Dewa Sihir Dan Pedang Naga Hitam

Dewa Sihir Dan Pedang Naga Hitam
JATI DIRI


__ADS_3

Semakin lama tak terdengar jeritan dari Zilong. Bukan karna pingsan atau tak sadarkan diri, dewa muda tersebut sudah terbiasa dengan sambaran petir tersebut. Kakek guru melihat dengan senyuman penuh arti. Petir terakhir yang menyambar dewa muda ini menandakan penempaan tulang telah selesai. 2 hari 2 malam pemuda ini berada dalam lingkaran hexagram yang begitu menyakitkan.


"Akhirnya selesai juga penderitaan ini" Ucap lirih Zilong Sambil melangkah keluar dari lingkaran Hexagram yang telah menyiksa dirinya.


"Selamat muridku, akhirnya kau selesai juga, coba kau bayangkan betapa tersiksa nya guru menunggu mu" Ucap sang guru seolah-olah dia lebih menderita dari Zilong.


"Harusnya aku guru yang berkata demikian" Protes Zilong pada sang guru yang sedang berjalan menuju dirinya.


"Aduh murid ku, kenapa kau tidak percaya,menunggu adalah pekerjaan yang sangat membosankan serta terasa berat" Ucap sang guru menjelaskan keadaannya.


"Guru memang pandai mencari alasan" Ucap Zilong sambil berjalan tertatih-tatih. Sang guru hanya tertawa terkekeh mendengar ucapan dewa muda tersebut.


"Selesai ini aku akan mengajari mu semua element sihirsihir, serta semua ilmu yang kau butuhkan" Kata sang guru mengajak murid tersebut turun ke bagian bawah bangunan pagoda tersebut.


Setelah Zilong dan guru masuk kedalam mereka berbincang-bincang membahas tentang kekuatan element. Zilong mendengarkan dengan seksama penjelasan sang guru yang sampai saat ini belum dia ketahui namanya.


"Guru...aku mau bertanya sekali lagi?! " Ucap Zilong di tengah-tengah pembicaraan mereka.


"Apa yang kau tanya kan muridku? Apa mengenai element atau masalah senjata pusaka?" Ucap sang guru dengan antusias tinggi berharap muridnya akan bertanya suatu hal yang bersifat penting.


"Sebenarnya... Siapa nama guru? Aku merasa aneh kalau belajar sesuatu dengan orang yang tidak dikenal" Ucap Zilong dengan raut muka yang polos.

__ADS_1


Plotok... Suara kepala Zilong kena jitak sang guru.


"Aku kira ada pertanyaan lain yang lebih penting" Ucap sang guru sambil tertawa terkekeh melihat muridnya kesakitan.


"Nama ku adalah Shen Laoshi" Ucap sang guru sambil mengelus jenggot putihnya.


"Trimalah Hormat murid guru, dan maafkan kesalahan saya yang tidak mengenal guru" Ucap Zilong tiba-tiba berlutut menyembah sang guru. Nama Shen Laoshi memang sangat terkenal di dunia para dewa, di dikenal dengan sebutan guru para dewa. Dewa dengan kemampuan paling tinggi di negri para dewa.


Shen Laoshi lebih senang menjadi penjaga Pagoda dewa bukan tanpa alasan. Dia tidak ingin menjadi pejabat apalagi penguasa negri para dewa, dia hanya ingin hidup tenang. Dan di pagoda ini hanya dewa-dewa tertentu yang akan masuk. Dan pastinya dari ras iblis atau bangsa Peri yang akan masuk pagoda ini untuk menyucikan darah mereka.


Dan tugas Shen Laoshi adalah pengendali dari ras iblis atau peri yang telah menjadi dewa, jika mereka berbuat kesalahan maka dialah yang akan memusnahkan nya.


"Sudah bangunlah, tak perlu peradatan seperti ini" Ucap Shen Laoshi pada muridnya. Suasana menjadi lebih kaki karna kali ini Zilong tak berani bercanda dengan dewa tua ini.


"Saya tidak berani lancang guru" Ucap Zilong dengan menundukan kepalanya.


