
waktu pun tidak terasa sudah pagi lagi zero dan sellapun langsung sarapan, zero memberikan sella makanan khas bumi yaitu pizza.
sela keheranan dengan yang di keluarkan oleh zero.
"apakah ini makanan? kok saya belum pernah melihatnya" ucap sela sambil memerhatikan pizza.
zero pun langsung tertawa.
"hahahahaha,,,, tentu saja kamu belum pernah melihatnya karena makanan ini buatan saya sendiri" ucap zero dengan sombongnya.
sella yang mendengar ucapan zero langsung memalingkan wajahnya dan langsung memakan makanannya. ketika sella mengigitnya wajah sella langsung bercahaya.
"wow,,,, makanan apa ini? ini sangat enak" ucap sella dan langsung menghabiskan makanannya.
zero yang melihatnya hanya tersenyum.
"untung saja dia menyukainya" ucap zero dalam hatinya.
setelah sarapan zero dan sella pun langsung melanjutkan perjalanannya.
"hmm hei zero sebenarnya sekarang kamu level berapa?" ucap sella dengan melihat zero.
zero pun melirik nya.
"yah terakhir kali aku tes di batu sihir aku berlevel 11" ucap zero dengan melihat langit.
sella tidak percaya dengan ucapannya dan hanya tertawa.
"hahaha,,, kamu gak usah berbohong, mana ada orang yang berlevel 11 bisa sekuat itu" ucap sella.
zero yang melihatnya tidak peduli dan hanya mengabaikannya.
"hei jangan mengabaikanku jawab jujur kamu level berapa?" ucap sella dengan wajah marahnya.
zero pun langsung membeli alat sihir untuk mengukur level di toko systemnya.
sella kaget saat melihat zero mempunyai alat sihir.
"dari mana kamu mendapatkan alat sihir ini?" ucap sella dengan wajah kagetnya.
zero hanya tersenyum dan langsung memegang alat sihir nya, tapi sebelum dia memegang alat sihirnya dia sudah menyamarkan levelnya.
tampilan status
nama : zero
ras : manusia
job : assassin
level : 13
zero langsung melihat sella.
"apa sekarang kamu sudah percaya? nah sekarang giliranmu" ucap zero kepada sella.
sella kaget ketika melihat level zero ternyata benar yang di ucapkan zero tapi kekuatannya sangat tidak masuk akal untuk levelnya.
sella hanya ber pasrah dan langsung meletakkan tangannya di alat sihir.
tampilan status
__ADS_1
nama : sella
ras : manusia
job : swordsman
level : 14
zero yang melihatnya hanya tertawa kecil.
"hehehe,,, karena kamu level 14 dan aku level 13 jadi kamu yang harus melindungi ku" ucap zero dengan tawanya.
sella langsung memalingkan wajahnya, zero yang melihatnya hanya tersenyum dan menyimpan alat sihirnya kembali ke item boxnya.
zero dan sella langsung melanjutkan perjalannya lagi.
setelah beberapa menit zero dan sella melihat ada batu yang berbentuk hewan, zero mempunyai firasat buruk tentang ini dan langsung mengaktifkan skill search nya.
zero kaget ketika yang ada di sekitarnya ternyata itu adalah monster medusa.
"sella cepat tutup matamu!!!" ucap zero dengan terikannya.
sella yang kaget langsung menutup matanya tanpa bertanya dulu.
[peringatan]
[tuan jangan sampai melihat mata medusa, jika tuan melihat matanya maka tuan akan menjadi batu selama seminggu]
zero yang mendengarnya merasa bangga kepada system karena system langsung memberitahunya tanpa harus bertanya dulu.
seketika medusa muncul di hadapan zero. zero hanya melihat tubuh ular medusa. medusa langsung berteroak dengan kerasa sampai sampai zero harus menutup telinganya.
sedangkan sella masih menutup matanya dan menutup telinganya.
seketika zero langsung memotong kepalanya hanya dengan satu tebasan.
zero langsung tenang karena medusa sudah di kalahkan tanpa harus melihat matanya.
"hei sella sekarang kamu boleh membuka matamu" ucap zero dan langsung duduk.
saat sella membuka matanya sella kaget karena ada medusa yang sudah terbunuh.
