
Jeunsg... Dar
"[Unknown] lihat!"
Suasana yang tadinya cerah, adem, dan segar mendadak berbalik menjadi.
Gelap[Unknown]
Gerah[Unknown]
Panas[Unknown]
"Unkn...Kitt a ak a n mem ba w a kam u ke duni a kami"
Suara misterius yang membisiki [Unknown]
"Arg, suara apaan nih"
"Sania kamu gak kenapa-napa?"
Ketika ingin melihat kebelakang Sania sudah tidak ada di belakangnya.
"Sania..., San"
Hushh...
"Kencang sekali angin nya, pokok nya gw harus cari Sania terlebih dahulu"
"Ing in men car i sa n ia?"
"Arg suara itu lagi"
"Gw telepon si Bili dulu"
__ADS_1
Tring... Tring... Krek..
"[Unknown] lu gak kenapa-napa?" Ucap Bili sambil tergesa-gesa.
"Kaga bil, eh iya lu sama kah... uhg angin nya"
"Iya sama [Unknown] pokok nya kita rapat kagak jadi ok balik kerumah masing-masing"
"Ouh ok tapi..."
Terputus.
"Sial, mana Sania gak ada lagi. Kemana tuh orang"
"Sania...Sania..."
[Unknown] pun mencari Sania dan meninggalkan motor nya di pinggir jalan. para pengendara menepi sambil ketakutan, dengan tanpa sengaja [Unknown] menabrak seseorang.
"Urgh... ah maaf, saya sedang terburu-buru"
"Hah?"
Tanpa sadar, seorang yang dia tabrak menghilang begitu saja. Tanpa heran [Unknown] tetap mencari Sania hingga tiba disebuah bangunan tua yang sudah lama ditinggal.
"Cih... dimana sih si Sania"
Angin semakin kencang, daun dan ranting pohon berterbangan disekitar bangunan tua tersebut. Suasana makin mencekam, kepala [Unknown] merasa pusing. Dari matanya melihat kearah pintu bangunan tua tersebut seakan mengeluarkan aura hitam melekat sedang mendekati dia.
"......"
Tidak bisa berkata apa-apa, [Unknown] akhirnya memutuskan untuk pergi tetapi, langkah kakinya terasa berat sampai tidak bisa diangkat untuk melangkah.
Dikeadaan itu suara misterius pun muncul kembali.
__ADS_1
"Pangeranku, cepatlah kemari" dengan suara bisik tetapi menyakitkan.
"Suara itu lagi, hey tunjukan sosok mu. Jangan cuman suara doang" sentak [Unknown] sambil berlindung di tangan nya.
"Baiklah, akan kutunjukan diriku. Tetapi kamu harus tau dan ingatlah"
"Ok baiklah cepat katakan"
"Bahwa nanti ka m u akan dilanda ke sul itan yang besar dan akan membawa ********** b a gi ketu run an ban g saw an kita"
"Maksudnya?"
(Sies Van Weirlied Nour Besht Ai Mindaka Bad Zeromerp Lis)
Deng kretek Tek Tek...
Pintu bangunan tua tersebut perlahan terbuka, dan [Unknown] tertarik kedalam pintu tersebut.
Sebelum tertarik dirinya mendapatkan sebuah pedang yang sudah terikat di pinggangnya, saat itu juga semua yang ada dihadapan nya berubah menjadi samar-samar. Ingatan nya seakan terhapus mulai dari tentang dirinya, keluarganya, temannya, dan orang yang pernah ia kenal ingatan tersebut melebur begitu saja.
Dia mengingat hanya tentang dirinya mencari seorang wanita bernama Sania.
Semua yang dilihat dipandangan nya seperti bangunan kota, taman, fasilitas umum, kendaraan, semuanya hancur lebur tanpa sisa. Dirinya menangis tetapi tidak tahu mengapa dirinya bisa mengeluarkan air mata.
Tanpa sadar dirinya telah berganti dunia, dunia yang penuh dengan kekerasan, kekejaman, kedengkian, kesenjangan, dan hal buruk lain nya diarasakan ketika di dalam sebuah dimensi yang terlihat hanya warna ungu, hitam, biru tua, coklat, dan putih menyelimuti dirinya.
Dari sinilah kisah perjalanan sang pria telah dimulai.
Bersambung!
Bagian: Bencana (Completed)
__ADS_1
#DiDuniaLainBersamaDenganGadisCantik