Di Kejar Cinta Sang CEO

Di Kejar Cinta Sang CEO
Keluar berdua


__ADS_3

Pagi hari yang cerah namun tak secerah hati Clarisa yang mengetahui kalau pujaan hatinya ternyata sudah mempunyai kekasih hati.


Hari ini Clarisa menggunakan pakaian yang super ketat dan pendek, sampai body nya yang kayak gitar spanyol pun terlihat.


Apalagi kalau bukan untuk menarik perhatian pujaan hatinya.


Kali ini Clarisa dan Indah memutuskan untuk pergi ke Kantor menggunakan taxi online, karena tidak memungkinkan dengan pakaian yang seperti ini dia naik Bis bersama banyak orang, bisa bisa jadi pandangan gratis dong, hahaha.


Satu jam kemudian mereka berdua telah sampai di Lobby kantor, Clarisa dan Indah segera masuk lift menuju ruangan kerjanya.


Terlihat semua orang yang ada di Kantor memandangi penampilan Clarisa yang sangat berbeda dari yang kemaren kemaren.


"Kamu benar Clarisa?" Tanya salah satu rekannya


"Kalau bukan aku, terus siapa dong?" Jawab Clarisa.


"Beda banget penampilan lu Cla, makin cantik dan seksi aja lu, coba dari dulu lu pake baju kayak gini, kita kan betah kerja nya!" Sahut rekannya.


"Hem hem, kenapa gak pada kerja malah ngobrol di sini?" Tanya Rio yang melihat semua orang berdiri di depan meja Clarisa.


"Selamat pagi tuan Rio" Ucap Clarisa sambil membungkukkan badannya di hadapan Rio.


"Pagi!" Jawab Rio datar dan melanjutkan perjalanannya ke ruangannya.


"Cantik juga tu karyawan, kalau pakai baju pres body" Batin Rio.


Clarisa yang mendapat balasan dari Rio sangat bahagia sehingga dia tambah semangat mengerjakan pekerjaan nya hari ini, sampai dia lupa kalau ada jadwal dia untuk pergi ke Lapangan.


Sesampainya di ruangan CEO, Rio mendudukkan bokongnya di kursi kebesarannya.


Tok tok tok.


"Masuk" ucap Rio dari dalam ruangan.


"Permisi tuan, hari ini ada Jadwal anda untuk melihat tempat yang akan kita gunakan untuk pemotretan produk baru kita!" Ucap Rossi.


"Jam berapa?" Tanya Rio.


"Satu jam lagi tuan!" Jawab Rossi.


"Anda akan di temani dengan salah satu Marketing yang sangat berpengalaman di bidang ini tuan!" Ucap Rossi.


"Siapa?" Tanya Rio.


"Clarisa tuan!" Jawab Rossi.


"Baik lah, kamu atur saja, saya tidak mau menunggu!" Ucap Rio sambil membuka laporan yang ada di laptop nya.


Setelah Rossi memberitahukan jadwal kepada Rio, kini gilirannya memberitahukan kepada Clarisa.


"Clarisa, satu jam lagi kamu temani tuan Rio ke lapangan ya!" Ucap Rossi.


"Hah?"

__ADS_1


"Saya menemani tuan Rio ke lapangan mbak?" Tanya Clarisa.


"Iya, kenapa kalau tidak mau saya ganti dengan Indah saja!" Jawab Rossi.


"Saya mau, saya mau mbak!" Sahut Clarisa.


Jangan di tanya kali ini bagaimana perasaan Clarisa, pasti nya bahagia sekali mendapat kesempatan menemani pujaan hatinya.


Satu jam berlalu, saat ini Clarisa berada dalam satu mobil dengan Rio dan Raka,


Raka duduk di depan sebelah supir, sedangkan Clarisa duduk di belakang bersebelahan dengan Rio.


Deg deg deg deg


"Kenapa jantungku rasanya ingin lari keluar ya?" Gumam Clarisa dalam hati sambil melirik ke arah Rio.


"Ngapain kamu liat liat saya? Ada yang salah dengan wajah saya?" Sahut Rio yang mengetahui jika dirinya telah di pandangi oleh wanita di sebelah nya.


"Maaf tuan saya tidak sengaja melihat ke arah luar cendela sebelah tuan itu!" Kata Clarisa yang membuat alasan tidak masuk akal.


"Gak masuk akal banget alasan kamu!" Ucap Rio.


"Tuan, apa saya boleh bertanya?" Tanya Clarisa.


