Di Jodohkan Berakhir Bahagia

Di Jodohkan Berakhir Bahagia
BAB 2


__ADS_3

Setelah mobil sudah sampai di retoran, mereka berdua segera turun dari mobil. Dan mesuk kedalam restoran, sedangkan mang Diman memarkirkan mobilnya. Didalam semua orang sudah menunggu kedatangan mereka berdua. Izah dan Bima berjalan beriringan sambil bercanda selayaknya sudah kenal dekat. Tedi yang melihat dari kejauhan mereka berdua sangat akrab merasa heran. 


“Apa itu Izah dan Bima?” tanya tedi pada semua orang sambil menunjuk kearah mereka berdua. Mendengar ucapan Tedi, semua orang langsung mengalihkan pandangan yang semula sedang bercanda kini beralih menatap mereka berdua yang terlihat sangat akrab, mereka menatap dengan tatapan heran dan juga senang karena mereka berdua terlihat bahagia saat berdua. 


“Apa tidak salah lihat aku ini?” ucap pak Anton sambil terus mengamati kedua orang itu. 


“Tidak pa. Itu benar Izah dan Bima.” Jawab tedi masih memandang mereka berdua. Setelah mereka berdua sudah hampir sampai di meja alangkah kagetnya Izah dan Bima, setelah melihat kedua orang tua mereka berada dalam satu meja. 


“Papa, Papi.” Ucap keduanya bergantian sambil membelalakkan mata tidak percaya.


“Kalian berdua cepat duduk. Pasti kalian capek, apa lagi kamu sayang. Kamu kan baru pulang dari Bangkok.” Ucap bu sofi mempersilahkan duduk . setelah itu mereka berdua duduk berhadapan disamping orang tua masing-masing. 


“Kalian kok bisa bareng dateng kesini?” Tanya pak Malik heran dengan kedatangan mereka berdua. 


“Iya pa. tadi mobil aku mogok, dan mobil ku harus diderek. Niatnya sih mau pakai taxi tapi, Izah nawarin buat bareng aja. Katanya tujuan kita sama.” Jelas Bima dengan santai. Izah hanya tersenyum saat sesekali Bima berbicara menatap dirinya. 


“Ternyata kamu baik juga ya nak.” Ucap bu yuli sambil tersenyum pada Izah. 


“Ngak kok tante. Dari pada Bima harus nunggu taxi lama dan nantinya telat, mending bareng aja.” Ucap Izah merendah ketika dipuji ibunya Bima.


“Baguslah kalau kalian berdua sudah kenal, jadi kita tidak perlu menunda-nunda lagi acara pernikahan kalian.” Ucap pak Anton yang langsung mengutarakan maksudnya.


“Apa!” Ucap mereka berdua bersamaan karena kaget. 


“Kenapa kalian kaget? Bukannya kalian sudah akrab ya? Tadi aja selama kamu jalan kesini, kamu kayaknya lagi bercanda sama Bima.” Ucap Tedi pada adiknya itu. Dan mendapat cubitan kecil ditangan dari Izah. “Aduh. Apasih dek, kan kakak bilang jujur.” Ucap Tedi sambil mengelus-elus tangannya yang dicubit adiknya. 


“Sudah-sudah, mau ngak mau kalian berdua harus tetap menikah. Dan kita para orang tua sudah menentukan tanggal kalian menikah.” Ucap pak Malik menghentikan perkelahian kecil antara kakak dan adik itu. 

__ADS_1


“Betul apa yang dikatakan pak Malik, dan minggu depan kalian akan menikah.” Imbuh pak anton yang sudah menentukan tanggal pernikahan dan sudah menyiapkan segalanya. 


“Tapi pi, aku mau belajar bisnis dulu. Kan selama ini tujuan aku kuliah mau bantu papi dan kakak buat ngurus perusahaan.” Ucap Izah menolak dengan cara yang halus. 


“Iya pa , aku juga kan mau focus buat ngurus perusahaan dulu.” Ucap Bima member penolakan juga.


“Kan sehabis kalian menikah, semua itu masih bisa dikerjakan.” Ucap bu Sofi memberti pengertian. 


Dan tidak ad aide lain, dan akhirnya mereka terpaksa menerima pernikahan itu. 


Setelah dirasa setuju semua orang merayakannya dengan makan-makan direstoran tadi. Setelah selesai mereka semua pulang kerumah masing-masing. Dan besok mulai fitting baju pengantin dibutik milik ibunya izah.


