Di Dunia Lain, Bersama Dengan Gadis Cantik

Di Dunia Lain, Bersama Dengan Gadis Cantik
Awal mula part 02


__ADS_3

Masih dihari yang sama menjelang sore hari, mereka bertiga membuat rencana agar bisa keluar dari dataran vern dengan diam-diam.


Zen menggambar sketsa tersebut di tanah tempat yang mereka diami untuk markas sementara. Yaitu...


Pembuangan air kota.


"Mana bisa kaya gini ih..." Ungkap Tania sambil menutup hidungnya.


"Sementara doang, lagian kita disini sampai malam saja. selebih nya kita jalankan rencana ini"


"Jadi kita hanya perlu mengambil peralatan dari salah satu prajurit dan kabur dari sana dengan menggunakan sihir menghilang ku Zen?" Kata Rania dengan pose memikir.


"Nah betul, kamu sangat pinter Rania."


Rania pun tersipu malu dan Tania iri mendengar hal itu.


"Baiklah, rencana ini sudah bulat jadi mau kapan kita lakukan rencana ini?"


"Ketika penjaga lengah, muehehehe"


Waktu berlalu, tepat pukul 11 malam waktu dartania. Mereka memulai rencana yang sudah mereka buat, rencananya Tania dan Zen akan menyelinap ke tempat gudang para penjaga untuk mengambil zirah dan pedang untuk survive di luar dataran varn. Sedangkan Rania dia bersiaga didepan dan memperhatikan penjaga gerbang yang setengah tidur itu, misi pertama mereka berhasil.


(Mengambil peralatan penjaga) 1


"Baiklah kita lanjutkan ke phase ke 2, Tania siapkan skill mu"


"Ok"


(Ranz bill hiders on)


Mantera sihir tingkat pemula, gunanya untuk menghilangkan diri selama 30 detik dari pandangan manusia. walaupun tingkat pemula tapi mempelajarinya sangat sulit bahkan untuk sekelas bangsawan pun tidak bisa melakukan nya.


"Ayo, jangan terlalu kencang jalan nya"


"Ish... jangan bersuara"


"Ok, kita buka gerbangnya 1,2-"


Krek... Suara potongan ranting.


"Wah siapa itu?"


(€^£×|¶π£^^?)


Dalam hati mereka "Sial kita ketawan"


Durasi mantra nya tersisa 10 detik.


"3"


Zen mendorong gerbangnya dengan sangat kencang sedangkan Tania dan Rania membuat penjaga gerbang pingsan ulah pukulan di lehernya.


Dengan cepat mereka kabur dari sana.


Mereka berhasil lolos tetapi tidak dengan jejak nya, komandan prajurit Drat Seist yang mempunyai kemampuan yang bisa melacak jejak target nya selama jejak tersebut telah diinjakan ketanah selama 1 hari lamanya. dengan kemampuanya itu dia bisa memprediksi bahwa mereka melarikan diri ke daerah kerajaan Yourdanian.


Beralih kembali kemereka bertiga, tibalah disebuah pondok kecil di area hutan pertengahan antara Dataran Varn dan kerajaan yourdanian. Mereka beristirahat disana dan mulai mencari cara untuk kedepannya.


"Huh, sepertinya kita hanya perlu uang" kata Tania.


"Iya, masalah kita hanyalah ada di uang. Bagaimana kalau kita bekerja serabutan di kerajaan Yourdanian? mungkin ada banyak pekerjaan disana" ungkap Zen dengan penuh rasa semangat.

__ADS_1


"Sepertinya bisa, kita buat saja party dan daftarkan ke klan petualang yang ada di sana. mungkin kita masih menjadi party yang amatiran tapi dengan latihan dan kerja keras mungkin akan menjadi party yang hebat nanti" Membalas jawaban Zen, Rania sangat bersamangat juga.


"Ayolah, apa bisa kita dengan tenang membuat party disana? sedangkan kita ini buronan dan cuman berjarak 1 jalur saja untuk menuju kerajaan Yourdanian. Apa ada ide lain nya kalian berdua?"


"Iya juga, tapi setidaknya kita mendaftar party sementara aja dan kalau uangnya sudah terkumpul kita pindah ke kerajaan selanjutnya, bagaimana?" ungkap Zen dengan memberikan solusi yang baik.


"Boleh juga, tapi nanti kita haru menggunakan nama samaran terlebih dahulu"


"Baiklah, diriku ini yang akan memberikan nama samaran itu. Kakak kuberinama Kuro, dan Zen kuberinama Sam. bagaimana?" Kata Ranian.


