Di Dunia Lain, Bersama Dengan Gadis Cantik

Di Dunia Lain, Bersama Dengan Gadis Cantik
Keluarga Vessalius part 03


__ADS_3

Keesokan harinya.


-03 Dartania 1900-


Setelah kejadian kemarin dan Zen telah beristirahat dengan cukup dirinya mengajukan untuk memberitahu hal kemarin kepada Tania dan Rania. Karena mereka mengizinkan nya maka dari itu mereka bergegas menuju aula tamu dan membicarakan nya.


"Jadi, ketika pas disuntik oleh cairan aneh yang ada di lab itu, aku merasa tidak kuat untuk membuka mata dan tertidur. Tapi entah kenapa pembicaraan mereka terdengar jelas sekali, bahwa mereka ini sedang melakukan experiment buat bangkitin tuan nya si Weis Vessalius. Tapi diriku gak bisa melihat apa yang mereka lakukan pas badan ku dibedah dan dimasukan katanya sebuah kunci emas"


"Ok, kunci emas. apa ada hal aneh pas kunci emas itu masuk ketubuh mu Zen?"


"Ada, seketika pikiran tuh kaya diambil alih sama seseorang. ntah aura gelap nya terasa banget ampe gak bisa berkata apa-apa, dari situ udah gak tau lagi kejadiannya kenapa"


"Hmmmm, kayanya kamu diambil alih sama sosok yang menjadi tuan nya itu. Tapi ada hal lain gak? selain pikiran yang diambil alih ini?"


"Ouh iya, rasa sakit nya hilang dalam semalam. bukannya dada ku ini terbuka kan karena pembedahan nya itu? tapi masa ini gak terasa sakit dibanding pertama Weis membedah nya"


"Masa sih? coba kamu perlihatkan"


Zen pun membuka bajunya dan memperlihatkan perban yang ada di dadanya, perlahan membuka perban dan alhasil luka tersebut pulih dengan cepat.


"Sembuh?"


"Hah? kok cepet, gak mungkin ini. Apa yang sebenernya terjadi?"


"Apa jangan-jangan ini efek dari kunci yang dimasukan itu? dan si sosok inilah yang memberikan efek regenerasi cepat kepada mu Zen?"


"Bisa jadi, soalnya dia kan dari ras vampir. bicara tentang kemampuan regenerasi itu bukan hal yang mustahil bagi mereka"


"Kenapa masih ada ras vampir ya? bukannya dulu pas perang antara manusia dan semua kaum beast yang paling dianjurkan musnah kaum vampir ya? kenapa masih ada aja"


"Bener juga, tapi dari kejadian ini bisa saja masih banyak ras lain vampir yang masih hidup"


"Jangan-jangan, mereka ingin memulai peperangan kembali?"


Kata Tania dengan wajah yang cemas.


"Mana mungkin, kan sekarang ada peraturan dunia dan itu tidak mungkin bisa dilanggar oleh ras vampir"


"Yah intinya kita waspada aja, hahaha"


"Yasudah, lebih baik segera melapor kejadian ini ke guild supaya misi dapat diselesaikan"


Tak berselang lama, putri Weis pun datang menghampiri mereka.


"Sepertinya bakal jadi masalah kalau kalian melaporkan hal ini kepada guild"


"Sebentar, kamu selalu muncul secara tiba-tiba. Mau mu apa emang?"


"Yah, karena ini mencakup nama baik keluarga ku alangkah lebih baik pemuda ini menjadi pemegang nama Vessalius sekarang"


"Hah?"


Kaget mendengar hal itu, mereka kebingungan dengan tawaran yang dibuat oleh putri Weis ini.


"Tapi ada untung nya juga, sekarang kalau kalian berencana keluar pulau ya harus menyebutkan marga kalian kan?"


"Bener juga, apa ada syarat dibalik semua ini?"


"Syarat ya? hmmmm, kalian boleh memanggilku Zetsuna atau memanggilku dengan sebutan adik Zetsuna"


"Hah? itu aja syarat nya?"


"Iya itu aja syarat nya, dan satu hal lagi. Untuk kak Zen sekarang resmi menjadi keluarga utama Vessalius karena kak Zen mempunyai Aura vampir terdahulu"


"Jadi kamu gak kasian dan tidak mencari ayah mu?"


