
Aiden yang berjalan di samping bara pun bertanya ke bara.
"tadi angkasa bisik bisik tetangga apa yah sama gadis barusan"kata Aiden penasaran.
"Lo tanya gue"jawab bara sambil menunjuk dirinya dengan jari tengah nya sendiri."gue nanya siapa?"lanjutnya.
bara mendengus kesal,menatap sengit ke arah bara.merasa kesal dengan jawaban yang keluar dari bibir bara.
raja yang berjalan tenang ke arah rooftoop yang di ikuti juga oleh ke empat sahabatnya.raja berhenti melangkah kemudian dia berbalik lalu menatap angkasa yang juga berbalik menatap nya.angkasa yang di tatap raja mengernyit kn dahinya.
"kenapa Lo natap gue ?"tanya angkasa
"ngapain Lo ngikutin kita"ucap raja yang membuat angkasa semakin heran padanya.
"ckk,ketos telmi Lo sa"cibirnya
__ADS_1
"Lo itu ketos sa, seharusnya Lo gak ikut kita.nanti nama Lo sebagai ketos jadi buruk"lanjutnya.
angkasa tertawa kecil mendengar penuturan dari sahabat nya ini.angkasa berjalan mendekati raja kemudian menepuk bahunya."haha,sejak kapan Lo peduli hmm?"ucapnya membuat raja menyesali penuturan yang baru saja keluar dari mulutnya.
raja menepis tangan yang berada di bahunya"gue gak lagi bercanda sa."
lagi dan lagi angkasa terkikik geli,baru pertama kali sahabat nya ini peduli tentang jabatan nya di sekolah sebagai ketos.tapi,yah angkasa senang karena sahabat nya yang cuek udah kaya kulkas delapan pintu merasa khawatir pada nya.
"siapa yang bilang Lo lagi bercanda ja"balas angkasa yang membuat raja semakin menatap wajah angkasa datar.
"tenang aja, I don't care"ucap angkasa dengan senyum ke arah raja."selagi gue tau batasan kedudukan gue sebagai ketos gak akanjadi buruk,selagi gue bisa bertanggung jawab buat tugas gue masih dikata aman"lanjutnya.
...----------------...
di sebuah ruangan yang gelap terdampar seorang pemuda yang wajah nya sudah penuh dengan memar dan matanya yang tertutup.
__ADS_1
seseorang menatap nya tanpa minat untuk membantu nya.dia berbalik mengambil air dingin lalu,tangan nya menyiram kn air dingin itu pada pemuda yang masih menutup matanya.
pemuda itu bergeliat dan mengerjakan matanya ketika terasa air membasuh ke wajahnya.ia meringis merasa sakit yang menjalar di wajahnya,ia berusaha menyadarkan kesadaran nya.
setalah dia mengendalikan kesadaran nya,ia melihat ke seluruh ruangan yang sempit dan gelap yang hanya di terangi oleh satu lilin yang berada di meja.
atensi penglihatan nya berhenti di mana seseorang yang sedang duduk tenang di sana dan menatap tajam ke arah nya.
"sudah bangun?"ucap nya dingin
pemuda itu berusaha bangkit untuk berdiri.sesekali ia meringis memegang lukanya yang terdapat di wajah nya."apa mau Lo sebenarnya hah?"
orang itu tersenyum miring ke arah pemuda yang sekarang telah menatap sengit ke arah nya."bukannya kamu sudah tau kmauan saya"ucapnya datar dan tangan nya yang mengetuk meja berulang ulang."kenapa harus bertanya lagi?"lanjutnya.
orang itu bangkit dari duduk nya kemudian dia melangkah ke arah pemuda yang sedang berdiri menatap ke arahnya.
__ADS_1
langkah nya terhenti ketika dia sudah saling berhadapan dengan pemuda yang menatap nya dengan kebencian di matanya.
"SAMPAI KAPAN PUN GUE GAK AKAN NGELAKUIN HAL YANG AKAN MEMBUAT ORANG YANG GUE SAYANG SEDIH KARENA GUE" bentak nya.