Devano & Semestanya

Devano & Semestanya
episode 3


__ADS_3

chapter 3


" aduh kenapa hari ini panas banget sih" eluh Aden sambil mengibas ngibaskan tangannya di depan wajah nya.


" jelas matahari lagi naek naek nya " ucap Alex


" sampai kapan kita berdiri di sini sih" kesal Aden. " udah panas, tenggorokan kering, kaki kram lengkap sudah lah penderitaan gue" dumel Aden.


Alex memutar bola mata malas mendengar dumelan pacar sepupunya, di kira dia doang apa " gak tau, udah satu jam kita berdiri"


ya sekarang ketiga siswa tampan itu sedang menjalankan hukuman nya dari sejam yang lalu yang di berikan pak Samsul. untung nya mereka hanya di suruh berdiri sambil hormat kepada sang merah putih .mungkin pak Samsul lagi Baek ya pikir mereka soalnya kalau ngasih hukuman tuh bisa aja satu sekolah suruh di bersihin.


" mau kemana Lo?" tanya Alex ketika melihat devano berbalik dan berjalan menjauh dari lapangan.


" kantin " jawab devano sambil terus melangkah kan kakinya.


Alex dan Aden yang mendengar jawaban devano saling pandang lalu mengedarkan pandangannya mencari keberadaan pak Samsul. keduanya tersenyum senang ketika pak Samsul sudah tidak mengawasi mereka. Aden dan Alex saling tatap dan tersenyum penuh arti setelah itu keduanya berlalu meninggalkan menjauh dari lapangan. " WOY VAN TUNGGU KITA" teriak keduanya bersama sambil berlari kecil menyusul sahabatnya yang sudah duluan pergi menuju kantin.


...****************...


" zel yok kantin " ajak Bella yang sudah selesai memasuki alat tulis nya ke dalam tas.


" ayok " kata azel sambil berdiri dari duduknya.


keduanya berjalan keluar kelas dan menyusuri koridor sekolah arah menuju kantin. Bella merogoh benda segi empat yang berada di saku rok nya kemudian mengetik sesuatu lalu mengirimkan pesan pada kekasih nya. setelah saling mengirim pesan dengan sang kekasih Bella kembali memasuki benda persegi empat nya ke dalam rok nya.


" zel " panggil Bella


" apa?" balas azel


" zel lo tau gak?" tanya Bella


" nggak dan gak mau tau "


" is lo mah gak asik " ujar Bella sambil mengerucutkan bibir nya.


" bodo amat " sahut azel tidak peduli


" udah lah kita putus aja "


" dih! sejak kapan kita jadian "

__ADS_1


Bella semakin mengerucutkan bibirnya " ih lo mh nyebelin banget "


azel melirik Bella dengan ekor mata nya. " gak usah di manyun manyunin mau gue karetin tuh bibir" lontar azel yang membuat Bella semakin mendelik sebal ke arah nya dan menghentakkan kakinya meninggalkan azel di belakang nya.


azel terkekeh melihat kelakuan Bella. ia berlari menyusul sahabatnya. " jangan tinggalin gue doang " ucap azel ketika sudah berjalan beriringan dengan sahabat nya.


" bodo amat " balas Bella dengan tatapan kesal nya.


azel tersenyum lalu tangannya ia rangkul kan kepada bahu Bella. namun, karena postur badannya yang pendek ia harus berjinjit untuk bisa menyamai tinggi badannya dengan sahabat nya. " iya iya elah maap gue tadi bercanda doang kali " ujar nya.


" seneng lo kaya gitu " sahut Bella


" seneng liat bibir Lo di manyun manyunin kaya tadi terus tatapan kesel lo bikin gue pengen ngakak "


" sialan lo " umpat Bella


" hahahaha " azel tertawa lebar


" ngapain lo ketawa Sarti gue gak ngelawak " Bella mengernyit kan dahinya melihat sahabatnya tertawa terbahak.


" emang siapa yang bilang lo ngelawak Diman" balas azel dengan polos nya.


