
Tak sampai sore semua yang hadir pada ruangan tersebut telah mati tidak ada satu pun dari ras naga yang hadir dalam ruangan tersebut dapat keluar dengan hidup. Sedang kekacauan yang ada didalam tidak di ketahui oleh bangsa naga yang berada di luar istana. Kekaisaran naga menjadi lautan darah siang itu.
Akhirnya Long Meilin Nuhai pun tersadar setelah semua mati, tinggal dia sendiri dan pasukan yang dipimpin Zilong yang masih berada pada ruangan tersebut.
"Sudah aku katakan bahwa aku akan membawamu pergi" Ucap Zilong dengan tatapan sinis pada Long Meilin Nuhai.
Gadis naga ini memang tak pandai beladiri, tapi melihat yang ada diruangan telah mati semua dia berencana melawan Zilong.
"Jahanam kau Zilong! Akan aku bunuh kau" Teriak Long Meilin Nuhai mengambil pedang yang ada di ruangan tersebut. Perlawanan yang tanpa arti bagi Zilong, dewa muda ini langsung memukul tengkuk dari gadis naga ini, gadis ini pun pingsan tak sadarkan diri.
Zilong dan pasukannya pun keluar dari istana, mereka seperti di terpa angin hilang tak berjejak.
Tak berlangsung lama rombongan pengantin pria pun datang dengan diiringi pasukan pengiring yang kali ini tanpa senjata, masyarakat yang diluar istana yang tidak tahu pun akhirnya berbondong-bondong ikut menghadiri pernikahan yang akan dilaksanakan tersebut.
Mereka kaget setelah sampai di gerbang istana yang tertutup.
"Pengawal, cepat kau buka gerbangnya perintah" perintah Wen Chen Ling pada pengawal pengantin.
Setelah pintu istana terbuka mereka kaget bukan main, keadaan istana sudah porak poranda, semua yang ada didalamnya mati semua tanpa ada satu pun yang hidup.
Wen Huang Jie keluar dari tandu langsung berlari menuju istana dimana disana tempat berkumpulnya calon keluarga barunya. Matanya terbelalak kaget setelah melihat semua mati, bahkan kaisar naga iku meninggal dengan tubuh terpotong menjadi dua.
"Bedebah!!! Siapa yang melakukan ini" Teriak pemuda ini dengan marah. Dari jauh nampak seorang gadis mengenakan baju merah tergeletak tak berdaya. Dia tahu pasti gadis ini adalah Long Meilin Nuhai. Dia segera menghampiri gadis tersebut. Dan membopongnya pada tempat yang aman.
Gadis ini pun sadar, dia melihat calon suaminya.
"Ah.... Tidak..." Gadis ini pun pingsan kembali, dia tak kuat melihat kejadian yang baru saja menimpa keluarga nya.
__ADS_1
Kabar hancurnya Kekaisaran naga pun telah sampai pada kaisar langit. Dia segera mengirim bala bantuan kepada Kekaisaran naga.
Kabar yang diterima kaisar pun benar adanya, dia pun tak tahu kenapa bisa terjadi hal demikian. Dari kejauhan pun tampak rombongan yang di pimpin Wen Chen Ling memasuki gerbang istana Kekaisaran langit.
"Perdana menteri Wen Chen Ling meminta ijin menghadap kaisar" Laporan dari penjaga gerbang istana pada kaisar Bai Yun San. Setalah masuk dan menghormat sang raja Wen Chen Ling melaporkan keadaan yang terjadi.
"Lapor kaisar Kekaisaran naga telah hancur, serta kaisar Long Wang Yuzhou meninggal." Ucap perdana menteri dengan raut muka sedih.
"Cepat kau ceritakan secara detail kejadian tersebut" Perintah Kaisar langit pada perdana menteri.
"Putra hamba ingin melangsungkan acara pernikahan, tapi setelah sampai disana, semua telah hancur tak ada satu makluk hidup pun yang selamat paduka, tapi putri Long Meilin Nuhai masih selamat, saya harap jika sudah siuman putri tersebut dapat memberikan keterangan siapa pelaku semua ini paduka" Laporan dari Wen Chen Ling yang memang belum begitu tahu kejadian tersebut.
