
Zhao Zilong akhirnya menimba ilmu dar guru Shen Laoshi, tak hanya ilmu element, senjata bahkan dirinya banyak mendapat petuah serta nasehat bijak agar kelak dewa muda ini tidak terbawa jiwa raja iblis.
Zhao Zilong paham serta mengerti dengan baik apa yang guru pesankan pada dirinya. Dan Zilong berjanji dalam dirinya sendiri tak akan terbawa jiwa iblis yang merasuk dalam jiwanya. Setidaknya hanya ini yang dapat dia lakukan sejauh ini.
Waktu berlalu begitu cepat, tak terasa satu bulan pun telah berlalu, tiba saatnya Zhao Zilong keluar dari pagoda ini.
"sebenarnya aku masih ingin belaja tetang semua hal dengan guru" Ucap Zilong enggan keluar pagoda.
"Pasti nanti akan ada waktu untuk kita bertemu lagi" Ucap guru Shen Laoshi pada muridnya.
Zilong sudah mengenal serta mempelajari semua tentang element, walau jenius dewa muda ini juga perlu waktu untuk mempraktekkan apa yang di ajarkan sang Guru.
Hari ini adalah hari dimana kekasih kecilnya akan menikah, hari masih pagi, dewa muda ini ingin pulang kerumah terlebih dahulu. Tapi niatnya urung manakala melihat pemandangan air terjun di kelilingi bunga, Ditempat inilah dulu dia dan Long Meilin Nuhai bermain.
"Kenapa aku menyesali kerenggangan hubungan ku dangan Long Meiling Nuhai, sudahlah dia akan segera menjadi istri teman ku sendiri" Batin Zhao Zilong sambil rebahan pada pohon yang tumbang di pinggiran air terjun tersebut.
\* \* \* \* \* \*
Siang di istana Raja naga sedang berkumpul pejabat serta keluarga penting. Siang ini mempelai pria akan datang bersama rombongan dari Kerajaan kaisar langit.
Kebahagian nampak pada wajah mereka semua terutama mempelai wanita yang sebentar lagi melangsungkan pernikahan.
Tampak begitu cantik gadis naga yang sedang duduk pada kursi yang di peruntukan bagi kedua mempelai. Dengan gaun merah yang tampak kontras dengan warna kulitnya yang begitu putih dan bersih itu.
Tapi ada rasa aneh dihatinya resah entah perasaan apa ini batinnya.
__ADS_1
"Sudah putri ku... Kenapa kau tampak begitu tegang?" Ucap Long Wang Yuzhou kaisar naga serta ayah dari gadis yang tampak resah menunggu kedatangan calon suami nya.
"Iya ayahanda... " Jawab Long Meilin Nuhai pada ayahnya.
Tidak berapa lama terdengar kabar bahwa tandu yang mengangkat calon suaminya sudah datang, hatinya bukan tenang malah semakin resah.
Rombongan masuk dengan diiringi musik serta tarian-tarian ras bangsa naga. Tampak begitu meriah penyambutan tersebut. Nampak kaisar naga menyambut dengan suka Cita. Dia bahagia melihat anak semata wayangnya akan segera menikah.
"Selamat kaisar... Akhirnya tuan putri menikah juga" Sapa para pejabat yang menghadiri pernikahan tersebut. Semua nampak memberikan ucapan selamat pada sang raja.
Tandu telah masuk kedalam ruangan tengah istana sang raja. Dimana pada ruangan tersebut akan dilangsungkan peresmian pernikahan putrinya. Kaisar tak curiga dengan para pengiring dari calon menantunya ini. Tapi jika di perhatikan ada sesuatu yang janggal disana, mungkin dia terlalu bahagia maka tidak sadar akan hal tersebut.
Jika di perhatikan dengan seksama semua pengiring tersebut, semuanya membawa senjata, tak seperti acara pernikahan sebelum-sebelumnya. Kaisar tak menaruh curiga sedikit pun tetang hal tersebut.
"Pengantin pria telah datang," Teriak penjaga pintu masuk ruangan tersebut. Diluar gedung juga tampak ratusan pengawal mempelai juga dengan senjata yang masih mereka bawa.
