Di Jodohkan Berakhir Bahagia

Di Jodohkan Berakhir Bahagia
BAB 3


__ADS_3

Bima merasa ngak enak karena menolak ajakan Izah tapi mau bagaimana lagi karena ini adalah meeting penting. Dan sebagai gantinya Bima mau mengantar Izah kekantor papanya dan kebetulan juga Bima juga akan meeting di kantor papanya Izah. 


“Izah tunggu dulu.” Ucap Bima sambil mengejar Izah.


“Apa?” ucap Izah berhenti.


“Aku antar aja ya?  Kan kita satu tujuan juga.” Ucap Bima kembali menawarkan bantuan. Izah heran karena Bima bilang satu tujuan. “ Apa maksud kamu kita satu tujuan?” Tanya Izah sambil mengerutkan dahinya heran. 


“Iya satu tujuan, karena aku meetingnya di kantor papa kamu.” Ucap Bima setelah itu langsung menggandeng tangan Izah dan mereka berdua berjalan bersama menuju mobil dan setelah di dalam mobil, mereka berdua banyak bertukar cerita sampai-sampai waktu terasa begitu cepat.


 Tiba di kantor mereka berdua berpisah, Bima segera pergi ke ruang meeting dan Izah pergi menemui temannya Noni yang sedang bekerja. Noni yang sedang sibuk bekerja di ruangannya tiba- tiba dikagetkan dengan datangnya Izah yang tiba-tiba.


“hey….” Ucap Izah sambil menepuk bahu Noni yang membuat Noni teriak, sehingga semua karyawan yang lain merasa terganggu. “ Maaf ya semua.” Ucap Noni meminta maaf ke semua karyawan kantor.


“Kamu kok bisa di sini sih?” Tanya Noni heran dengan kedatangan Izah yang tiba-tiba.


“Emang ngak boleh apa? Kan aku anaknya pemilik kantor ini, ya bebas lah aku di sini.” Ucap Izah meletakkan tasnya di meja Noni dan duduk di kursi depan Noni.


“Eh ngomong-ngomong, emang bener kamu akan nikah sama anaknya pak Malik yang namanya Bima itu?” tanya Noni penasaran dengan berita itu.


“Iya kamu bener. Eh, tapi kamu kok tahu! Dapat berita dari mana kamu?” tanya Izah penasaran kenapa Noni bisa tahu.


“Ini udah bukan rahasia umum lagi. Kemaren aku di kasih tahu sama salah satu karyawan di sini. Tapi kok mau dan ngak nolak kamu?” tanya Noni menghentikan tugasnya.


“Iya ngak papa lah. Lagian juga kan aku ngak berani nolak permintaan papa.” Jawab Izah


“Hebat kamu. Kamu udah ngak kayak dulu lagi, kamu sekarang lebih dewasa.” Ucap Noni mengacungkan ke dua jempolnya dan bertepuk tangan mengapresiasi sikap Izah yang berubah lebih dewasa. 


“Udah lah, ngak usah berlebihan juga muji aku. Nanti aku terbang susah untuk turunnya.” Ucap Izah yang merasa malu karena di puji oleh sahabatnya.

__ADS_1


“Ya, ngak papa kalu ngak bisa turun. Kan nanti ada mas Bima mu yang siap untuk menarik kamu kembali turun, karena dia ngak bisa jauh dari kamu.” Ucap Noni menggoda Izah. Dan keduanya tertawa terpingkal-pingkal dengan ucapan Noni. 


“Noni, apa semua berkas sudah siap. Karena sebentar lagi akan di pakai meeting penting.” Ucap karyawan member tahu Noni. 


“Iya ini sedikit lagi selesai.” Ucap Noni yang langsung mengerjakannya.


“Ya sudah nanti kamu langsung bagi in aja ke semua orang yang ada di ruang meeting.” Ucap karyawan itu lalu pergi kembali ke ruang meeting.


“Baik pak.” Singkat Noni dan segera mengerjakannya. Setelah Noni selesai dia segera memberikan berkas itu tapi malah di halangi dengan Izah.


“Udah, biar aku aja! Kamu kerjain yang lain aja!!” Ucap Izah mengambil tumpukan berkas yang di bawa Noni. 