Tak berapa lama sang putri pun sadar, dia hanya bisa menangis merapi kejadian yang menimpa dirinya kini.
"Jahanam itu harus menerima pembalasan dari ku," ucap Long Meilin Nuhai dengan nada marah.
Keduanya pun langsung menghadap sang kaisar, setelah sampai perdana menteri dan kaisar masih duduk memikirkan kejadian tersebut.
"Yang mulia kaisar putri Long ingin menghadap" Ucap penjaga yang langsung diikuti kedua muda-mudi ini.
"Putri Cepat laporkan kejadian tersebut agar aku dapat menangkap pelakunya.
" Ba... Baik kaisar" Ucap sang putri menahan sedih dalam hatinya. Gadis ini menceritakan secara detail kejadian tersebut, hingga dia pingsan dan sempat melakukan perlawanan pada Zilong. Dan tak lupa tentang ucapan candaan Zilong sebelum masuk pagoda pemurnia dewa.
Bahwa Zilong akan merebut dirinya dari Wen Huang Jie.
"Kurang ajar anak itu, dosanya kali ini tak dapat ku ampuni, cepat jemput pemuda itu!" Perintah kaisar pada pasukannya.
__ADS_1
Sudah merupakan adat jika suatu keluarga yang mau menikah tapi ada kematian menjelang pernikahan maka kegiatan tersebut harus di tunda hingga beberapa tahun, ini sebagai tolak balak bencana atau menghilangkan kesialan yang akan terjadi selanjutnya.
Setalah malam pasukan yang menjemput Zilong pun tak dapat menemukan pemuda tersebut pada pagoda pemurnian. Dan mereka telah dapat kabar dari penjaga pagoda bahwa dewa muda tersebut telah keluar pagi tadi, prajurit pun akhirnya mencari di rumah tetua Zhao.
Zhao Zilong dan kakeknya Zhao Tian Ren sedang bercanda serta bercerita tentang bagai mana rasanya kehidupan di pagoda pemurnian dewa.
"Utusan kaisar langit datang" Teriak pengawal yang menyertai pasukan kaisar langit.
"Zhao Tian Ren beserta keluarga menerima perintah, semoga kaisar panjang umur" Ucap kakek Zilong sambil berlutut di ikuti anggota keluarga yang lain.
Zhao Zilong diperintah menghadap kaisar langit, segera! " Ucap prajurit yang membawa titah tersebut. Zilong tidak mengetahui perihal apa dia di perintah langsung bergegas menuju tempat Kekaisaran.
Zhao Tian Ren merasa aneh dengan perintah tersebut, hanya perintah menghadap kenapa membawa begitu banyak pasukan yang di ikutkan.
Setelah rombongan berangkat membawa cucunya, Zhao Tian Ren juga menyusul kekaisaran langit.
Setelah sampai dalam aula tak hanya kaisar yang ada disana, banya pejabat penting serta hadir juga disana Long Meilin Nuhai dan calon suami yang merupakan sahabatnya Wen Huang Jie.
"Kenapa mereka disini, apa mereka sudah menikah? Kan hari ini rencana pernikahan mereka, mungkin diajukan" Hati Zhao Zilong dengan tenang.
Tapi anehnya pandangan mereka kenapa begitu dendam padanya terutama Long Meilin Nuhai serta Wen Huang Jie.
"Zhao Zilong menghadap Paduka kaisar" Ucap Zilong dengan tenang sambil berlutut, dia tak ada pikiran lain mengenai hal apapun yang akan terjadi, malah batin dia mungkin akan segera dilantik saat ini juga karna semua pejabat Kekaisaran hadir disana.
"Zhao Zilong...!" Teriak sang kaisar dengan nada bengis. Sang kaisar begitu melihat ekspresi Zilong seperti tak bersalah malah membuatnya semakin marah.
"Zilong kemana kau setelah keluar dari pagoda pemurnian dewa?" Tanya kaisar masih dengan nada tinggi.
__ADS_1
"Hampa keluar tadi pagi kaisar, lalu hampa istirahat di dekat air terjun samping Kekaisaran naga, lalu hamba baru kembali sore tadi kerumah" Jawab Zhao Zilong dengan datar dan tanpa ekspresi apapun.