DEVMA

DEVMA
Satu.. Dua.. Tiga! (bagian 2)


__ADS_3

"Len pinjem laptop mau main nih." ucap Devan saat baru saja menyerah dengan permainan *pura-pura*-nya.



Devan melewati pintu kayu besar kemudian langsung menaiki tangga menuju kamar Allen. Setelah menemukan benda yang dicari, Devan langsung menekan tombol power laptop yang tergeletak di meja.



Allen yang sudah tahu tabiat sahabatnya hanya mengiyakan. Asalkan Devan bisa bersikap lemah lembut pada *Puss*, laptopnya, tak masalah.



"Ada yang asik-asik gitu ngga?" tanya Devan sambil terus menjelajahi folder-folder milik Allen.



Allen menoleh tajam, "Hah? Asik-asik? Ya ampun Dev.. astaga astaga astaga" godanya. Telapak tangannya menutupi mulut dan bahunya menjengit naik *pura-pura* terkejut.


Devan ternyata?


"Apa?! Ngomong apa kamu barusan?! Kamu kali." sambar Devan tak setuju.



Tingkah Allen yang asal ceplos itu langsung membuat Devan panas. Kakinya reflek menendang Allen begitu saja.



"Eh iya ampun ampun sori Dev becanda doang.." Allen menghindar kemudian berlari mengitari ruangan, berusaha melarikan diri, namun Devan tak gentar.



"Ampun ampun, becanda Dev, udahan ya Dev udah.."



"Nggak! Sini kamu awas ya kalo ketangkep!"



Devan melompat di atas kasur, tidak menyerah. Walau harus melompati meja belajar super milik Allen pun tidak masalah. Tidak mungkin dia melepas mangsanya kan?



"Jangan kabur kamu Len!"



"Nggak! Aku ngga mau mati lesu dipukulin kamu Dev!"



Mereka tertahan terhalang meja belajar kayu raksasa milik Allen.



"Heh sini!"



"Gaaaak!"



"Alleen..?!"



"Apaaaaa..?!"

__ADS_1



"Siniiiiii....!!"



"NGGAAAAAK!"



Lempar, tangkis, tendang, injak, tarik, tepis, bidik.. Waktu berjalan begitu cepat dan meriah di kamar Allen.



*Bakbikbukbakbikbuk*, kediaman keluarga Danu begitu ramai hanya karena dua orang. Allen dan Devan.



Setelah lima belas menit langkah-langkah besar menjajah permukaan lantai kamar Allen, Devan dan Allen akhirnya terduduk di lantai karena kelelahan. Kejar-kejaran mengelilingi satu tempat ternyata tidak semudah apa yang ada di film Bollywood.


Capek, pusing.


Sepertinya minggu ini Allen dan Devan harus membatalkan jadwal futsal dan *bultang* karena tidak mau overdosis olahraga.



"Hh.. yang baru cuma ada *game* doang, beneran deh. Cobain aja kalo mau.. hh" jawab Allen ngos-ngosan sambil mengeluarkan belanjaan Devan yang banyak.



Devan sendiri langsung merangkak untuk meraih laptop Allen.



"Itu bukan game yang tadi Mas kasir sama Tante genit omongin di Betamart kan?" tanya Devan memastikan. Jari telunjuknya yang gemetaran bergeser-geser mengontrol kursor.




"Crap!" geram Devan kemudian.



Matanya melirik Allen tajam. Segatal-gatalnya tangannya ini harusnya Devan menunggu sampai Allen menjawab dulu. Bukan apa-apa, tapi belakangan ini Devan jadi semakin sensitif dengan *game* itu. Walau sebenarnya ia juga penasaran. Kenapa orang-orang sampai membicarakannya dimana-mana? *What's on earth happening*? Sebagus apa sih? Hah?



Allen membuka tutup kaleng soda sambil tertawa kecil, "Sukurin. Makanya jadi orang yang sabar." rutuk Allen yang dibalas juluran lidah dari Devan.



