
Masih dihari yang sama, setelah mereka berhasil melarikan diri dan akan tiba di Kerajaan Yourdanian kurang lebih 5Km lagi. Zen yang terheran dengan kejadian tersebut membuat dirinya terdiam dan memikirkan hal itu.
Rania dan Tania tidak menyangka akan secepat ini dia melihat kekuatan mana nya, nuat nya dia ingin menyembunyikan dirinya untuk sementara malah berkebalikan menjadi menonjolkan dirinya didepan orang banyak. Tania selaku teman seperjalanan nya merasa tidak enak dengan nya karena telah memberitahukan cara mengalirkan mana di depan banyak orang.
"Ah, tadi sungguh hebat. sebenarnya siapakah anda, apa jangan-jangan anda itu-"
"Tidak, ini hanyalah kebetulan iyakan Rania" Selah Tania dengan mengeles pertanyaan dari si pedagang.
"Mana mungkin bukan, faktanya dia bisa merubahkan wujud sebuah artefak tingkat sihir menjadi sebuah pedang legenda pahlawan? apa ada alasan lain untuk ini" Tegas kata sang pedagang itu.
"Sudah cukup, semua ini hanyalah ilusi yang dibuat diriku. Aku adalah seorang Mage tingkat atas yang sedang berkelana melakukan aebuah jobs penting dari negeri seberang sana" Kata Rania sambil mengambil tongkat kakak nya.
"Baiklah kalau itu yang kalian ucapkan, saya akan percaya bahwa pria ini adalah pahlawan yang dirumorkan itu" Ungkap si pedagang.
"Sudah-sudah, sebenarnya diriku ini adalah sebuah prototype pahlawan yang dimana bisa disebut salinan nya jiwa pahlawan terdahulu. Mungkin dengan begini kamu percaya kan?" Kata Zen ke pedagang itu.
"Benarkah! kalau begitu anda akan membasmi semua monster di dunia ini?"
"Sayang nya saya tidak memiliki kekuatan sekarang, makanya saya berkelana mengunjungi beberapa Kerajaan untuk mengambil sisa ingatan pahlawan terdahulu"
"Uwoh... Pahlawan kami sudah-"
Tiba-tiba pedagang tersebut tertidur, dengan mantra yang diberikan oleh Tania membuat pedagang tersebut pingsan. Dia pun membaca mantra penghilang ingatan untuk menghapus jejak tentang mereka dan mengembalikan kalung artefak tersebut ke pedagang.
"Baiklah, mulai dari sini kita akan berjalan. Semua nya mari kita ambil barang kita" Kata Tania sambil mengambil barang-barang nya.
Tak ada yang menolak ajakan nya, karena untuk kepentingan bersama. Dengan begitu mereka meninggalkan kereta kuda milik pedagang tersebut dan melanjutkan perjalanan nya menuju Kerajaan Yourdanian.
Pintu gerbang utama Kerajaan Yourdanian terlihat dari kejauhan, mereka dengan leganya bernapas lega dan berteriak.
"Akhirnya kita sampai!"
__ADS_1
Dan mulai berlari menuju Pintu gerbang utama. Sesampai mereka di post pemeriksaan, penjaga meminta identitasnya dan alasan mereka untuk memasuki wilayah Kerajaan Yourdanian.
"Tolong tunjukan kartu identitas anda" Kata penjaga post itu.
Mereka pun menunjukan kartu identitas samaran mereka yang telah direncanakan ketika di pondok kayu sebelum mereka berangkat ke Kerajaan Yourdanian.
"Ok, untuk petualang Kuro, Navia, dan Sam. silahkan kalian boleh masuk"
Mereka melangkah maju bersama dan mulai memasuki area kota Kerajaan Yourdanian. Mereka disambut dengan pemandangan indah Kerajaan Yourdanian, didalam nya terdiri dari bangunan megah dan indah diliputi oleh berbagai macam toko dan makanan kuliner yang begitu wangi di hidung mereka. Dengan cepat Rania menarik tangan Zen dan Tania bersamaan menuju kearah suatu kedai makanan tradisional.
Rania melihat isi menu tersebut dan ternyata harganya tidak sesuai dengan isi dompet yang mereka punya saat ini, karena kekurangan uang mereka langsung pergi mencari lokasi guild Kerajaan Yourdanian. diperjalanan mereka berbicara tentang misi yang akan ia ambil setelah mendaftar party mereka ke guild, dan inilah pembicaraan mereka.
"Mungkin kita jangan terlalu mencolok ya, kalau bisa pekerjaan yang ringan tetapi upah yang lumayan" Saran Tania.
