
“Selamat siang non.” Sapa seorang laki-laki paruh baya kepada gadis cantik yang sedang menunnggu jemputan dibandara. Dengan membuka kaca matanya, dia melihat laki-laki itu.
“Mang Diman ?” Tanya gadis itu setelah melihat laki-laki itu.
“Iya non. Non Izah kan ?” Tanya supir itu memastikan.
“Iya pak, saya Izah. Masa mang Diman lupa sama aku?” Tanya Izah dengan wajah bahagia.
“sedikit sih non. Soalnya non sekarang tambah cantik.” Ucap mang Diman yang memang sedikit pangling.
“Enggak ah, biasa aja kok. Aku masih sama kali mang.” Ucap Izah sambil memakai kembali kaca matanya.
“Sini non, biar kopernya saya yang bawa.” Ucap mang Diman kemudian mengambil koper itu dan memasukkannya kebagasi mobil. Setelah selesai mang Diman membukakan pintu untuk izah.
“Silahkan non.” Ucap mang Diman setelah pintu terbuka.
“ Makasih mang.” Ucap Izah setelah berada didalam mobil.
Direstoran dahlia
Pak Anton dan keluarga sudah ada direstoran untuk menyambut kedatangan Izah. Pak Anton juga mengundang Pak Malik beserta keluarganya untuk ikut menyambut kedatangan putrinya. Sekaligus membahas tentang pernikahan antara Bima dan Izah. Tapi merela berdua belum tahu, ini hanya rencana para orang tua. Karena pak Anton dan pak Malik adalah sahabat sejak SMA dan sama-sama merintis bisnisnya dari bawah. Hingga suatu saat, mereka bertemu dengan istri mereka masing-masing. Dan sejak mamiliki istri keduanya jarang bertemu, karena sudah sibuk dengan kehhidupan masing-masing. Dan mereka dipertemukan kembali diacara reuni sekolah. Mereka sama-sama membawa istri masing-masing yang sama-sama hamil juga, hingga pak Anton mempunyai ide kalau anak mereka sepasang, maka akan dinikahkan supaya mereka bisa menjadi keluarga.
Tidak lama pak anton berada direstoran, kemudian pak malik dan keluarga datang. Pak anton yang melihat sahabat lamanya itu sudah datang, dia langsung berdiri dan melambaikan tangannya untuk kode. “hai , gimana kabar kamu?” ucap pak anton sambil memeluk sahabatnya itu. “baik.. baik… oh. Ini tedi ya? anak kamu yang sekarang menggantikanmu?”Tanya pak malik ketika melihat tedi, dan tedi segera menyalami pak malik. “ iya dia tedi. Aku sudah menyerahkan semuanya kepadanya sekarang. Mari silahkan duduk.” Jawab pak anton kemudian mempersilahkan mereka duduk. “ Dimana anak kamu? Apa dia tidak ikut?” Tanya pak Anton yang tidak melihat Bima. “oh, dia sedang ada dijalan. Katanya dia ada meeting penting hari ini. Jadi dia tidak bisa bareng kesini.” Jawab pak Malik sambil merapikan jasnya.
Diperjalanan menuju restoran dahlia, Izah sedang asyik telvon dengan sahabatnya yaitu Noni. Noni adalah sahabat sejak SMA mereka terpisah karena Izah harus kuliah keluar negeri dan Noni harus mencari kerja untuk memenuhi kebutuhannya. Saat mereka sedang asyik telvon, tiba-tiba mang Diman ngerem mendadak, yang membuat telvon izah jatuh.
“aduh… kenapa mang? Lain kali hati-hati mang bahaya tau?” ucap Izah sambil berusaha mengambil ponselnya yang jatuh.
“iya non maaf. Tiba-tiba mobil didepan berhenti mendadak non, jadinya saya terpaksa ngerem mendadak supaya ngak nabrak non.” Ucap mang Diman sambil melihat kearah mobil yang ada didepan.
__ADS_1
“iya pak ngak papa.” Ucap Izah dan beranjak turun, karena penasaran dengan mobil didepan. Mang Diman yang tahu Izah akan keluar, dia segera mencegahnya. “Non mau kemana?” Tanya mang Diman yang khawatir Izah akan keluar mobil.
“Saya mau turun bentar mang, mau periksa kenapa mobil didepan.” Jawab Izah mengamati kedepan.
“Biar saya aja non yang periksa. Non Izah tunggu dalam mobil aja.” Ucap mang Diman setelah itu keluar dari mobil. Pemilik mobil itu belum keluar, dia masih ada didalam mobil sedang telvon dengan orang.