"Emangnya kenapa sih? Itu kan cuma *game* doang ngga usah lebay gitu kali." jelas Allen. Satu tangannya sudah merogoh kemasan plastik keripik kentang, satu tangan lainnya menyangga tubuh bersandar ke belakang.



"Ya kesel aja. Ke minimarket denger *game*, di jalan ngomongin *game*, di sekolah mau piket gosipin *game*, ya kali aja mau mati *log in* dulu buat main *game* di akherat?" cerocos Devan panjang.



Allen hanya bisa menggelengkan kepalanya. Berusaha menenangkan diri dengan menenggak air soda.



"Kalo emang penasaran, cobain aja. Seru kok. Macem-macem lagi. Intinya kamu harus selesain apa yang diminta. Misinya beda-beda, tinggal kamu pilih aja."



Devan hanya diam mengiyakan. Ternyata Allen juga tahu banyak. Penghianat!

__ADS_1



Devan menyodorkan satu kaleng soda pada Allen, minta dibukakan. Devan menyeruput buih-buih soda yang keluar dari lubang kaleng, masih sangsi dengan penuturan sahabatnya itu.


Penasaran sih.. tapi ngeselin..


"Ada yang tembak-tembak lari-larian juga loh.." pancing Allen kemudian.



Tanpa basa basi, seketika itu juga Devan menekan kotak merah untuk bergabung. Lupa akan pendiriannya yang sudah menganggap game itu parasit sejak seminggu lalu.



Mulai sekarang, mungkin ia akan jadi salah satu orang yang berisik membicarakan *game* ini. Kalau terjadi sesuatu, ingat! Allen yang membuatnya jadi seperti ini.



Sebagai haters, tentu ada perlakuan spesial dari Devan saat memainkan *game* tersebut. Misalnya, berlari sambil memaki, menembak sambil menyumpahi, juga berteriak kesal kepada laptop Allen.



Satu lagi, sepanjang ia berjalan menyelesaikan misi sebagai *newbee*, Devan tak henti-hentinya mengutuk orang yang sudah menciptakan *game* ini.



"Udah motong jalan tapi kenapa musuhnya nyampe duluan? Pasti dia nggak lulus materi Phytagoras. Kenapa mobilnya malah muter-muter di tempat begini? Ini nih yang bikin \*\*\*\* di fisika nih aku yakin. Ngga belajar dinamika rotasi ya? Kenapa juga cadangan pelurunya sedikit? Penalarannya kurang banget, payah. Sial kan, energinya pake limit segala! BISA BIKIN GAME NGGA SIH?!"



***TRING***!



Di tengah kegilaan Devan, tiba-tiba iklan merah besar muncul dan langsung memenuhi layar monitor laptop Allen.



Devan mau tak mau memperhatikan isi iklan tersebut. Coretan-coretan aneh dengan background animasi kelinci joker yang sedang menari. Devan harus apa? Ia tidak mungkin memanggil Allen yang sedang ke belakang mengambil air minum hanya karena ini.



Pada akhirnya Devan menekan tombol *esc, enter*, logo *home*, dan segala macam tombol *keyboard* yang biasa ia tekan saat laptopnya ngadat seperti ini. Tapi, yang terjadi tidak sesuai harapan. Sekarang musik dan tarian kelinci pada iklan tersebut malah semakin menjadi.



Tak punya pilihan lain, Devan segera menjalankan upaya terakhirnya.



Devan menekan, atau lebih tepatnya melakukan percobaan pembunuhan pada *Puss* a.k.a laptop Allen, dengan memencet seluruh permukan keyboard seperti orang yang kesetanan.



Namun yang terjadi..


...|[ Anda berhasil YEEEAY!!! ]|...


...Devana Nabila...


...Selamat menjalani kehidupan baru....


...Informasi selanjutnya akan Anda terima via email untuk sementara....


...Pemberitahuan ini akan hilang dalam lima detik....


...CP : xxxxxxxxx - Rabbite \^o^/...


... []...

__ADS_1


__ADS_2