"Apa? kasian? wkwkwk, mana ada ayah seperti itu dikasianin. Malahan dengan adanya kalian mungkin stres ini bisa menghilang dan tubuh ini bisa menjadi milik ku lagi"


Seketika menjadi hening, mereka fikir dengan siksaan seperti itu akan membuat ras vampir senang. Malah sebalik nya yang dialami oleh putri Zetsuna, karena merasa tidak enak mereka menyetujui hal yang dibicarakan tadi dan membuat surat resmi pengalihan hak waris keluarga Vessalius kepada pemerintah kerajaan Yourdanian.


Berkas demi berkas ditulis tangan oleh pembantu kediaman dan diserahkan ke pengantar resmi informasi kerajaan.


Menunggu kurang lebih 3 Hari dari tanggal 03 Dartania hingga tangga 6 Dartania, dan laporan itu secara resmi diumumkan ke publik.


Tapi sebelum dilaporkan ke publik, keluarga lain dari marga Vessalius berdatangan dan membicarakan masalah ini kepada putri Zetsuna. Dengan keputusan nya apakah tepat atau tidak, mereka memastikan nya secara langsung.


Tanggal 04 Dartania 1900.


Keluarga marga Vessalius berkunjung untuk menanyakan tentang hak waris keluarga Vessalius, karena mereka heran dengan pemikiran putri Zetsuna dengan hal ini banyak yang menentang nya dan memikirkan nya dengan matang sebelum peresmian hak waris ini selesai disetujui kerajaan.

__ADS_1


Nod Vessalius, selaku paman dari putri Zetsuna dengan tegas mengatakan bahwa.


"Paman tidak menyetujui ini Suna, apa kamu benar yakin dengan keputusan ini?"


"Paman, Zetsuna sudah yakin dengan keputusan ini. Karena Kak Zen memang layak menjadi penerus keluarga ini"


Selah pembicaraan oleh Adik Ayah nya Zetsuna, Victoria Vessalius.


"Memang nya kamu memilih dia karena apa? jangan asal memilih. bahkan dia sepertinya memang dari ras manusia biasa"


"Manusia biasa? hahahaha" Tertawa Zetsuna mendengar hal itu dari Adik Ayah nya.


"Maksudnya? kenapa kamu tertawa hah?"


"Ok jadi begini, ayah melakukan experiment ke pemuda ini ketika bulan mencapai titik merah. Tapi entah kenapa pemuda ini malah tidak terjadi apa-apa setelah kunci pandora dimasuki kedalam tubuh nya? dan lubang di dadanya ini sembuh hanya dalam waktu 1 hari?"


"Apa? kunci pandora nya berhasil? tidak mungkin. Dia kan orang asing, kenapa bisa kunci itu memilih nya dari pada keturunan aslinya?"


"Karena dia memiliki aura yang sama seperti ****** Jadi tidak ada yang tidak mungkin bagi darah yang ada didalam nya ini"


"Jadi Karena dia berhasil melewati fase kunci pertama kamu langsung mencalonkan dia sebagai ahli waris keluarga ini? Sangat lucu. Kemampuannya aja belum terlihat oleh kita dan ayah mu sangat pecundang, masa experiment yang dia lakukan menghasilkan semenakjub ini malah kabur dari tugas nya?"


"Jadi paman menyalahkan nya sedangkan kalian yang keluarga aslinya juga malah tidak bisa melakukan metode pengalihan kunci pandora? lemah ketika melihat kunci itu saja membuat ku jijik"


"Jangan asal ngomong kamu hah?"


Mereka berdua adu mulut, Zetsuna yang tak mau ayah nya dihina dia melawan balik omongan paman dan adik ayah nya. Sedangkan paman nya yang iri dengan kemampuan ayah Zetsuna malah memaki-maki nya karena menjadi keluarga yang gagal melakukan tugas nya.


Tapi tak berselang lama, Zen pun masuk kedalam untuk melerai perkelahian itu. Mereka terhenti dan duduk kembali dengan saling diam.


Paman nya memutuskan untuk melihat langsung kemampuan yang dimiliki Zen, apakah dia benar akan menjadi pemegang hak waris yang bisa dipercaya atau malah membuat keluarga ini hancur berantakan.


