
Hari Senin, semua orang memulai aktifitas nya kembali dari yang sekolah dan bekerja hingg berjualan.
Clarisa dan Indah juga barusan sampai di Kantor, mereka berjalan memasuki Lobby, tak biasanya semua orang memandang kedua jomblo itu dengan tatapan terpesona.
"Eh, lo Clarisa bukan sih?" Tanya Adit, salah satu karyawan di situ.
"Ya iya lah, Lo kira sapa?" Sahut Clarisa.
"Busyet, penampilan loe berubah banget cla, ternyata lo cantik juga ya kalau di dandani, mau lah jadi pacar Lo, biar gak jomblo terus Lo, hahaha!" Canda Adit.
"Mending gue jomblo ketimbang pacaran sama kunyuk kayak Lo!" Jawab Clarisa sambil tertawa.
"Kalau gitu sama gue aja cla, gue juga masih jomblo kok, haha" Sahut Bayu,
"Sorry ya buat kalian yang ngefans sama gue, gua udah punya pujaan hati saat ini, kalian jangan ngarep ya, hahahaha" Tawa Clarisa,
Clarisa dan teman sekantor nya hampir tiap hari bercanda, tidak ada kata sakit hati dengan satu sama lain.
"Owh jadi cuma Risa aja yang cantik, gue gak gitu?" Sahut Indah yang tak terima dirinya di lupakan.
"Cantik sih, tapi masih cantikan Clarisa lah, hahaha" Jawab Adit.
Sangking seru nya bercanda mereka tidak menyadari bahwa ada bos nya yang tengah berada di tengah tengah mereka.
"Ngapain kalian masih ngerumpi? apa tidak ada pekerjaan?" Tanya Rio.
"Dan kamu Clarisa, ke ruangan saya sekarang!" Suruh Rio.
"Iya tuan" Sahut Clarisa.
Clarisa pun mengekor di belakang Rio hingga masuk ke dalam ruangannya.
"Duduk!" Suruh Rio.
Clarisa pun duduk di kursi berhadapan langsung dengan Rio, dan hanya terhalang meja saja.
__ADS_1
"Ada apa tuan memanggil saya kesini? Apa saya melakukan kesalahan? Tanya Clarisa.
"Kamu mau tau kesalahan kamu apa?"
"Kesalahan kamu adalah membuat saya jatuh cinta sama kamu!" Jawab Rio
"Hah!" Ucap Clarisa yang kaget dengan ucapan Rio.
"Maksud tuan? saya tidak mengerti!" lanjut Clarisa.
"Ya, I love you" Jelas Rio.
"Haha, tuan jangan bercanda, nanti saya jadi Kegeeran Lo tuan!" Tawa Clarisa.
"Saya serius cla, saat ini saya jatuh cinta sama kamu! bukan kah kamu juga mencintai saya?" Tanya Rio.
Mendengar pertanyaan dari Rio, Clarisa hanya bisa diam, dan malu akan menjawab nya.
"Jawab Clarisa, apa kamu mencintai saya?" Tanya Rio.
"Aduh gimana ini, seharus nya kan aku senang kalau tuan Rio nyatain cinta ke aku, tapi kok aku malah gugup ya?" Batin Clarisa sambil berjalan menuju ruangannya.
Sesampai di ruangannya pun Clarisa tidak fokus untuk mengerjakan laporan nya,
"Kenapa sih Lo cla, kok kayak gak fokus gitu?" Tanya Indah.
"Ah gak papa ndah, cuma lagi gak enak badan aja aku!" Jawab Clarisa.
"Tadi belum sarapan ya kamu, nanti makan siang kita keluar yuk , pingin makan nasi Padang nih" Ajak Indah.
"Oke aku juga bosen sama makanan di Kantin kantor" Sahut Clarisa.
Jam makan siang pun tiba mereka berdua keluar kantor untuk membeli nasi Padang yang berada di depan kantor,
"Kita makan sini aja ya?" Ucap Clarisa.
__ADS_1
"Iya, kamu pesenin gih, aku mau cari tempat duduk dulu" Sahut Indah.
"Mbak, nasi nya dua porsi ya, ikan rendang aja, sama es teh nya dua yang jumbo ya mbak" Ucap Clarisa ke pelayan.
"Iya mbak, mohon di tunggu ya" Jawab pelayan itu.
Setelah beberapa menit,
"Ini mbak pesanannya, silakan di nikmati" Ucap pelayan sambil menata makanan.
"Makasih ya mbak" sahut Clarisa dan Indah berbarengan.
"Waktunya makan!" Seru Clarisa.
"Saya boleh makan di sini juga kah?" Sahut seorang pria yang membuat mereka berdua berhenti mengunyah.
"Ehm maaf mas, di sana kan banyak tempat kosong!" Sahut Indah.
"Udah gak papa kok mas silakan duduk" Sahut Clarisa yang memotong ucapan Indah
"Terima kasih!" Ucap Pria tersebut.
"Siapa sih dia cla?" Bisik indah ke Clarisa.
"Aku juga gak tau ndah" Bisik Clarisa.
"Kalian berdua kerja di Kantor itu?" Tanya pria tersebut sambil menunjuk gedung tempat mereka bekerja.
"Iya mas, mas nya juga kerja di sana kah?" Tanya Clarisa balik.
"Ow tidak, saya sepupu nya Rio, CEO perusahaan itu" Jawab Pria tersebut.
"Rangga!" Ucap pria tersebut sambil mengulurkan tangannya.
"Saya Clarisa, dan ini temen saya Indah" Jawab Clarisa menerima uluran tangan Rangga.
__ADS_1
Setelah mereka berkenalan, mereka bertiga melanjutkan makannya, sampai tidak sadar jika Rio juga makan di tempat itu dan melihat mereka bertiga.