"Lebih baik tidak aku sebutkan namamu biar engkau tak takut seperti sekarang" Lanjut sang guru dengan muka sedikit menyesal.


Percakapan ringan pun mencairkan suasana, kini Zilong bersikap seperti sebelum mengetahui jati diri sang guru.


Dewa muda ini dengan mudah menerima pelajaran dari sang guru. Shen Laoshi belum pernah bertemu dewa yang lebih jenius dari dewa muda ini.

__ADS_1


"Zilong... Bagai mana kamu bisa memanipulasi element angin menjadi petir" Tanya Shen Laoshi pada Zilong, guru tersebut menguji muridnya. Dia pastilah mengetahui semua tentang element.


"Murid hanya menerka-nerka guru, saya mengamati petir dan setalah beberapa lama saya tahu bahwa petir tercipta dari gesekan awan, lalu saya mencoba membenturkan element angin yang ada di kedua tangan. Tampa saya sadari ternyata terjadi kilatan petir, saya mencoba mengendalikan petir yang terbuat dari angin tersebut" Penjelasan dari Zilong memang tepat dan seperti yang di inginkan Shen Laoshi.


"Akan aku jelaskan hubungan setiap element di alam ini aku harap kau dengar dengan baik.


Pertama akan aku jelaskan dari elemet cahaya, element cahaya tercipta dari pergesekan petir maka dari situ, sedang kau tau bahwa element petir tercipta dari angin yang kau jelaskan tadi, element api tercipta dari petir yang dibenturkan dengan benda keras.


Tak jauh beda dengan element air, dia terbentuk dari uap air yang dipanaskan dari cahaya, lalu terbawa angin dan setelah jadi awan bergesekan menjadi petir dan awan yang telah begulpal dipanaskan api yang tercipta dari petir,....."penjelasan sang guru begitu detail, tapi memang dewa muda ini luar biasa, dia mampu mengingat hanya dalam sekali mendengar.


"Murid telah mengerti guru trimakasih atas semua yang guru ajarkan padaku." Ucap dewa muda yang memang sudah mengerti serta paham dengan apa yang diajarkan sang guru.


"kalau mendengar apa yang guru ceritakan, apa aku keturunan iblis? " Tanya penasaran Zilong pada gurunya.


Sang guru mengetahui apa yang menjadi pemikiran dewa muda ini.


"Kau keturunan dewa, dalam darah mu tidak ada darah iblis, tentang masalah darah mu mengandung darah iblis itu bukan darah murni dari iblis. Itu adalah esensi dari jiwa raja iblis yang ada dalam dirimu. Itu semua dari pertempuran ayah serta ibumu yang memusnahkan raja iblis. Sebelum musnah raja iblis mengeluarkan kutukan dan jiwa raja iblis menyatu dalam Jiwa mu"ucap guru Shen Laoshi menjelaskan kejadian yang sebenarnya.


"Yang masih menjadi pikiran ku, masih ada keturunan iblis yang menitiskan darah dari raja iblis yang lain. Itulah yang menjadikan ku penjaga pagoda pemurnian darah ini. Walau darah mu di murni kan tetap jiwa raja iblis tak bisa lepas dari dalam diri mu, prediksi kaisar langit salah tentang semua itu" Penjelasan lanjutan dari sang guru agar muridnya sadar akan keadaan dirinya.


"Asal kau mampu mengendalikan jiwa raja iblis, itu semua tak akan jadi masalah. Tapi jika kau terbawa jiwa jahat raja iblis... Maka kau pun harus .... " Ucap sang guru tak terselesaikan. Zilong tahu kemana arah tujuan ucapan sang guru.

__ADS_1


"Berarti selain aku masih ada keturunan langsung yang menitiskan darah raja iblis? " Tanya Zilong penasaran.


"Benar muridku, dan dialah sasaran utama ku, jika tidak dilenyapkan raja iblis akan muncul dan menjelma menjadi sosok lain. Bahkan yang lebih menakutkan jika dia dilahirkan dari ras Dewa" Jawab sang guru pada muridnya.


__ADS_2