"Ide bagus tuh, tapi apa cukup buat penginapan kita nanti? sedangkan area danau tidak bisa di akses diluar Dataran Varn kan?" Kata Zen pertanyaan menuju ke Tania.
"Iya juga si, karena dilihat dari harga makanan saja sudah seperti itu apalagi nanti harga permalam penginapan di sini" Kata Tania.
"Nah, ide bagus. boleh kita gunakan ini sebagai sampingan lebih baik kita ke guild terlebih dahulu dan mendaftar nama party kita. Setelahnya baru kita rundingkan lagi" Kata Zen dan mereka pun berjalan kembali untuk mencari guild.
Guild lun terlihat dari kejauhan, mereka akhirnya menemukan dan berjalan menuju sana. Beberapa saat kemudian mereka telah sampai didepan pintu masuk guild dan melangkah perlahan ke arah meja administrasi.
"Ada yang bisa saya bantu tuan dan nyonya" Kata pelayan meja administrasi.
"Kita ingin membuat party dengan beranggota 3 orang saja"
"Baik, pemimpin party nya atas nama siapa?"
"Atas nama Kuro"
"Baik, pemimpin party atas nama Kuro dan anggotanya bernama Navia dan Sam ya. Baik bisa tolong letakan tangan kalian masing-masing di bola kristal ini"
__ADS_1
Mereka pun menaruh tangan mereka diatas bola kristal pendeteksi job yang dimiliki.
"Untuk Kuro, job nya itu Mage, untuk Navia pun sama, dan untuk Sam... Kok bola kristalnya tidak merespond ya?" Kata pelayan tersebut.
"Baiklah, mungkin bola kristal ini harus diganti dengan yang baru. Untuk sementara anggota Sam masuk ke list Null ya, karena belum diketahui job yang anda miliki. Baik proses pembuatan party hampir selesai, untuk nama party nya ingin diberi nama apa?"
"Eternity" Kata Zen.
"Baik, nama party kalian Eternity. Sip party kalian telah terdaftar di Kerajaan Yourdanian, selamat bergabung di guild kami dan untuk informasi pekerjaan nya ada di papan Informan di depan sana"
Mereka pun berterimakasih dan melangkah menuju papan informan di dekat pintu masuk.
"Ok kita lihat ada pekerjaan apa saja yang cocok untuk kita" Sambil melihat kertas informan.
Mereka melihat sekeliling kertas di depan nya, dan yang membuat mereka terkejut ada sebuah misi yang tingkat kesulitan nya (A) saja dengan hadiah yang cukup unik sebesar 100 emas dartania. Tertapi banyak yang tidak mengambil misi ini karena banyak rumor bahwa sang pengaju misi tersebut dari kalangan orang kaya tetapi karena masalah anak nya yang bermaslah membuat misi tersebut tidak ada yang mengambilnya.
Dengan inisiatif, Zen mengambil misi tersebut tanpa berfikir panjang. Mereka berdua setuju dengan hal itu dan langsung mengunjungi tempat administrasi untuk pengajuan misi. Setelah misi mereka disietujui, akhirnya mereka bergegas untuk menuju lokasi yang ditentukan di misi yakni Kediaman Duke Vessalius.
Diperjalanan mereka berbicang-bincang mengenai misi yang mereka ambil ini.
"Sepertinya ini misi yang sulit walaupun di papan tadi misi ini berada di tingkat A. bagaimana ini" Ujar Zen.
"Santai saja, kita berdua akan bantu. walaupun misi ini sulit pasti kalau bersama-sama pasti bisa melewatinya" Kata Rania sambil tersenyum.
"Tapi dari analisis yang aku periksa ya, ini kan misi dari keluarga bangsawan tingkat Duke. Mungkin permasalahan ini ada sangkut pautnya dengan masalah keluarganya, mungkin" Kata Tania.
"Keluarga ya, sejujurnya dari semenjak aku sadar di padang rumput aku tidak tahu diriku siapa dan mengapa ada disana. Kemudian aku bertemu dengan kalian, kalau dipikir-pikir si aku sendiri penasaran tentang diriku ini. Hehehe" Ungkap Zen sambil tertawa kecil.
"Sudahlah jangan dipikirkan lagi, kamu masih punya kita sebagai keluarga jadi jangan bersedih dan, kita sudah mau sampai ke kediaman Duke Vessalius. Persiapkan mental kalian karena perjalanan kita akan segera dimulai" Kata Tania.
Setelah berbincang cukup lama, akhirnya mereka sampai ditempat tujuan. Kediaman Duke Vessalius alias keturunan asli dari kerajaan Yourdanian ini sedang meminta bantuan ke guild untuk mencari petualang yang mampu (Membujuk anaknya yang malang) keluar dari sisi kemalangan nya.
__ADS_1
Bersambung.