"a,,, apakah kamu yang membunuhnya?" ucap sella dengan wajah kagetnya.
"bukan tadi ada seekor yang terbang terus membunuhnya" ucap zero dengan wajah bercandanya.
sella yang mendengarnya langsung mengepalkan tangannya.
"jangan berbohong" ucap sella sambil berteriak
zero hanya tertawa melihat expresinya.
"hahahaha,,,, baiklah, sella apa yang harus kita bawa dari mayat medusa ini" ucap zero dengan menunjukkan jarinya ke mayat medusa.
sella hanya tertawa kecil.
"hohoho,,,,,, kamu tidak tahu ya bahwa semua tubuh medusa di perlukan jadi kita harus membawa semuanya" ucap sella dengan wajah seramnya.
zero pun kaget saat mendengarnya.
"apa!!!! seriusan? semua tubuh medusa di perlukan" ucap zero dengan wajah kecewanya.
__ADS_1
sella keheranan kenapa zero sangat kecewa bukannya senang karena kita akan mendapatkan banyak uang.
"hei kenapa kamu sangat kecewa bukannya bagus ya kita bisa mendapatkan banyak uang" ucap sella dengan keheranan.
zero yang masih kecewa karena tubuh medusa tidak bisa di jadikan poin shopnya langsung memasukan mayat medusa ke item boxnya dan tidak di tukar ke poin shopnya karena ada sella yang melihatnya.
"yah tidak apa apa sih, hanya saja" ucap zero dengan wajah sedihnya.
sella kebingungan ada apa dengan zero.
"hanya saja kenapa?" ucap sella.
zero langsung berjalan dengan lemas.
"poin shopku, tidaaaak!" ucap zero dalam hatinya.
sella terus kebingungan ada apa dengan zero? yah sella langsung tidak memperdulikan nya dan langsung ikut berjalan bersama zero.
zero dan sella terus terusan berjalan, makan malam, tidur, sarapan, berjalan, makan malam, tidur dan terus begitu selama 4 hari karena kotanya sangat jauh.
setelah 4 hari terlewati akhirnya zero dan sella sampai di kota nagoya.
"akhirnya kita sampai juga" ucap sella dengan wajah sedihnya.
zero hanya terus berjalan ke dalam kota.
"heeeei!!! tunggu aku" ucap sella dengan teriakan yang di arahkan ke zero.
"cepatlah kita harus mencari penginapan dulu" ucap zero.
sella pun langsung mengikuti zero.
setelah di dalam kota zero dan sella langsung mencari penginapan dan bertanya tanya ke semua orang. akhirnya zero dan sella pun menemukan penginapan.
ketika zero dan sella membuka pintunya, langsung di sambut oleh pemilik penginapan.
"selamat datang,,, Ehk saya belum pernah melihat kalian, apakah kalian orang baru?" ucap pemilik penginapan.
"ahk iya kami berasal dari kota nenplus dan baru saja tiba di kota ini" ucap zero sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal.
pemilik penginapan kaget mendengarnya bahwa zero dan sella tiba di kota yang sangat jauh.
"ohh,,, apa kalian ingin memesan kamar?" ucap pemilik penginapan.
"iyah kami akan memesan 2 kamar selama seminggu" ucap zero.
pemilik penginapan keheranan karena zero dan sella memesan 2 kamar.
"bukannya kalian suami istri? kenapa harus 2 kamar?" ucap pemilik penginapan.
wajah sella langsung memerah.
"bukan!!!,,, kami tidak mempunyai hubungan suami istri hanya saja kami adalah party" ucap sella dengan paniknya.
sedangkan zero hanya tertawa kecil ketika melihat reaksi sella.
pemilik penginapan kaget ternyata mereka bukan suami istri.
"ahk maaf tuan dan nona, saya kira kalian sudah menikah" ucap pemilik penginapan sambil tersenyum.
beberapa menit telah berlalu zero dan sellapun langsung masuk ke kamar masing masing untuk tidur karena hari sudah malam.
__ADS_1
baik lah sampai sini dulu, makasih yang sudah support saya.