
chapter 2
jam sudah menunjukan setengah 8 pagi dan bel juga sudah berbunyi sekitaran 3 menit yang lalu.
Bella menepuk pundak sahabat nya " zel bangun udah bel" Bella membangunkan azela yang terlelap beberapa menit yang lalu. mungkin gadis itu kurang tidur hingga ia terlelap di dalam kelas.
merasakan ada tepukan di pundak nya azel menggeliat " eunghhh" lenguh nya dan perlahan mengangkat kepalanya dan membuka matanya.
ia mengedarkan pandangannya yang mana ternyata sudah banyak orang di kelas nya. ya iya lah banyak orang kan udah bel masuk.
ia menguap kemudian menoleh kepada Bella yang duduk anteng di samping nya dan memutar kepalanya ke belakang ke tempat duduk Clara. ia mengernyit heran ketika netra nya tak menemukan keberadaan sahabat nya hanya ada Yerin duduk sendirian. " Clara belum datang ya?" tanya nya pada Bella.
Bella menoleh ke samping " clara gak masuk" jawabnya.
" kenapa?"
" sakit"
" serius lo " kata nya. tak dapat di pungkiri ia merasa khawatir pada sahabat nya. tidak seperti biasanya, pasalnya Sahabatnya itu meski sakit selalu masuk.
" iya " angguk Bella
" tau dari mana lo?"
" ouh dari rio tadi dia ngasih gue surat izin sakit yang di tulis clara " Bella menunjukan surat itu pada azel, sedangkan azel hanya manggut mangut mengerti.
" gak biasa nya dia absen, biasanya meski sakit dia tetep masuk saking rajin nya " azel semakin khawatir pada Clara" apa jangan jangan terjadi sesuatu sama Clara " pikir azel sehingga dahinya mengerut.
" iya zel gue jadi khawatir sama dia " ucap Bella
" pulang sekolah kita langsung kerumahnya " ajak azel yang di angguki oleh Bella.
...----------------...
sedangkan di lain tempat yang berbeda terdapat tiga siswa tampan yang sedang berkumpul di roftoof.
ketiganya membolos tidak mengikuti pelajaran yang sekarang sedang berlangsung, mereka tidak peduli jika nanti ketauan guru BK atau OSIS yang berjaga.
suasana hening di barengi oleh hembusan angin yang membuat suasana di roftoof semakin nyaman.
tiga siswa itu ialah yang terkenal dengan sebutan AAD ( ALEX, ADEN & DEVANO ) entah mereka juga tidak tau menau kenapa warga sekolah menyebut mereka AAD. ada yang bilang karena kemanapun mereka pergi selalu bertiga maka terbentuk lah nama AAD itu.
sedangkan tiga siswa itu tidak keberatan dengan panggilan AAD itu. Toh bagi mereka tidak merugikan mereka bertiga.
DEVANO EL GAZINO ALEXANDER ia adalah anak dari pemilik sekolah, anak dari donatur terbesar di sekolah nya. DEVANO siswa yang memilik sorot mata yang tajam yang mempunyai wajah tampan bak dewa, rahang tegas yang membuat dirinya semakin mempesona, bahu yang lebar sangat sandranable bukan. sosok yang membuat kaum hawa jatuh cinta meski satu kali pertemuan karena memang pesona nya tidak bisa di tolak oleh kaum hawa.
ALEX DAHENDRA adalah siswa yang memiliki kepintaran di bidang non akademik di Antara nya basket. basket merupakan olahraga pavoritnya dari itu ia bergabung ke tim basket. ia juga merupakan salah satu siswa tampan yang di juluki most wanted di sekolah SMA MELATI. banyak kaum hawa yang selalu mendekati nya namun Alex selalu menolak setiap wanita yang confes padanya. ALEX Juga sahabat dari devano sejak SMP sampai sekarang.
ADEN RADENJA merupakan anak kepala sekolah dan juga termasuk ke dalam jajaran siswa yang memiliki wajah tampan. meski kadang sikap cengos nya membuat orang di sekitar nya ingin menjitak kepalanya tak dapat di pungkiri bahwa ia di karuniai wajah yang tampan yang di idolakan kaum hawa. Aden juga merupakan sahabat karib dari devano sejak SMP sampai sekarang.
sempurna sudah bukan tiga circle ini yang ketiganya memiliki ketampanan yang buat kaum hawa gila dan menjerit karna pesona ketiganya benar benar tidak bisa di tolak.
keheningan masih terjadi ketiga nya menikmati semilir angin yang menerpa wajah mereka. terdengar hembusan napas gusar dari devano.