“Ini bener? Nanti aku malah di marahi Papa kamu lagi!!” Ucap Noni yang takut kena marah.


“Udah tenang aja, nanti aku yang bilang sama Papa.” Ucap Izah dengan sedikit memaksa. 


Terpaksa Noni harus nurut sama Izah. Setelah itu, Izah segera pergi ke ruang meeting dan Noni kembali mengerjakan pekerjaannya yang belum selesai. 


“Auhh…” Rintih Bima setelah Tedi menendang kakinya.


“Mikirin apa sih kamu? Sampai-sampai ngak dengar aku panggil dari tadi.” Tanya Tedi penasaran kenapa Bima dari tadi melamun, lebih tepatnya saat Izah masuk dan membagikan berkas meeting. 


“Ngak mikirin apa-apa kok! Emmm… ini aku Cuma bingung sama materinya.” Ucap Bima asal sambil menatap layar laptop di depanny dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Tedi semakin curiga dengan kelakuan Bima. “ Kamu ngomong apa sih? Jelas-jelas laptopnya mati. Oh, aku tahu. Pasti kamu salah tingkah karena adik ku ada di sini kan?” Ucap Tedi menyenggol tangan Bima untuk menggodanya. 


Benar saja pipi Bima langsung merah karena malu dengan Tedi. Tedi yang melihat adiknya sudah selesai membagikan berkas, dia segera memanggil adiknya untuk duduk disampingnya dan mengamati seperti apa meeting di kantornya.


Selama meeting berlangsung Izah dan Bima sama-sama curi pandang. Kehadiran Izah memang membuat Bima gagal focus, Bima juga bingung kenapa bisa demikian. Setelah 1 jam, akhirnya meeting selesai juga dan mereka masih saja salah tingkah. Tedi yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua menggeleng-gelengkan kepala. “Kenapa juga mereka ini? Kan udah dewasa juga, masih aja kayak remaja baru jatuh cinta.” Gumam Tedi melihat mereka. 


“Izah, habis ini kamu mau pulang atau kemana?” Tanya Tedi yang membuat Izah kaget. 

__ADS_1


“Emmm.. mau pulang aja deh kak, soalnya aku udah ngak ada acara lagi.” Ucap Izah pada kakaknya.


“Kalau kamu Bima?” Tanya Tedi beralih ke Bima.


“Habis ini sih free kak, soalnya jadwalku hari ini cuma meeting di sini.” Jawab Bima santai.


“Ya, udah, kalian berdua pergi makan sana? Kamu belum makan kan dari siang tadi?” Tanya Tedi kepada Izah. Karena Tedi tahu kalau sebenarnya Bima ingin pergi bersama Izah tapi Bima malu mengatakannya. 


“Emang kamu belum makan dari tadi siang?” Tanya Bima khawatir.


“Belum, kan tadi habis dari butik kita langsung ke sini ngak mampir makan dulu.” Jawab Izah kesal dengan Bima. “Yaudah kita berangkat sekarang aja!! Pasti kamu sudah lapar.” Ajak Bima dan disetujui oleh Tedi. “Iya silahkan kalian pergi. Kakak juga mau pergi habis ini!!” ucap Tedi sambil membereskan berkas meeting tadi.


“Kakak mau pergi kemana?” Tanya Izah penasaran dengan kakaknya.


“Rahasia lah, pengen tahu aja kamu.” Jawab Tedi sambil mencubit hidung mancung Izah dan pergi.


“Ishhhh, kebiasaan deh. Ayo kita pergi aja.” Ucap Izah sambil mengelus-elus hidungnya. 


Kemudian mereka berdua berjalan beriringan sambil bercanda, yang membuat karyawan kantor itu diam seperti patung seketika.


“Kita mau makan dimana?” Tanya Izah setelah berada di dalam mobil.


“Nanti kamu juga tahu.” Jawab Bima yang malah membuat Izah cemberut.


“Lho, kok cemberut sih?” Tanya Bima yang melihat wajah Izah berubah cemberut.


“Kamu sama kakak tuh sama aja tahu ngak.” Jawab Izah kemudian membuang pandangannya ke jendela kaca mobil.


Bersambung……..

__ADS_1


 


__ADS_2