Dengan begitu kesepakatan dibuat, dan keesokan harinya.


Segel darah vampir yang ada didalam Zen dibuka secara perlahan oleh Zetsuna, dengan perlahan Zen mulai merasakan ada yang muncul didalam kesadaran nya. Melihat Zen seperti itu, Tania dan Rania cemas dengan keadaan nya itu tetapi Zen masih menekatkan diri untuk bisa proses pembukaan segel berlangsung dengan baik.


Segel terlepas diikuti kesadaran Zen yang perlahan menghilang.


Membuka mata perlahan dan mereka terkejut melihat perubahan mata dan aura yang dimiliki Zen, seketika semua ras vampi yang melihatnya gemetar dan tak bisa berkata apa-apa.


"Hmmm, sepertinya diriku dipaksa bangun lagi"


"Walah, ada ras vampir disini. Dan jumlahnya tidak sedikit, kalian pasti keturunan ku"


"I-iya kami adalah keturunan anda, Xyra Vessalius"


Dengan gemetar mereka menundukan kepalanya dan memberi hormat.


"Tidak usah formal, sekarang mau kalian apa? sampai-sampai membangunkan ku dari tidur nyenyak ini"


"Kami hanya ingin mengetes pemuda ini apakah benar dia memiliki kekuatan untuk mengontrol kunci pandora dan menjadi kepala keluarga Vessalius yang selanjut nya"


"Jadi begitu, kepala keluarga sekarang yang kemarin di lab itu ya. Baiklah, sekarang kalian sudah puas dengan ini? dan kalian setuju akan menjadikan pemuda ini menjadi kepala keluarga selanjut nya?"


"Sejujurnya kami tidak setuju paduka, tapi-"


"Kalian meragukan nya? Padahal yang bisa melihat potensi nya itu hanya saya. Kalian tidak bisa melihat langsung karena ini ada kaitan nya dengan pahlawan terdahulu"


"Pahlawan? jangan-jangan dia reinkarnasi pahlawan terdahulu?"


"Tidak, bukan seperti itu. Aura ini sama seperti yang pernah ku ketemui ketika perang melawan para pahlawan itu, aura nya masih samar-samar dan tidak terasa ada kekuatan menakjubkan disini"


"Berarti anda tidak setuju paduka?"


"Siapa yang bilang tidak setuju? dirinya pasti bisa berkembang, diriku sekarang sudah mulai lelah dengan kehidupan di dunia yang rusak ini. Jadi secara tidak langsung, saya akan menjadi kekuatan bagi pemuda ini"


Tidak ada yang berani berkata lagi, mereka pun semua setuju walaupun ada yang iri dengannya.


Semua berlalu dan pendahulu Xyra telah kembali ke segel pandora.


Mereka yang melihat itu langsung menjauhkan diri dari Zen dan beranjak pulang.


"Ingat Zetsuna, walaupun ayah mu itu keluarga dengan darah campuran dan menjadi kepala keluarga Vessalius jangan harap kami mengakui nya"


Zetsuna pun terdiam dan pergi menuju Zen, disusul dengan Tania dan Rania.


"Kamu tidak apa-apa Zen"


"Aku baik-baik saja, semua aman terkendali"

__ADS_1


"Kak, tubuh mu sepertinya terlalu lemah untuk menerima kekuatan dari raja abadi Xyra. Seperti nya kamu harus berlatih kak"


"Baiklah, sepertinya itu hal yang bagus"


Setelah mendiskusikan hal itu, mereka kembali ke dalam rumah dan beristirahat.


Keesokan harinya.


-05 Dartania 1900-


Mereka telah membalas surat persetujuan yang dikembalikan dan mengirim nya kembali menuju kerajaan. Zen dan Zetsuna mulai mempelajari hal mendasar dari ras vampir, seperti cara mengontrol kekuatan dalam, aliran darah, kecepatan gerak, dan masih banyak lagi. Dibantu dengan Tania yang pandai dalam ilmu sihir dan Rania lumayan pandai dalam ilmu negosiasi. Tetapi dengan saran dari penjaga bayangan, mereka memutuskan untuk mengasah kemampuan bertarung Zen agar lebih baik dari sebelum nya.