Keesokan harinya


Dibutik ibu sofi sudah ada Izah sedang mencoba gaun pengantin di ruang ganti dan ibu sofi sedang menunggu uzah diruang tunggu. “Kenapa Bima belum datang juga? Dia bilang dia akan segera datang.” Gerutu bu sofi yang belum melihat tanda-tanda kedatangan Bima dibutik. 


“Aku dengar, ada yang bilang kalau aku terlambat?” ucap Bima sambil melipatkan tangannya.


“Aku mau menjawab pertanyaanmu yang tadi. Kamu cantik.” Lanjut Bima berdiri dan berjalan mendekat Izah. Dan membuat jantung Izah berdetak sangat kencang saat dipuji Bima. Dan Izah menepuk lengan Bima karena Izah merasa gugup atas pujian Bima tadi. 


“Aduhh…. Kenapa sih? Emang ada yang salah ya dengan ucapan ku tadi?” Tanya Bima yang sengaja menggoda Izah dan membuat Izah semakin malu. 


“Udah ah sana, kamu pakai baju kamu sana?” Ucap Izah sambli mendorong Bima untuk masuk ruang ganti.


“Sebenarnya sih, belum tumbuh rasa cinta sama dia. Tapi kenapa saat aku deket sama dia jantungku berdetak kencang. Ya udah lah, aku coba jalanin aja dulu. Dan kalau ini bisa buat mami, papi sama kakak bahagia kenapa enggak?” batin Izah sambil ngaca melihat dirinya sendiri.


“Kenapa ya sama aku ini? Apa aku udah mulai suka sama dia. Dia beda dari semua wanita yang pernah deket sama aku. Aku ngak pernah ngerasain ini sebelumnya, semoga saja dia juga punya perasaan yang sama.” Batin Bima sambil memakai bajunya.

__ADS_1


Izah yang masih berdiri didepan cermin, kemudian melihat Bima keluar dari ruang ganti dari pantulan cermin. Dia langsung membelalakkan matanya dan memutar tubuhnya menghadap Bima. “ Ya ampun. Nikmat tuhan mana lagi  yang engkau dustakan?” Batin Izah yang melihat Bima mengenakan baju pengantin itu sangat tampan. Bima yang melihat Izah terpesona dengannya, dia langsung menghampiri dan menyentil jidat Izah. “Aduhh….” Rintih Izah sambil mengelus-elus jidatnya yang disentil Bima. 


“Sakit ya?” ucap Bima membantu Izah mengelus jidat sambil meniupnya. Izah tidak menjawab, dia langusng memasang wajah cemberut. 


“Kamu, kenapa ?” tanya Bima sambil mengangkat dagu Nana. 


“Ngak papa. Emmm …kamu habis ini balik kerja atau gimana?” Tanya Izah sambil menyingkirkan tangan Bima dari dagunya. 


“Kenapa emangnya?”Tanya Bima balik, sambil memebenarkan jasnya. 


“Ngak papa sih, aku cuma mau ngajak kamu makan aja.” Ajak Izah yang ingin sebelum pernikahan dia mengenal lebih jauh seperti apa calon suaminya. 


“Sebenarnya sih aku mau, tapi sayangnya aku ada meeting penting habis ini.” Jawab Bima memegang tangan Izah. 


“Yaudah lain kali aja.” Ucap izah kembali cemberut lagi. 


“Jangan cemberut lagi dong. Aku janji lain kali aku pasti akan ajak kamu makan.” Rayu Bima supaya Izah tidak cemberut lagi. 


“yaudah aku mau pulang aja kalau gitu.” Ucap Izah melepas genggaman tangan Bima dan berjalan keruang ganti untuk ganti baju. Bima yang melihat Izah begitu dia menawarkan untuk mengantarnya pulang sebagai tanda maafnya. 


Bima yang sudah berganti pakaian dan sekarang sedang duduk disofa menungu Izah selesai. Setelah Izah selesai Bima segera menghampirinya.


“Aku antar pulang ya? “Tawar Bima setelah berada disamping Izah.


“Ngak usah, aku mau ketemu sama temenku dulu dikantor papa.” Ucap Izah datar dan mengambil tasnya lalu keluar. Bima yang mendengar Izah ingin kekantor papanya, dia segera mengejar Izah untuk pergi bersama, karena Bima akan meeting di kantor papanya izah.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2