Alex menolah dan menatap intens pada sahabat nya ini " kenapa lo ? " tanya nya
__ADS_1
Devano Tidak menjawab ia memilih mengabaikan pertanyaan sahabat nya membuat Alex mendengus kesal padanya. " ternyata yang paling enak di kacangin itu cuman martabak " hardiknya kemudian menegak minuman yang ia beli di kantin.
" OMO " teriak Aden yang membuat devano dan Alex refleks langsung menoleh ke arah nya.
tuk
Alex melempar kaleng minuman yang kosong ke arah Aden yang tepat mengenai dahinya membuat sang mpu mengaduh sakit " awsh sakit sialan!" umpat nya dan menatap sebal sang pelaku.
" jangan teriak ****** " Alex menatap tajam Aden yang menatap dirinya dengan tatapan sebal.
" ya! sorry gue tadi kaget anjir liat unggahan baru Agnes " Aden mendekat kan dirinya dengan Alex kemudian menunjukan benda pipihnya kepada Alex.
Alex menatap datar layar handphone itu yang mana netra nya melihat unggahan baru mantan kekasih nya yang baru saja jadian dengan waketos di sekolah nya.
" bukan urusan gue " kata nya kemudian membuka kaleng kedua yang terletak di hadapan nya mengabaikan tatapan jengkel yang Aden tunjukan pada nya.
" ck jangan sok Denial deh lex bosen gue " cibir Aden
" terserah dan gue gak peduli "
Aden berdecih mendengar ucapan yang terlontar dari bibir tebal sahabatnya. " gak peduli atau pura pura gak peduli lo" Alex menatap tajam Sahabatnya itu sedang kan Aden memutar bola mata malas.
" terus gue harus apa. terjun dari balkon ini ke bawa gtu, buat ngerayain kalau mantan gue udah punya pengganti gue gtu maksud lo"
" gak gitu juga konsep nya anjim "
Alex menukik alis nya " terus apa?" tanya nya menuntut menatap Aden dengan tatapan bertanya.
" seharusnya lo gak pengecut waktu itu lex, seandainya aja lo hilangin gengsi lo itu dan minta maap sama Agnes mungkin lo ada kesempatan buat balik sama dia lagi lex, gue tau lo cinta dan sayang banget sama dia lex" ucapnya
tertegun itu yang di rasakan Aden ketika sahabat karib nya memanggil namanya dengan nama belakang nya, itu berarti apa yang tadi ia katakan tak seharusnya terlontar dari mulut nya.
" Lex guee" Aden ragu suara nya seperti tercekat ia merasa bersalah pada sahabat nya.
" bohong jika gue bilang gue baik baik aja, bohong kalau gue bilang gak sakit liat dia udah dapet pengganti gue, bohong kalau gue gak peduli lagi tentang hidupnya" Alex menoleh ke arah Aden yang masih diam.
" apa yang lo bilang itu semuanya benar. gue hanya berusaha ber pura pura gak peduli padahal gue aslinya peduli " lirih nya
Alex menghela napas lelah " gue hanya berusaha nerima sesuatu yang memang pada dasar nya tidak akan tertata ulang lagi. gue memang pengecut den, gue terlalu takut, yang mana gue baru sadar cowok tempramen dan emosional seperti gue gak pantes bersanding bersama cewek baik kaya Agnes"
sesak memenuhi rongga dada nya, hati nya sakit seperti di tusuk ribuan belati. kecewa, benci pada dirinya sendiri karena menjadi seorang pengecut.
Alex hanya berusaha menerima kesalahan Yanga telah ia perbuat. dimana waktu itu ia di balut api cemburu dan menuduh Agnes berselingkuh dengan teman sekelasnya yang ia lihat akhir akhir itu sering berjalan bersama di sekolah. kemudian ia memilih mengakhiri hubungannya hingga membuat gadis baik sperti Agnes menangis.
ia semakin merasa bersalah dan bertambah membenci dirinya ketika mengetahui satu fakta bahwa ternyata Agnes dan teman sekelasnya hanya mengerjakan tugas kelompok.
ia akui bahwa dirinya seorang pengecut, ia tak berani meminta maap pada Agnes ia memilih menjauhi Agnes dan tidak mengganggu kehidupan gadis itu lagi.