Mereka mengunjungi sebuah tempat pelatihan khusus bangsawan yang dimana pelatihan tersebut hanya bisa diikuti oleh kaum bangsawan saja.


Pelatihan Nendz merupakan pelatihan terkemuka dikerajaan Yourdanian yang dimana pelatihan nya itu akan membuahkan hasil yang bagus dibanding pelatihan lain, dan dijaminkan oleh pemilik pelatihan agar bisa memasuki akademi terbaik di negara peach. Akademi Avalon.


Mereka mengunjungi Pelatihan Nerdz untuk mendaftarkan Zen menjadi murid baru disana, dengan berbekal tekad untuk menjadi kuat agar bisa menyemangati adik nya Zetsuna.


Selesai pendaftaran formulir pelatihan diberikan sebagai identitas murid Nerdz, dan mereka harus menunggu 1 minggu untuk pembukaan pelatihan.


Sesampai di kediaman.


"Hoam, ternyata ribet juga untuk bisa mengasah kemampuan"


"Makanya jangan jadi letoy"


"Yah mau gimana lagi, kan dari dulu nya aja susah begini hahahaha"


"Yasudah, kamu istirahat dulu aja Zen. Kita masih ada urusan sebentar"


"Baiklah, jangan pergi jauh-jauh"


"Iya-iya, kita gak akan pergi jauh kok"


Mereka pun pergi dari pandangan Zen dan menuju ke kamar Zetsuna.


"Jadi, kamu sudah tau kalau Zen adalah pahlawan?"


"Sudah, setelah dia menginjakan kaki di kediaman ini aura nya berbeda dari manusia lain nya"


"Apa bisa kita merahasiakan ini di keluarga Vessalius? ini keluarga ras Vampir. Dan masih banyak yang kurang setuju dengan diangkatnya Zen menjadi kepala keluarga ini"


"Sudahlah, yang berhak memutuskan itu diriku yang dimana anak kandung dari Weis Vessalius sendiri"


"Ouh iya, kata ayah mu ibu mu benar sudah tiada?"


"Kalau soal itu, memang benar"


"Ouh maaf aku lancang"


"Tidak apa-apa, lagian ibuku telah bersedia menjadi kunci pandora"


"Hah? jadi kunci pandora itu ibu mu?"


"Iya, sebelum nya ayah gak seperti ini. Semenjak pelantikan kepala Keluarga Vessalius selanjutnya ada syarat yang harus di lakukan yaitu menumbalkan istri dari kepala keluarga selanjutnya"


"Kejam nya, itu sudah jadi tradisi? memang nya yang sebelum nya tidak ada yang seperti ini?"


"Dulu ada tapi penjaga kunci pandora nya lenyap ditelan kehampaan raja terdahulu kita"


"Begitu, jadi karena itulah ayah mu berubah menjadi jahat seperti itu dan mencari mangsa agar bisa membalaskan dendam ibumu?"


"Mungkin, karena semenjak itu dia tidak terbuka lagi dengan ku. Malahan diriku yang dijadikan kelinci percobaan nya"


"Kasian sekali nasib mu Zetsuna"


"Sudahlah, itu hanyalah kisah lama. Dan ngomong-ngomong, kalian itu siapa nya kakak?"


"Em ya, sepertinya ini cukup panjang. Mari kita siapkan cemilan dan teh hangat untuk bicarakan hal ini"


Mereka pun menceritakan tentang mereka dengan terbuka, karena mendengar hal itu Zetsuna terkejud dengan cerita mereka dan merahasiakan ini dari Zen.


Hari berlalu, tibalah saat nya surat peresmian diumumkan kepublik.


Zen bersiap siap dengan intruksi dari Zetsuna dengan memakai pakaian ala bangsawan.


Melihat gaya nya, membuat mereka terpaku melihat sosok Zen yang tampan itu. Hingga terheran Zen pun bertanya tentang bagaimana penampilan nya hari ini, dijawab langsung lah oleh mereka bertiga "Tampan sekali" dengan malu Zen pun membuang muka dari hadapan mereka sambil memerah wajah nya.


Pelayan pun menghampirinya dan memberitahu persiapan pidato pengangkatan bangsawan telah selesai, Zen pun beranjak dari kamar nya menuju aula istana kerajaan Yourdanian.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2