Mang Diman yang tidak melihat pemilik mobil itu segera mengecek kedalam mobil, dan setelah melihat pemilik mobil sedang telvon mang Diman lalu mengetuk jendela mobil itu. Pemilik mobil setelah tau ada yang mengetuk dia segera menutup telvonnya dan segera turun.
“Ada apa pak ?”Tanya pemilik mobil itu keluar dari mobil.
“Maaf pak, mobil bapak menghalangi jalan saya. Boleh sedikit diminggirkan pak mobilnya.” Ucap mang Diman sambil membungkukkan sedikit badannya. Mendengar perkataan mang Diman pemilik mobil langsung melihat sekeliling dan ternyata benar saja mobilnya menghalangi jalan.
“iya pak sebentar ya, mobil saya sedang mogok, habis ini montirnya juga datang. Mohon bapak sabar sebentar ya?” ucap pemilik mobil meminta maaf karena sudah mengganggu perjalanan.
Setelah beberapa menit akhirnya montir datang juga. Lalu segera memeriksa mobilnya. Ternyata ada masalah serius pada mobilnya dan harus dibawa kebengkel.
“Tidak bisa pak. Ini harus diderek.” Ucap montir masih berusaha memperbaiki.
“Ya sudah kalau begitu. Saya cari taxi aja kalau gitu.” Ucap pemilik mobil itu pasrah jika nanti diomeli papanya karena telat.
Mang Diman masih setia disamping pemilik mobil itu, sambil membantu montir memeriksa. Izah yang merasa sudah terlalu lama mang Diman disana dan akhirnya keluar untuk menanyakan apa yang terjadi.
“Ada apa sih ini mang?” Tanya Izah sambil melangkah mendekati mang Diman.
“Ini non, mobil tuan ini mogok dan harus diderek, sedangkan tuan ini buru-buru takut telat.” Jelas mang Diman. “Emang tujuannya mau kemana?” Tanya Izah dengan ramah dan membuka kaca matanya.
“Saya mau ke restoran dahlia.” Sahut pemilik mobil itu memutar tubuhnya menghadap ke Izah dan membuka kaca matanya.
Saat kedua mata mereka bertemu, sepertinya memang benar cinta pada pandangan pertama itu benar. Mereka berdua sama-sama saling terpesona. Disaat itu, kemudian ponsel pemilik mobil itu bordering yang membuyarkan pandangan mereka.
__ADS_1
“maaf saya angkat telvon dulu.” pamit pemilik mobil itu ingin mengangkat telvon. Yang hanya diangguki oleh Izah. “iya halo pa.”ucap pemilik mobil menjawab telvon. “kamu dimana? Cepet kesini, malu kalau sampai kamu terlambat.” Ucap papany yang langsung menutup telvonnya. Izah yang mengetahui hal itu merasa kasihan dan dia menawarkan tumpangan.
“Maaf sebelumnya, sepertinya kamu sedang buru-buru ya? Kamu boleh kok bareng sama saya, karena tujuan kita sama.” Ucap Izah member tawaran. “Apa tidak merepotkan?” Tanya pemilik mobil itu dengan senang.
“Tidak lagian tujuan kita kan sama.” Jawab Izah dengan senyum yang menambah nilai kecantikannya bertambah.
Setelah itu mereka masuk kedalam mobil dan segera berangkat ke restoran dahlia. Didalam mobil mereka berdua kenalan.
“Maaf, boleh kita kenalan?” ucap Pemilik mobil itu sambil mengulurkan tangannya.
“Iya boleh, namaku Izah.” Ucap Izah menerima uluran tangan pemilik mobil itu.
“Nama yang cantik, sesuai dengan orangnya. Namaku Bima.” Ucap Bima memuji Izah yang membuat Izah sangat malu.
“Bisa aja kamu, kalo boleh tau kamu kerestoran dahlia mau ngapain?” ucap Izah kepo dengan urusan Bima.
“Aku disuruh kesana katanya mau diajak buat nyambut anak temen papaku yang baru pulang dari luar negeri.” Ucap Bima menjelaskannya dan diangguki oleh Izah. Kemudian mereka berdua berbincang-bincang selayaknya orang sudah kenal akrab.
Mang Diman yang sedari tadi melihat dari kaca spion depan heran dengan keduanya.
“Aneh, kok bisa ya non Izah se akrab itu, padahal baru kenal beberapa jam.” Batin mang Diman sambil terus menyetir.
Bersambung…….
Jangan lupa tinggalin jejak ya sehabis baca…….
Jangan lupa baca novelku DEVIL’S ANGEL ceritanya seru dan up tiap hari…
Jangan lupa mampir ya , aku tunggu….
__ADS_1