
pada malam itu bulan mengintip di jendela kaca kamar rine, dia memandangi bulan tersebut seakan-akan sang bulan tersenyum kepadanya. angin malam yang menerobos masuk kedalam kamarnya melalui sela-sela jendela yang terbuka itu membuatnya tak nyaman, lantas ditutuplah jendela tersebut olehnya.
tak selesai disitu, rine mendengar benturan keras. seperti benturan batu dengan kaca. rine menuju kearah sumber suara itu muncul, karena dirinya diliputi rasa penasaran yang besar. dia berusaha memberanikan diri untuk melihatnya.
rine kembali membuka jendelanya, kali ini bukan untuk melihat bulan akan tetapi untuk melihat seseorang Jang jahil itu?. dilihatnya sekeliling, pandangannya menangkap remaja laki-laki dibawah sana, remaja yang sangat dikenalinya.
"malem rine" ucapnya dari bawah sana, dia tersenyum kepada rine, yang juga ikut tersenyum padanya. "apaan?" tanya rine, tidak biasanya sahabatnya ini datang kemari malem-malem gini.
"enggak, gw cuma pengen liat elu" gak jelas, itulah yang dipikirkan oleh rine. "mau masuk dulu gak?" tanya rine karena dia tau, udara diluar sedang dingin. "gak usah" jawab dhitya, setelahnya dia pergi tanpa mengucapkan apapun.
"kebiasaan!" ucapnya kesal, karena sahabatnya itu jika pergi selalu saja dengan bungkam. rine buru-buru mengejar dhitya, satu-persatu dia menuruni anak tangga untuk menuju keluar rumah.
__ADS_1
dia membuka pintu rumahnya, ditangkapnya dhitya oleh pandangannya. "dhityaaa woii" rine memangilnya dengan nada tinggi. dhitya yang mendengar itu lantas mengalihkan pandangannya, mencari seseorang yang memanggilnya tadi.
rine menghampiri dhitya setelah menutup pintu rumahnya, "mau ikut jajan?" tanya dhitya mendadak mengalihkan suasana. "boleh-boleh, lagian gw lagi pengen ice cream" harusnya dia menanyakan apa yang membuat dhitya datang mengunjungi rumahnya, tapi entah kenapa dirinya malah terbawa suasana sehingga melupakan tujuan utamanya untuk pergi menghampiri dhitya.
dhitya menarik tanganku menuju suatu sempat, tempat dimana sebuah sepeda sedang bersandar pada batang pohon. dhitya menyuruh rine untuk naik keatas sepedanya setelah dhitya.
rine berpegangan dengan menggenggam jaket yang dikenakan oleh dhitya, jaket abu-abu dengan aroma mint yang selalu menjadi favoritnya. "lu tau gak di setiap warna itu memiliki makna tertentu"
angin malam terus menerpa mereka berdua, ditemani sang bulan yang terus saja mengikuti mereka kemana pun mereka pergi. "rine, setiap yang gw lakuin dan yang setiap gw ucapin walaupun itu baik, tapi selalu berdampak buruk terhadap seseorang, entah itu yang terdekat buat gw ataupun orang lain yang gw kenal" ucapan dhitya menerobos keheningan malam diantara mereka berdua.
rine berusaha berpikir untuk mengolah kalimat siapa tidak menyakiti perasaan sahabatnya ini, seraya melihat kearah belakang kepala dhitya yang dibalut oleh rambut yang teterpa angin.
__ADS_1
"ah sepertinya ini pertanyaan sulit" baru saja rine ingin menjawab pertanyaan tersebut akan tetapi sudah disela oleh dhitya. "nah udah sampe" ucap dhitya setelah mereka berdua sampai didepan supermarket.
mereka masuk ke dalam supermarket untuk membeli ice cream, lalu setelahnya mereka duduk di kursi panjang depan supermarket tersebut. rine membeli ice cream rasa cookies and cream sedangkan dhitya membeli rasa coklat. "mau?" tawar rine kepada dhitya.
"boleh" dhitya memajukan kepalanya, rine yang mengerti apa maksud temannya itu langsung menyuapinya dengan satu sendok berisikan ice-cream yang dimilikinya. dhitya memegang tangan rine agar dia bisa melahap ice cream tersebut.
rine memalingkan wajahnya membuat kebingungan, Dhita terkekeh setelah melihat wajah rine yang begitu merah seperti kepiting rebus. lalu dirinya bertanya hanya untuk menggoda rine saja "wkwk lu kenapa rine?"
"mau?" tanya dhitya seraya mengasongkan satu sendok ice-cream kearah rine. dengan sekejap rine melahap ice cream tersebut, "enak" ucap rine.
"iya kan, apa gw bilang ice-cream coklat itu no satu" pernyataan tersebut yang membuat rine tidak setuju "apaann? ice-cream rasa cookies and cream number one" ucap rine dengan sarkas.
__ADS_1
mereka berdua lantas tertawa seraya berucap "apaan sih gitu doang diributin wkwk"