
seketika zero berada di depan papan quest zeropun kebingungan karena tidak tahu quest rank E jadi zero pergi lagi ke meja pendaftaran untuk menanyakan quest rank E yang cocok dengan Zero.
"permisi, saya tidak tahu quest rank E yang mana, jadi saya minta untuk alice merekomendasikan untuk saya" ucap zero sambil menggaruk rambut belakang yang tidak gatal.
"baiklah, tuan zero mohon untuk menunggu di sini saya akan mengambilkan quest untuk tuan zero" ucap alice.
seketika alicepun pergi ke papan quest dan memilih quest untuk di selesaikan oleh zero, alice pun menemukan quest yang cocok dengan zero yaitu membunuh 10 tikus hutan.
"tuan zero mohon maaf telah menunggu ini quest yang saya rekomendasikan untuk tuan zero selesaikan" ucap alice sambil memberikan quest kepada zero
"oke makasih alice saya akan pergi dulu untuk menyelesaikan quest ini" ucap zero sambil mengambil quest dari tangan alice.
quest
membunuh 10/lebih kelinci hutan
hadiah
10 kelinci hutan \= 100 koin perunggu
zero langsung pergi ke luar kota untuk menyelesaikan quest, ketika zero sampai di hutan zero tidak ingin lelah untuk mencari kelinci hutan jadi dia bertanya kepada system.
"system apakah ada skill search?" ucap zero.
[tentu tuan bisa membelinya di toko system]
zeropun langsung membeli skillnya dan langsung menggunakan untuk berburu kelinci hutan dan seketika zero menggunakan skill search zero menemukan manusia yang sedang di serang oleh kumpulan goblin, zeropun bergegas untuk membantunya.
seketika zero sampai dia melihat wanita yang begitu cantik sedang di serang oleh sekelompok goblin tanpa basa basi zeropun langsung membantunya.
ketika zero melemparkan skill fire ball skill itu meledak dan banyak hasap di sekitar zero, ketika hasap itu hilang para goblin sudah musnah dan menyisakan wanita itu.
zero tidak merasa kaget karena statusnya yang tidak normal.
setelah membunuh para goblin zero langsung bergegas ke wanita itu dan langsung menanyakan keadannya.
"hei.... apa kau baik baik saja?" ucap zero sambil berlari menghampiri wanita itu.
"ma.. makasih sudah membantu saya, saya baik baik saja" ucap wanita itu dengan wajah kaget dan tangannya bergetar.
"etoo... kalau boleh tau apakah ada luka di tubuhmu?" ucap zero dengan wajah malunya.
wanita itu masih ketakutan di karenakan skill zero yang begitu tidak normal.
"se... sebenarnya ada di bagian kaki kiri saya yang terluka" ucap wanita itu dengan memperlihatkan lukanya kepada zero.
ketika zero melihatnya zero kaget karena dia teh membeli skill analisis waktu di penginapan dia melihat di kakinya ternyata ada racunnya.
__ADS_1
skill analisis
keadaan terkena racun
racun \= rank E
untung saja zero sudah membeli skill penyembuh dan zeropun langsung menyembuhkan kakinya dengan skillnya, wanita itu yang melihatnya kaget karena zero bisa menggunakan skill penyembuh yang biasanya di gunakan oleh priest dan skill fire ball yang biasanya di gunakan oleh mage.
seketika zero sudah menyembuhkan kakinya.
"apakah sekarang sudah baik baik saja?" ucap zero dengan melihat wajahnya.
wanita itu langsung menggerakan kakinya dan diapun kaget karena kakinya yang tidak sakit lagi.
"anuu... maksih sudah menyembuhkan kaki saya" ucap wanita itu dengan wajah memerah.
"syukurlah sudah sembuh, kalau begitu saya pergi dulu ya" ucap zero dengan wajah tersenyuman, dan langsung membalikan badannya.
ketika zero mau pergi wanita itu memberi tahu namanya.
