
setelah zero sampai di penginapannya zeropun langsung di sambut oleh pemilik pengilan dan lisa.
"ahk selamat datang tuan, apakah tuan sudah mendaftar sebagai petualang?" ucap pemilik penginapan.
zero merasa senang karena pemilik penginapannya yang begitu baik kepada zero.
"ya, saya juga sudah menyelesaikan quest pertama sama" ucap zero dengan menggaruk rambutnya yang tidak gatal.
saat mendengarnya pemilik penginapan merasa senang karena zero sudah menyelesaikan questnya dan tidak terluka sama sekali.
"ahk pasti tuan lapar saya akan menyiapkan makanannya, tuan bisa menunggu di meja makan, lisa ayo bantu ibu untuk menyiapkan makanan untuk tuan zero" ucap pemilik penginapan dengan melihat ke arah lisa.
"baik bu" ucap lisa.
setelah makan zero langsung pergi ke kamarnya untuk istirahat dan tidur.
waktu tidak terasa dan sudah pagi lagi, ketika zero bangun seperti biasa lisa mengetuk pintu zero untuk memberi tahu zero waktu sarapan sudah tiba, zero pun bergegas kebawah untuk sarapan.
sesudah sarapan zero langsung pergi ke guild karena zero takut sella menunggunya untuk menyelesaikan quest.
sesampai di guild zero melihat sella yang sedang menunggunya dan zero langsung menghampiri sella.
"maaf sudah membuat kamu menunggu" ucap zero dengan menyapa sella.
"tidak apa apa kok saya juga baru sampai" ucap sella dengan wajah malunya.
setelah berbincang zero dan lisa langsung mengambil quest party.
"sella kamu saja yang memilih questnya saya tidak tahu quest mana yang cocok dengan kita" ucap zero dengan melihat lihat quest.
sella pun langsung memilih quest yang cocok, setelah menemukannya zero dan lisa langsung pergi ke meja penerimaan quest.
quest yang di ambil zero sama sella.
quest
membunuh 15 goblin
hadiah
15 goblin \= 5 koin perak
setelah di questnya di terima zero dan sella pun langsung pergi keluar kota.
__ADS_1
setelah sampai di hutan zero ingin menggunakan skill searchnya karena dia tidak mau kesusahan untuk mencari para goblin.
ketika sella melihat di balik punggung zero sella melihat ada belati yang di simpan di pinggang belakang zero, sella keheranan karena dia baru melihatnya soalnya belati itu ketutupan oleh jubah yang di gunakan zero.
"hei zero sebenarnya job kamu apa?" ucap sella dengan wajah keheranan.
"ahk sebenarnya job saya adalah assassin" ucap zero.
sella kaget mendengarnya karena waktu pertama kali bertemu zero menggunakan skill sihir dan skill penyembuh.
"apa? job kamu assassin tapi kamu bisa menggunakan skill sihir dan skill penyembuh? itu tidak masuk akal" ucap sella dengan wajah kagetnya dan merasa tidak percaya.
mendengar itu zero kaget karena yang di ucapkan sella benar bahwa setiap job hanya bisa menggunakan skillnya masing masing dan tidak bisa menggunakan skill job lain.
karena zero mempunyai beberapa job dan bisa membeli skill di toko system maka zero bisa menggunakan semua skill yang dia inginkan tapi syaratnya harus membeli di toko system.
"hmm sebenarnya ini adalah rahasia karena saat aku kecil ayahku bilang gini, job kamu sangat special jadi kamu jangan kasih tahu siapa siapa bila ada yang nanya bilang saja bahwa job kamu itu assassin, seperti itu" ucap zero dengan wajah paniknya.
sellapun langsung berdiam karena itu adalah itu adalah informasi pribadinya jadi sella seharusnya tidak ikut campur.
"ahk iya sella kalau boleh tahu job kamu itu apa?" ucap zero dengan melirik sella.
"hmm sebenarnya jobku adalah swordsman makannya aku selalu membawa pedang di pinggang ku ini" ucap sella dengan tersenyum.
karena zero sibuk mengobrol dengan sella dan tidak menggunakan skill searchnya tiba tiba ada kawanan goblin yang berjumlah ratusan sella mulai ketakutan dan langsung bergetar di seluruh tubuhnya.
zero yang melihat sella ketakutan hanya terdiam dan zeropun langsung Menghadap kepada sella.