Akhirnya kaisar menuju tandu yang masih tertutup kain merah tersebut, Dia hendak membuka tirai dan mempersilahkan sang mempelai untuk menjalankan adat seperti yang biasa dilakukan.
"Hah... Ke... Kenapa kau yang berada dalam tandu? Mana menantu ku?!" Ucap sang kaisar Long Wang Yuzhou pada orang yang ada dalam tandu itu.
Setelah tirai terbuka, keluarlah seorang pemuda yang tak lain dan tak bukan, dia lah Zhao Zilong. Dengan pakaian perang kebanggaan Kekaisaran langit. Pemuda ini keluar dengan senyum ramah menjawab apa yang jadi pertanyaan untuknya.
"Panjang umur yang mulia... Saya harap yang mulia tidak kaget, ini merupakan kejutan dari hamba agar suasana tidak terlalu tegang" Ucap Zhao Zilong menjawab pertanyaan kaisar naga.
Suasana yang semula tegang kini sedikit berkurang karna bukan mempelai yang hadir melainkan teman kecil putri Long Meilin Nuhai, tak ada curiga sedikit pun pada mereka yang hadir di situ.
__ADS_1
"Maaf putri... Bukan maksud hamba ingin bercanda, hanya ingin mengurangi sedikit ketegangan di sini" Ucap Zhao Zilong pada Long Meilin Nuhai.
"Ah... Ternyata kau kakak Zilong, aku kira suami ku" Jawa gadis tersebut tampak hilang ketegangan pada raut wajahnya.
"Yang mulia hamba ada hadiah untuk yang mulia" Zilong mengeluarkan pedang yang ada dalam tandu dimana tadi dia duduk.
"Hadiah yang bagus... Pedang tingkat atas di Kekaisaran dewa" Ucap senang sang kaisar mendapat hadiah dari Zilong.
"Perlu kaisar tahu... Pedang ini adalah pedang pusaka, dia menebas apa saja pedang yang sangat hebat" Terang Zilong Sambil menarik keluar pedang tersebut dari sarungnya. Tampak kilauan yang sangat indah serta kesan tajam serta dapat dirasakan berapa kuat dan hebat pedang ini.
Zhao Zilong menggerakkan pedang seperti menebas menunjukan hebatnya pedang tersebut.
"Bagus... Bagus..." Ucap kaisar Long Wang Yuzhou pada Zilong. Dewa muda membawa pedang tersebut kepada sang kaisar. Tanpa diduga tiba-tiba pemuda ini menusukkan pedang tersebut dari jarak yang begitu dekat. Raja yang tidak mengetahui pun tertusuk pada bagian perutnya.
Tak cukup sampai disitu Zilong pung nenebaskan pedang yang masih bersarang pada perut sang kaisar Long Wang Yuzhou. Seketika sang kaisar mati tanpa ada perlawanan tubuhnya terpotong menjadi dua.
"Ayah... " Teriak Long Meilin Nuhai sambil menjerit dan langsung duduk tak sadarkan diri melihat ayahandanya terpotong menjadi dua. Sontak semua yang hadir pun marah dengan hal tersebut.
"Kalian semua habisi yang ada di sini! " Perintah Zhao Zilong pada pasukan yang dia bawa.
Semua yang hadir disana pun bertarung, tapi aneh mereka seakan-akan bertarung tanpa tenaga sedikit pun. Hal ini telah direncanakan dengan matang oleh pemuda ini, sebelum penyerangan mereka terlebih dahulu diberi racun pada makanan yang dinikmati.
Racun penghancur jiwa, dimana racun ini akan menghilangkan kekuatan mereka dalam beberapa waktu, dan hal ini yang dimanfaatkan oleh pemuda tersebut. Hari itu adalah pembatalan ras naga besar-besaran dimana pejabat serta anggota istana dibantai habis, sedang prajurit naga hanya bisa melawan semampu mereka.
Bangsa naga memang terkenal dengan tubuh kuat tapi itu semua tak berpengaruh pada prajurit yang dibawa oleh Zilong. Prajurit bangsa naga yang kemampuannya rendah memilih diam tak melawan, karna melawan mereka pasti akan mati.
__ADS_1