Devano & Semestanya

Devano & Semestanya
episode 4


__ADS_3

Aiden menutup mulut nya yang menganga oleh salah satu tangannya."bar"panggil Aiden.


bara yang berdiri di samping nya menoleh ke arah Aiden."apa"tanya bara sambil mengernyitkan dahi nya.


"tampar gue"ucap Aiden pada bara


"hah?"bara melongo,kaget mendengar ucapan Aiden barusan.


"Ckk"cibir Aiden yang sudah tidak sabaran."cepet tampar gue"titah nya


bara yang masih bingung dengan permintaan Aiden namun,ia juga menuruti keinginan Aiden kemudian bara menampar pipi Aiden dengan begitu kencang,hingga sang empu meringis kesakitan akibat tamparan yang bara berikan.


pukkk


"awsss,shsss"ringis aiden.di wajah nya terpampang tapak kelima jari bara yang terlukis di wajah nya.


"sakit bego"ucap Aiden sambil melayangkan pukulan ke lengan bara,kemudian tangannya memegang pipi nya yang terasa panas.


"kan Lo yang nyuruh gue tampar Lo"ucap bara."kenapa Lo mukul balik gue?"


"kenapa rasa nya sakit ya?,bukannya gue lagi di dunia mimpi ya?"


bara yang mendengar perkataan yang keluar dari bibir Aiden mengernyit heran.kenapa sahabat nya ini aneh sekali hari ini.bicaranya ngelantur tentang dunia mimpi.


"dunia mimpi gimane Lo den,Lo gak lagi tidur den"timpal bara di samping nya.


"hah?"jawab Aiden menoleh ke arah bara dengan wajah yang melongo dan mulut yang menganga lebar.

__ADS_1


"hah heh hoh,Lo kenapa sih udah gila Lo ya?"


"berarti gue gak mimpi dong kalau ada bidadari di depan kita bar?"tanya Aiden dengan wajah yang bersinar dan mata yang melotot tak percaya.


"gak,Lo gak lagi mimpi,ini nyata."jawab bara pada Aiden yang sedang menatap lurus ke depan ke arah gadis yang sedang di tatap tajam oleh raja.


"gila,mimpi apa gue semalem?"


"dapat ngeliat cewe cantik banget"ucap nya.


"liat cewek cantik aja Lo semangat,dasar buaya?"cibir bara.


"sama kaya Lo"timpal Aiden yang membaut bara mendengus sebal.


sedangkan gadis itu berlutut kembali mengambil buku yang masih berserakan di lantai."jadi Lo nyalahin gue"ucap raja,tangan nya mengepal erat menahan amarah.


"makannya kalau main hendphone jangan sambil jalan,untung saya yang kamu tabrak.kamu cukup beruntung karena nabrak saya."ucapnya


"coba kalau bukan saya yang kamu tabrak, kemungkinan kamu bisa nabrak tihang tembok,nanti kepala kamu kena jedot,karena mata kamu hanya beratensi pada satu objek saja.dan yaitu hendphone kamu."lanjutnya panjang lebar


gadis itu menatap cowok yang di depannya,wajah cowok itu sudah merah menahan gejolak amarahnya.


gadis itu tersenyum manis kepada cowok di depannya.namun,saat raja yang melihat nya itu bukan senyum manis namun senyum meremehkan nya.


"Lo berani sama gue hah"bentak raja di depan wajah gadis itu.gadis itu hanya tersenyum menanggapi ucapan raja kemudian dia berkata sesuatu yang malah membuat raja geram pada gadis di depannya.


"kenapa harus Takut"ucapnya."toh sama sama makan nasi"lanjutanya.

__ADS_1


gadis itupun melangkah kan kakinya kemudian dia berlalu pergi dari raja dan juga teman teman raja.


"gila"Aiden menatap tak percaya pada kejadian yang baru saja terjadi. "baru kali ini ada cewe yang gak takut sama raja."


angkasa menepuk bahu raja,menenangkan nya agar raja tidak tersulut emosi."udah,inget dia itu cewe ja"ucap angkasa berusaha menenangkan raja.


baru beberapa langkah gadis itu menjauh seseorang membuat gadis itu berhenti untuk melangkah.


"tunggu"


gadis itu membalik badannya,lalu gadis itu menghadap ke arah di mana seseorang yang sedang membelakanginya.


raja membalik kan tubuhnya, kemudian kakinya melangkah menuju ke arah di mana gadis itu sedang berdiri dengan mata yang menatap heran ke arahnya.


setelah raja sampai di depan gadis itu,raja mencondongkan tubuhnya ke arah gadis itu.


sikap raja yang seperti itu membuat gadis itu secara refleks memejam kan matanya.sedangkan raja menatap gadis di depannya dengan senyum yang membentuk seringainya.


di antara keduanya sudah tidak ada jarak lagi.tubuh keduanya berada di jarak yang saling berdekatan.bibir raja mendekat ke telinga gadis itu.kemudian membisikkan beberapa kata pada gadis yang sekarang ada di depannya.


"denger gue baik baik"


"gue RAJA DEVANO ALEXANDER tidak akan membiarkan Lo hidup tenang di sekolah ini."


"dan inget nama gue yang gue sebutin tadi,well kalau Lo gampang lupa"ucapnya masih mengintimidasi seseorang di depannya.


"jangan lupa catet nama gue di otak kepala Lo itu"bisiknya.

__ADS_1


raja melangkah mundur, memberikan jarak di antara keduanya.tubuhnya berbalik membelakangi gadis itu.lalu dia berlalu pergi meninggalkan gadis yang masih mencerna bisikan yang raja ucapakan.


__ADS_2