"etoo... nama saya sella, kalau boleh tau nama kamu siapa?" ucap sella dengan wajah ketakutan karena takut kalau zero tidak mengasih tau namanya.
zeropun membalikan wajahnya dan tersenyum.
"nama saya zero, sampai ketemu lagi" ucap zero sambil meninggalkan sella.
"system bagaimana saya menambahkan poin shop saya?" ucap zero.
[jika tuan ingin menambahkan poin shop makan tuan harus membunuh monster, setelah tuan bunuh mayat monsternya bisa di tukar menjadi poin shop dan otomatis mayat monsternya akan menghilang]
setelah mendengar itu zeropun langsung membunuh banyak monster selain kelinci untuk di jadikan poin shop.
setelah selesai zeropun langsung pergi ke guild untuk menyelesaikan questnya.
"halo alice saya kembali" ucap zero
alice keheranan apakah zero menyelesaikan questnya atau tidak karena zero tidak membawa apapun.
"etoo.. tuan zero apakah kamu gagal dalam misi pertamamu?" ucap alice dengan wajah keheranan.
"ahk tidak, saya menyimpannya di item box saya" ucap zero dengan wajah yang bingung.
zeropun langsung mengeluarkan mayat kelinci hutan itu, seketika orang orang yang di guild kaget karena zero mempunyai skill langka yaitu item box yang hanya para bangsawan saja yang punya.
"tuan zero apakah tuan seorang bangsawan?" ucap alice dengan wajah kagetnya.
"ahk bukan, kenapa alice menanyakan itu?" ucap zero kebingungan.
__ADS_1
"apa? tuan zero tidak tau bahwa item box hanya di gunakan oleh para bangsawan?" ucap alice dengan wajah kegetnya.
zeropun langsung kaget bahwa item box yang ia gunakan hanya orang bagsawan yang mempunyainya.
"yah mungkin saya di berkati oleh dewa" ucap zero dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
seketika semua orang yang berada di guild kembali tenang dan tidak memperhatikannya lagi.
ketika zero sudah menyelesaikan questnya, alicepun meminjam kartu guild zero untuk mensave data terakhir yang zero selesaikan.
ketika selesai zero pergi keluar guild untuk pergi ke penginapan, ketika zero sampai di luar pintu zero melihat sella memasuki guild dan sella pun melihat zero keluar dari guild.
"ehhhhh.... apakah kamu juga seorang petualang?" ucap sella dengan wajah kaget dan malu.
"ahk iya, kamu juga ternyata seorang petualang ya" ucap zero sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal.
zero terpesona dengan wajah cantik sella dan rambut panjangnya yang berwarna perak.
"etoo,,,,, kalau tidak keberatan maukah kamu membuat party dengan saya?" ucap sella dengan wajah memerah dan menundukan kepalanya.
zero kebingungan karena langsung di ajak party oleh wanita tercantik di dunia ini.
"kalau kamu memaksa ya mau gimana lagi" ucap zero dengan senyumannya.
wajah sella makin memerah.
"aku tidak memaksa" ucap sella dengan wajah memerah dan marah.
"hahahaha,,, aku becanda, baik lah mulai sekarang kita adalah party" ucap zero dengan senyumannya.
sella senang mendengarnya seketika ada seseorang yang mau masuk ke guild dan di halangi oleh zero dan sella.
"hei kalian menyingkir lah jangan bermesraan di depan pintu, kalau mau bermesraan di taman sana" ucap pria yang begitu besar dengan wajah marah.
zero dan sella kaget dan langsung menyingkir dari depan pintu.
"maafkan saya" ucap zero dan sella bersamaan.
dan pria besar itu langsung masuk ke gukld.
"etoo.... sella saya duluan ya, besok saya akan menunggu kamu di dalam guild untuk melakukan quest bersama" ucap zero
"ahk baiklah saya juga akan masuk ke guild, kalau begitu sampai jumpa" ucap sella sambil meninggalkan zero.
zeropun tersenyum dan langsung pulang ke penginapannya.
baiklah sampai sini dulu makasih yang sudah support saya.
__ADS_1