandi ibu tiri nya melempar kan zella hingga membuat kepala kening zella membentur tembok yang mengakibatkan kepala nya berdarah.


zella meringis tangan nya memegang kening yang terus mengeluarkan darah.zella menatap ibu tirinya dengan tatapan yang tak bisa di artikan.


ibu tirinya mengulurkan tangannya dan meraih rambut hitam milik zella kemudian menjambak nya dan menyeret zella ke arah bathtub yang sudah terisi air.


ibu tirinya melihat zella yang kesakitan.ia tersenyum miring melihat keadaan zella yang sudah tidak baik baik saja.ia puas melihat zella seperti ini.


ibu tirinya berlalu pergi meninggalkan zella.zella pikir neraka nya sudah berakhir.ia menghela napas lega.


baru juga zella menghela napas lega ibu tirinya menghampiri zella lagi dengan sapu yang ia pegang di tangan nya.atensi zella melihat ke arah sapu yang di pegang oleh ibu tirinya.kemudian zella menatap manik hitam milik ibu tirinya.


yang zella lihat bibirnya tersenyum miring melihat tubuh nya sudah menggigil dan gemetar ketakutan.


"hukuman kamu belum selesai"ucapnya

__ADS_1


"mah jangan "


tidak ada jawaban dari ibu tirinya.ibu tirinya melangkah mendekat ke arah nya.langkah demi langkah ibu tirinya sudah hampir dekat dengannya.


ketika ibu nya sudah di depan nya tak tanggung tanggung nya ibunya melayangkan pukulan pada tubuh zella.


"awsss sa..kit"ringis nya kesakitan akibat pukulan itu


ibunya terus melayang kan beberapa pukulan hingga membuat kulit nya terdapat memar.


zella yang amat kesakitan menatap ibunya dengan wajah yang memelas untuk mengehentikan aksi ibu nya untuk berhenti memukul nya.


"mah udah sa...kit"ucap nya terbata bata dengan sisa tenaga yang masih ia punya


"sakit mah u..dah"lirih nya lagi


"mah... ud...ah ze...la mo...hon"mohon zella pada ibunya.


sedangkan ibu tirinya mengabaikan rintihan kesakitan zella dan menulikan telinga nya.


ibunya terus memukuli nya hingga ibu nya merasa puas menyakitinya.


tubuh zella sudah lemas.zella hanya diam sekarang tak ada lagi suara yang memohon tak ada lagi rintihan kesakitan ia menggingit bibirnya hingga mengeluarkan darah amis ketika ibu nya terus memukuli nya tanpa ampun.


hanya air mata yang terus mengalir ke pipi putih nya itu.zella memilih diam berhenti memohon pada orang yang terus memukuli nya.because,sekeras apapun dirinya memohon untuk ibunya berhenti itu hanya sebuah titik harapan yang sulit terjadi.ibunya akan menyiksa nya hingga dirinya puas dan melihat tubuh nya sudah tak berdaya bahkan bila nyawanya sudah hilang dari raganya pun ibunya tidak akan peduli padanya.


dari itu zella memilih diam menerima pukulan yang terus menghujam tubuh nya.ia memejamkan matanya mengingat sosok ibunya yang selalu memeluk nya erat ketika dirinya menangis dan mendapatkan luka dari sebagian tubuhnya.tapi,lihat sekarang ibu nya sudah tiada hanya ada orang yang di depannya yang berstatus ibu pengganti untuknya yang menciptakan neraka untuk nya.


seharusnya ia mendapat kan kasih sayang bukan mendapat kan kekerasaan seperti ini.takdir sudah berubah sejak ibu nya pergi meninggalkan diri nya.


zella membuka matanya menatap ibu nya yang masih setia memukuli nya.ibu tiri nya yang sudah ia anggap ibu nya sendiri ternyata yang menciptakan neraka untuk nya.


sedangkan di tempat yang berbeda seseorang sedang berdiri menempelkan punggungnya ke sebuah tembok yang bersebrangan dengan kamar zella.dirinya terus memukul dadanya.sakit sesak yang ia rasakan.


tubuhnya beringsut ke bawah tak kuat melihat orang yang dia sayang di siksa seperti itu.matanhya memerah terus mengeluarkan cairan keristal dari pelupuk matanya.ia prustasi mengepalkan lengan nya menyalahkan dirinya kenapa kata itu yang terus terlisntas dari pikiran nya.


ia menjambak rambut nya sendiri karna tidak bisa melindungi memeluk gadis itu lagi.situasi nya berbeda sekarang sudah berubah tidak seperti dulu lagi.ia hanya bisa memendam rasa rindu nya rasa bersalah dan rasa marah nya Karna tidak melindungi nya.

__ADS_1


setelah puas memukuli zella.ibu tiri nya berlalu pergi meninggalkan zella yang masih di tempat nya di kamar mandi.


__ADS_2