"Nama yang bagus, tapi kenapa Tania harus Kuro? aku tidak paham"


"Karena dia adalah...-"


"Karena aku memakai pakaian serba hitam ya seperti itu kuro, ya kan Rania?" Kata Tania dengan cepat menyela pembicaraan itu.


"Ouh begitukah, ok ok udah paham sekarang"


Dengan begitu mereka beristirahat di pondok itu dengan ruangan diseka oleh tiang bambu dan jubah kain Tania. Keesokan harinya.


02 Dartania 1900


Suara burung terdengar dengan merdu. membuat suasana pagi hari ini menjadi lebih santai, mereka berkemas dan mencari makan disekitar pondok itu sebelum melanjutkan perjalanan nya menuju kerajaan Yourdanian.


"Ok, kita bagi tugas disini. aku pergi kehutan mencari bahan makanan mungkin akan bertemu beberapa hewan yang bisa dimasak, Rania kamu mungkin mengumpulkan kayu disekita pondok saja dan Tania kamu bisa membuat perapian kecil kan? kalau begitu kita mulai tugas ini, semangat." Kata Zen.


"Yosh, semangat" Ungkap mereka berdua.


Zen pun mulai pergi kedalam hutan setelah mengambil beberapa peralatan dari hasil pengambilan nya di gudang prajurit Dataran Vern, ia mengambil sebuah pedang dan tas rajut kain saja setelah itu dia berangkat. Didalam hutan, sangat banyak sekali tetumbuhan yang tidak ia kenali dan sangat berhati-hati dengan keadaan sekitar.


Tiba-tiba.


Shetz...


"Siapa disana" Dengan lantang ia mengucapnya.


Lalu dengan perlahan seseorang keluar dari kegelapan pepohonan, dia menundukan kepalanya dan memberi rasa hormat dengan pose memberi salam ala ksatria kepada pimpinan nya. seorang itu berkata.


"Wahai pahlawan suci, kami telah menunggu anda selama beberapa abad ini. dengan hormat izinkan kami untuk mengawal dan menjaga anda dalam bayangan, kami tidak bisa bebas dikarenakan beberapa hal. tolong segera bergegas menuju Kerajaaan Yourdanian, disana anda akan bertemu dengan seorang petualang yang akan membimbing anda dan melatih anda" Ucap seorang itu dan pergi dengan cepat seperti kilat dari hadapan Zen.


Karena bingung, Zen akhirnya memutuskan kembali ke pondok untuk memastikan mereka berdua baik-baik saja. Setelah kembali ternyata mereka sudah menyiapkan makanan yang sudah matang dengan terkejutnya Rania menghampiri Zen dan menceritakannya.


"Hei Zen, kita mendapatkan pasokan makanan dari seseorang yang sangat misterius. Dan dia katanya akan menjaga kita dari bayang-bayang katanya" Dengan gembira dia memberi tahunya dengan sebuah daging yang masih mengunyah dimulut nya.


"Rania, makanan mu habiskan dulu baru kamu boleh bicara" Kata Tania sambil mengaduk sebuah sup.


"Ouh baiklah kalau kalian tidak apa-apa, tadi... Ah tidak, tadi ada monster yang mengerikan jadi aku gak bisa mengalahkan nya makanya aku kembali bergegas kesini" Kata Zen.


"Monster kah, ciri-ciri nya seperti apa?" Kata Tania.


"Ouh hmmm, monster nya kaya... yah pokoknya menyeramkan kita harus kabur dari pondok ini" Kata Zen dengan terbelit-belit memgungkapkan nya.


"Ba-baiklah, tapi kita makan terlebih dahulu abis itu baru kita bergegas kabur dari sini"


Dengan itu mereka makan bersama, dengan rasa kwatir Rania dan Tania tidak akan menanyakan hal apa yang sudah terjadi kepada Zen. Setelah itu mereka merapihkan dan bergegas menuju Kerajaan Yourdanian, diperjalanan mereka bertemu dengan seorang pedagang keliling dengan kereta kuda nya itu. Tania meminta tumpangan nya kepada pedagang itu dan di ijinkan lah mereka untuk menumpangi kereta kudanya.


Disepanjang jalan, mereka bertiga saling bercerita tentang siapa dan apa yang sedang dilakukan oleh mereka bertiga ini dan, di salah satu pembicaraan nya pedagang tersebut berbicara.


"Dengar-dengar sang pahlawan telah tiba di dunia ini, apa kalian tahu soal ini para petualang?"


Dengan kaget Tania dan Rania terdiam dan di jawablah oleh Zen.