devano yang sedari tadi diam menepuk pelan bahu Alex guna memberikan semangat pada sahabat nya dan berusaha mencairkan suasana yang sedikit akward " setidaknya lo mau memperbaiki semuanya dengan cara lo menaruh tembok tinggi di antara lo dan Agnes walaupun lo tau bahwa lo juga terluka di balik tembok itu" ucap nya
" semuanya hanya masalah waktu Lex, dia sudah bahagia dengan semesta nya. sekarang giliran lo juga mencari kebahagiaan yang sama seperti Agnes "
" jangan terus larut dan melingkari kesalahan yang terjadi di masa lalu. cukup lo jadikan pelajaran untuk kedepannya " nasehatnya
Alex mengganguk " iya. thanks bro "
__ADS_1
" your welcome brother" balasnya
Aden menepuk pundak Alex membuat sang mpu menoleh ke arah nya " sorry gue gak bermaksud bikin lo tersinggung,, gue peduli sama Lo lex gue tau lo cinta banget sama Agnes makannya gue bilang kaya gtu supaya Lo sadar dan ngebuang sifat Denial lo " Aden merasa bersalah mungkin perkataan nya membuat Alex tersinggung
" noprob brother. gue nya aja yang baperan sama emosional, makasih udah mau peduli sama gue, " Alex tertawa kecil dan memukul pelan punggung sahabat nya.
mereka bertiga saling pandang dan tertawa terbahak bersama. konyol mereka terlihat konyol beberapa detik tadi suasana yang buram kini berganti menjadi cerah ketika ketiganya tertawa bahagia bersama.
ceklek
mendengar pintu terbuka ketiga siswa itu menoleh bersama ingin melihat siapa yang muncul di balik pintu rofftoof.
Alex dan Aden membola kaget ketika melihat seseorang yang baru saja memasuki rofftoof, sedangkan devano hanya menatap datar seseorang yang berdiri melotot kepada mereka bertiga.
" KALIAN BERTIGA IKUT BAPAK SEKARANG" tekannya
" hehehe pak Samsul mau ke mana kita pak?" tanya Aden dengan cengiran bodoh nya
" LAPANGAN " teriak pak Samsul
" lah ngapain kita ke lapangan pak " Aden menatap bingung pada guru di depannya " hari ini bukan hari Senin pak "
plak
Alex menggeplak kepala Aden supaya kebodohan nya itu menghilang. sedangkan si mpu yang kena geplakan mengaduh sakit " loe kenapa si suka banget kdrt Lex" hardiknya
" lagian lo bodoh banget sih! pak Samsul ngajak kita ke lapangan buat di hukum dodol " Alex menoyorkan kepala udang sahabat nya.
" pinter kamu Alex" ucap pak Samsul sambil tersenyum penuh arti
" lah pak! salah kita apaan sampai bapa ngehukum kite kite " mendengar ucapan yang keluar dari mulut sahabatnya membuat Alex tepuk jidat.
pak Samsul berjalan menghampiri ketiga nya sambil berkacak pinggang " anak anak ku yang pintar kalian tau salah kalian apa?" tanya pak Samsul yang mendapat jawaban berbeda dari Alex dan Aiden
Alex mengangguk sedangkan Aiden menggeleng dan devano hanya diam.
pak Samsul menyeringai membuat Aden dan Alex ngeri seperti nya mereka bertiga harus siap siaga.
" Alex " panggil pak Samsul
" iya pak " jawab nya gugup
" tau kesalahan kalian apa ?" tanya nya lagi yang di angguki oleh Alex " apa coba jawab saya " Alex mengusap kening yang bercucuran di dahinya mendengar suara pak Samsul yang penuh tekanan.
"APA" teriak nya yang membuat Alex berjingkat kaget
" bolos pak " Jawab nya yang di angguki oleh pak Samsul " iya, pinter sekali anak didik bapa satu ini " bukannya seneng Alex di puji pintar oleh pak Samsul malah membuat ia merinding.
" lah iya! kan kita bolos ya" sambar Aden yang baru sadar dengan kebodohan nya.
pak Samsul menggeram marah menatap tajam kepada tiga murid nya " SEKARANG KALIAN BERTIGA IKUT SAYA KE LAPANGAN" teriak nya melengking membuat gendang telinga ketiga siswa tampan itu mengernyit ngilu.
Alex, Aden segera bangkit dan berlari kencang mengejar guru killer nya itu yang sudah menghilang di telan oleh pintu rofftoof. mereka tidak mau membuat guru killer itu semakin mengeluarkan tanduknya, pak Samsul yang di kenal guru killer itu tak maen maen dalam memberikan hukuman, maka dari itu keduanya berlari tunggang langgang sesegera mungkin mengikuti perintah nya.
sedangkan devano hanya berjalan dengan santai mengikuti tiga pria yang berbeda umur itu sambil memasukkan kedua tangannya ke saku celana nya.
__ADS_1