"kamu gak usah takut hanya dengan beberapa goblin saja, aku akan selalu menjagamu, karena kita adalah party" ucap zero dengan senyumannya.
setelah sella mendengar kata kata yang di keluarkan oleh zero sella mulai mendingan dan tidak bergetar lagi.
"baiklah karena kamu sudah mendingan aku akan mengurus mereka dulu tunggu di sini dan lihatlah" ucap zero dengan penuh semangat.
zero mengeluarkan daggernya dan tiba tiba langsung menghilang, sella yang melihatnya kaget karena zero tiba tiba menghilang, sebenarnya itu bukan menghilang tapi kecepatan zero tidak bisa di ikuti oleh mata sella.
sellapun langsung melihat ke arah goblin dan tiba tiba di sana ada zero yang sedang membasmi para goblin dengan mudahnya.
zero menikmati pertarungannya karena zero berpikiran akan menggunakan mayat goblin menjadi poin shop nya.
setelah beberapa menit zeropun selesai membasni goblin sedangkan sella yang melihatnya sella merasa takut dan tidak bisa bergerak.
"bagai mana jika zero menjadi musuh manusia? apakah dia akan membantai nya seperti ini" dalam hati sella dengan wajah yang ketakutan.
__ADS_1
ketika zero ingin menggunakan mayat goblin menjadi poin shop zero melihat sella.
"sial aku lupa bahwa di sini ada sella" dalam hatinya zero dengan wajah kecewanya.
zeropun langsung mendekati sella.
"apakah tidak apa apa bila kita membawa semua mayat goblin ini ke guild?" ucap zero sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal.
sella terkaget kan dengan suara zero.
"ahk kita tidak perlu berat berat untuk membawa mayat goblin ini, kita hanya perlu membawa kedua telinganya saja" ucap sella dengan berjalan dan langsung memotong telinga goblin.
ketika zero mendengarnya zero merasa bangga karena mayatnya bisa di tukar menjadi poin shopnya.
beberapa menit telah berlalu dan semua telinga goblin sudah di potong dan sella kebingungan bagaimana caranya membawa telinga goblin yang sangat banyak ini karena mereka tidak membawa tas sama sekali.
"hei zero bagaiman kita membawa telinga goblin ini" ucap sela dengan wajah kebingungan.
"ahk kita tidak usah repot repot karena aku mempunyai item box" ucap zero sambil memasukan telinga goblin ke dalam item box nya.
sella sudah sering di kejutkan oleh zero jadi dia tidak terlalu terkejut lagi.
zeropun langsung menghilangkan mayat goblin itu dan sella keheranan.
"zero apakah kamu juga membawa mayat mayat goblin ini? untuk apa?" ucap sella dengan keheranan.
ketika zero mendenganya zeropun kebingungan bagaimana cara menjawabnya, untung saja di kehidupan sebelumnya kehebatan zero adalah membuat alasan.
"ahk sebenarnya saya akan membuangnya ketika saya menemukan jurang karena kalau di simpan di sini pasti bakal membusuk dan akan membuat bau yang sangat tidak sedap untuk para petualang" ucap zero dengan wajah tenangnya karena kalau dia gugup pasti akan di curigai.
sella hanya menganggukkan kepalanya, setelah berbincang zero dan sellapun langsung pergi untuk menyelesaikan quest.
setelah sampai di guild zero dan sella langsung pergi ke meja administrator untuk menyelesaikan questnya, dan zero langsung mengeluarkan telinga goblin yang begitu banyak, semua orang terkejut melihatnya.
"tuan zero apakah tuan membunuh semuanya bersama nona sella?" ucap alice dengan wajah kaget karena banyaknya telinga goblin.
"tidak... itu semua di bunuh oleh zero" ucap sella dengan kagetnya.
semua orang yang berada di guild makin kacau bahwa seorang pemula bisa membunuh banyak goblin hanya dengan seorang diri seberapa kuatkah zero?.
waktu telah berlalu dan quest sudah di selesaikan zero dan sella pun kembali pulang ke rumah masing masing sedangkan zero pergi ke penginapan karena dia tidak mempunyai rumah.
baiklah sampai sini dulu makasih yang sudah support saya.
__ADS_1