" ututu kesayangan gue jangan marah dong " azel melingkar kan tangannya di lengan Bella. " gue cuman bercanda Bella is " ucap nya sambil mengerucutkan bibirnya dan mengedipkan mata bobanya. " maap ya Bella " ucap nya manja


Bella menghela napas mendengar ucapan manja sahabat nya. Bella paling lemah kalau azel udah bersikap manja sama dia apalagi kalau azel menggunakan popi eyes nya rasanya pengen mimisan tau, oke itu berlebihan dan terlalu lebay. tapi, jujur aja azel terlihat menggemaskan Jika sudah bersikap manja. mata bobanya di hiasi bulu mata yang lentik, hidung kecil yang gak terlalu mancung, bibir yang mungil dan jangan lupakan lengkungan di sebelah bibirnya itu semakin membuat ia terlihat manis ketika tersenyum.


" iya iya gue maapin " ucap Bella.


" ahh tq sayang Bella banyak banyak " azel memeluk Bella dari samping .


" iya. lepasin dulu anjir sesek nih gue " ujar Bella sambil melepaskan pelukannya dari sahabat nya. sedangkan si pelaku hanya menatap nya dengan cengiran bodoh nya.


" tadi lo mau bahas apaan Bell?" tanya azel. nah kan sifat manja nya hilang.


" ouh iya hampir aja gue lupa" Bella menepuk jidatnya nya sendiri sendgkan azel hanya memutar bola matanya malas. ya bagaimana ya baru aja beberapa menit udah lupa aja. siapa yang gak sebel coba lupa nya ngalahin yang lanjut usia.


" kemarin gue kn pergi ke perpustakaan "


" terus "


" nah di sana gue gak sengaja liat pacar lo ciuman sama si tasya "

__ADS_1


" terus terus "


Bella mengernyit heran ketika melihat azel bersikap biasa saja. " ko lo biasa biasa aja " heran Bella


" lah terus gue harus kayang gtu, dih ogah banget gue " sarkas azel dengan muka sensinya.


" gak gitu konsep nya jir"


" lah! terus bagaimana konsep nya "


" hadeh, lo gak sakit ati gitu dengernya pacar lo ciuman sama cewe lain "


azel menghela napas kasar " kalau gue bilang gak sakit itu bohong. mau marah, marah sama siapa, masa gue marah sama tasya dan geo yang mana status mereka itu pacaran"


" lo juga pacar geo zel bahkan status lo lebih tinggi dari si tasya, dia cuman pacar kedua nya sedangkan lo pacar pertamanya" lugas Bella


azel terkekeh mendengar lugasan Bella. " bel bel gue memang pacar pertamanya tapi gue bukan prioritas utamanya. buat apa menjadi yang pertama tetapi selalu di nomor duakan, lebih baik jadi yang kedua tapi selalu di nomor satukan iya kan ?" tanya azel menatap sahabatnya.


" tapi gue gak mau jadi yang kedua " ujar azel


" kenapa?" sahut Bella


" gue gak sejahat itu untuk merebut kebahagiaan dari wanita lain. kita sama sama wanita jadi kita pasti paham gimana sakitnya" lanjutnya.


" kalau begitu kenapa nggak lo aja yang nyerah. karena menurut gue meski lo bertahan pun bukan kebahagiaan yang lo dapet azela tapi rasa sakit "


" kenapa lo gak mutusin geo si cowok brengsek itu. masih banyak cowok yang lebih baik dari dia zel kenapa lo masih mau bertahan sama cowok seberengsek geo?" tanya Bella. " apa karena cinta ?" Bella menatap azel dengan tatapan bertanya.


" bukan " balas azel sambil menggelengkan kepala nya.


" terus apa ?"


" tugas gue belum selesai bel, belum waktunya gue mutusin geo"


" maksud lo tugas apaan sih ?" bingung Bella


" nggak lupain aja " azel menggeleng kan kepalanya.


" udah ayo buruan jalan nya, gue udah laper " ujar azel sambil menarik tangan Bella dan mengalihkan topik. kebetulan tinggal beberapa langkah keduanya sampai ke kantin.


eumm sorry cerita devano dan semestanya aku tulis ulang jadi ganti cerita gitu. maap kalau kesannya gak nyambung tapi aku berharap kalian menikmati cerita yang ku rekap ulang dan ganti alur juga. bukan karena aku gak srek sama cerita yang kemarin cuman otak kecil aku pengen ganti alur cerita aja. semoga kalian bisa menikmati ya aku juga ubah ceritanya dan ada episode baru nya ya.

__ADS_1


__ADS_2