__ADS_1


"Tidak, kita tidak mendengarnya karena kita hanyalah petualang baru jadi belum banyak hal yang dilakukan seperti berkelana ke beberapa negara dan lainnya"


"Begitukah, baiklah ini hanya rumor ya saya juga kurang percaya dengan legenda sang pahlawan yang ada didalam cerita anak-anak. Tapi kalau sang pahlawan telah bangkit artinya Raja iblis pun akan bangkit"


"Tidak mungkin, itu cuman rumor dan jangan terlalu mempercayai nya" Kata Tania.


"Iya juga, tapi kan-"


"Semuanya menunduk..." Kata Zen dengan lantang.


Sebuah meriam api menyerang kereta kuda itu dengan sangat banyak, dibelakang meriam itu ada sebuah pasukan berkuda sedang mengejar mereka dan ditengah pasukan itu ada komandan pasukan Drat Seist yang mengacungkan pedang nya dan mengatakan.


"Itulah buronan nya, jangan sampai lepas"


(•√`π|ππ•,€£^~¥`√€÷`÷")


"Sial mereka sudah sampai sini aja, maaf bapak bisa lebih cepat lagi. Nanti kita akan beri uang yang cukup dan menjelaskan nya" Kata Tania dengan tegas mengatakannya.


"Baiklah, nanti akan kudengarkan penjelaskan kalian, sekarang kalian berpegangan saya akan membuka persenjataan saya terlebih dahulu" Pedagang tersebut membuka sebuah box yang ada di samping kemudi kereta kudanya. Dan ternyata itu adalah sebuah Artefak kuno berbentuk seperti kalung dengan lambang pedang sihir, pedagang tersebut memberikan nya kepada Zen dan menyuruhnya untuk menggunakan artefak tersebut.


Karena tidak tahu, Tania memberi tahu agar Zen mengalirkan mana nya ke kalung itu dengan perlahan.


"Konsentrasi dan rasakan aliran mana yang mengalir di dalam dirimu, pusatkan semua nya kedalam kalung itu dan nanti kalung itu akan bereaksi terhadap mana yang kamu alirkan"


Dengan konsentrasi, Zen akhirnya bisa belajar cara mengalirkan mana nya dengan benar. Setelah artefaknya terisi mana cahaya menyilaukan yang berasal dari kalung tersebut tiba-tiba lambang artefak kalung tersebut menjadi pedang emas yang indah seperti didalam cerita pahlawan terdahulu. Dengan adanya artefak pedang sihir lalu dialirkan kemana yang dimana mana tersebut adalah mana dari pahlawan maka artefak tersebut bisa menjadi senjata sementara sang pahlawan alias prototype nya senjata legendaris asli milik pahlawan.


Tidak lama kemudian kalung tersebut menjadi sebuah pedang emas seperti yang mereka lihat, akan tetapi Zen tidak terlalu pandai dengan keahlian tersebut akhirnya Rania mengambil dan menyerang balik prajurit yang mengejarnya tersebut.


"Pedang emas dengan lambang suci ditengah nya" Ungkap komandan Drat Seist dengan ekspresi terkejut.


"Semua nya tahan serangan, jangan ada yang bergerak sedikitpun" Kata Komandan Drat Seist.


Karena mereka tiba-tiba terhenti, Rania pun ikut terhenti.


"Eih, berhenti? ada apa ini" Kata Rania.


Komandan Drat Seist pun turun dari kudanya dan menghampiri Rania, karena gugup Rania melakukan sikap siaganya dengan mengangkat pedang nya kearah Komandan Drat Seist.


"Sepertinya kamu orang terpilih" Kata Komanda Drat Seist.


"Hah?"


"Kamu pasti salah satu teman dari yang mempunya artefak ini, panggilkan dia aku ingin berbicara dengan nya secara damai" Ungkap Komanda Drat Seist.


Dengan cepat Rania berpindah tempat yang tadinya ada dihadapan Komandan Drat, sekarang ia berada di kereta kuda pedagang tersebut.


"Eih, kakak melakukan sihir teleport?"


"Sudah, mari kita pergi" Kata Tania.


Tanpa basa-basi mereka akhirnya melarikan diri dari pasukan Komandan Drat Seist, salah satu bawahan komandan berkata.


"Apa kita harus mengejarnya komandan?"


"Tidak perlu, mereka akan menjadi tamuku suatu hari nanti. Pasukan kita kembali ke Dataran Vern"


"Baik..."


Mereka pun kembali menuju Dataran Vern dan pertempuran tersebut tidak memakan korban jiwa sedikit pun.


Disisi lain.

__ADS_1


"hmmm, sepertinya diriku telat. Mereka telah dikejar oleh pasukan Komandan, ini gawat apa yang akan terjadi oleh mereka" Ungkap pria misterius.


Bersambung.


__ADS_2