"Apa?" Jawab Rio.


"Kapan hari saya lihat tuan sedang makan di restoran dengan seorang wanita, itu pacar nya tuan?" Tanya Clarisa.


"Pacar saya atau bukan itu bukan urusan kamu! Jangan terlalu mengurusi urusan orang lain!" Jawab Rio.


Setelah mendapat jawaban dari pertanyaan nya Clarisa tidak lagi bertanya apa apa kepada Rio, dan tidak ada obrolan apa apa di dalam mobil.


Tak terasa mobil berhenti di depan bangunan besar, yaitu gedung untuk tempat pemotretan produk baru yang baru saja di produksi oleh salah satu perusahaan yang Rio pimpin.


Mereka bertiga segera masuk ke dalam gedung itu, di sana telah di tunggu oleh seseorang yang di tugaskan untuk menjelaskan arahan kepada Rio.


Sedangkan Clarisa sedang bersama photografer yang akan mengambil foto produk terbaru yang akan di launcing kan dalam waktu kurang dari seminggu ini.


Di saat sedang asyik mengobrol, Clarisa tidak sadar kalau ada lampu besar yang bergerak di atas kepalanya,


Piyarr!!


Suara pecahan lampu yang berada di atas Clarisa.


Untung saja lampu itu tidak terkena kepala nya, karena dengan cepat Rio menarik badan Clarisa saat melihat lampu di atas kepalanya akan terjatuh.


"Terima kasih tuan telah menolong saya!" Sahut Clarisa.


"Iya, kamu harus waspada jangan karena keasikan mengobrol keselamatan mu tidak kau hiraukan!" Tegas Rio.


Kurang lebih dua jam mereka bergelut dengan pekerjaan masing masing saat ini tiba waktunya untuk makan siang, Rio pun segera kembali ke Kantor karena pekerjaan nya yang di lapangan sudah selesai.


Di dalam mobil tidak ada obrolan apapun, Rio fokus dengan ponsel, sedangkan Clarisa fokus melihat pemandangan luar dari balik kaca.

__ADS_1


Dddrrtthh,, Dddrrrttthhh


Ponsel Clarisa berbunyi.


" Ibu Memanggil "


📞 Assalamualaikum bu, ada apa ibu menelfon Clarisa di jam kerja? Apa ada yang penting?


.


.


.


📞 Baik bulan depan Clarisa akan pulang ke Kampung, ibu jangan terlalu memikirkan masalah itu!


Tut.


tut


tut


" Panggilan berakhir "


Setelah menerima telephone dari ibunya, wajah Clarisa berubah menjadi murung,


Rio yang melihat itu enggan untuk bertanya, terlalu gengsi untuk membuka obrolan.


Sebelum sampai di Kantor, Rio menyuruh supir untuk berhenti di Restoran,


Rio mengajak Raka, Clarisa dan supirnya untuk makan siang sebelum kembali ke Kantor.


Setelah selesai makan siang mereka kembali msuk ke mobil dan berlalu menuju Kantor.


Setibanya di Kantor, Rio berjalan menaiki lift menuju ruangannya, diikuti Clarisa di belakangnya.


Kali ini Clarisa sudah berada di ruangannya, untuk kembali mengerjakan pekerjaan nya yang sedikit tertunda karena harus menemani Rio ke lapangan.


Tapi, wajah Clarisa tak se segar seperti pagi hari, sekarang terlihat dia sedang memikirkan sesuatu yang sangat membebankan.


"Woy!" Teriak Indah di samping telingannya.


"Anj**ng! Ngapain sih ngagetin aja, dasar babi lu ndah!" Seru Clarisa.


"Kamu kenapa kok dari tadi aku liatin kayak lagi mikirin sesuatu? Ada apa? Cerita sama aku?" Tanya Indah.


"Bulan depan aku di suruh pulang kampung, aku mau di jodohin sama ibuku ndah, " Jawab Clarisa.


"Apa?" Teriak Indah yang kaget mendengar pengakuan Clarisa.


"Kok tiba tiba banget sih? terus lu mau gitu aja Cla?" Tanya Indah lagi.


"Entahlah ndah aku belum tau pastinya, tadi ibuku cuma bilang kalau bulan depan aku di suruh pulang kampung, untuk menikah dengan anak dari teman ibuku" Jawab Clarisa.

__ADS_1


"Tahun modern gini masih ada aja perjodohan!" seru Indah.


__ADS_2