
Dua hari kemudian, saat ini Gea sedang perjalanan menuju ke Bandung untuk melakukan pemotretan, Katanya sih seperti itu! tapi ntah itu hanya alasan apa benar benar oemotretan, hanya Gea yang tau ðŸ¤,
Rio kali ini sengaja berangkat pagi pagi tapi bukan untuk ke Kantor, melainkan mengikuti kekasihnya itu, Rio menggunakan Celana jeans pendek dan kaos oblong bewarna hitam serta menggunakan kaca mata hitam nya, dia pergi meninggalkan rumah menggunakan mobil lain miliknya yang tidak pernah di gunakan Rio agar kekasihnya tidak mengetahui jika dia sedang mengikutinya.
Rio memarkir mobilnya di sebrang jalan rumah Gea, dia menunggu Gea untuk keluar rumah.
Sepuluh menit menunggu akhirnya Gea pun keluar menaiki mobilnya, Rio dengan cepat mengikuti kemana Gea pergi, Gea pun berhenti di depan rumah kos kosan, dia keluar dari mobil dan bersandar di pintu mobil seperti sedang menunggu seseorang.
Tak lama kemudian muncul lah seorang lelaki dari kos kosan tersebut menghampiri Gea dan mencium kening Gea, Rio yang melihat pemandangan itu pun kaget dan tak percaya dengan apa yang di lihat nya.
"Brengsek ternyata benar dia ada main di belakang ku?" Gumam Rio dalam hati.
Mobil Gea pun kembali berjalan meninggalkan kos kosan itu, Rio pun juga menjalankan mobilnya untuk mengikuti Mobil Gea.
Perjalan mereka tiba kota Bandung, Mobil Gea berhenti di depan Hotel, Gea dan pria itu keluar dari Mobil dengan tangan Gea bergelanjot manja di lengan pria itu, Rio yang sudah emosi pun keluar dari mobil untuk mengikuti mereka berdua, tak lupa Rio memakai topi agar penyamaran nya tak di ketahui Gea.
Rio melihat dari jauh kedua pasangan itu memesan satu kamar hotel untuk mereka berdua.
Setelah mereka pergi, Rio terus mengikuti nya, Rio melihat mereka masuk ke dalam kamar berduaan, hati Rio sungguh tidak bisa di artikan lagi saat ini, bagaimana tidak, dia melihat kekasih yang selama ini di cintai nya ternyata telah main dengan pria lain di belakang nya.
Setelah Dua puluh menit Rio menunggu sekarang waktunya Rio beraksi, Rio mengetuk pintu seakan akan dia adalah petugas dari Hotel tersebut.
Tok tok tok
"Siapa?" Tanya orang dari dalam kamar.
"Saya mau antar makanan Pak!" Sahut Rio.
Ceklek!
Di buka nya pintu itu, terlihat pria itu hanya memakai handuk tanpa pakaian,
Rio pun segera menendang pria itu hingga tersungkur ke dalam kamar.
Gea yang sedang berada di dalam selimut tanpa sehelai pakaian pun kaget siapa yang sedang ada di hadapannya itu.
"R Rio?" Ucap Gea terbantah batah
"Ya, kenapa? kamu kaget melihat saya ada di sini?" Tanya Rio yang menatap tajam wajah Gea.
"Ini yang kamu bilang pemotretan? Dasar wanita murahan! Bisa bisa nya aku cinta sama wanita ja**Ng seperti kamu!" Teriak Rio.
"Dan KAMU pria bre**sek silakan saja nikmati tubuh gadis itu sesuka mu karena mulai hari ini dia bukan siapa siapa ku lagi, saya kasih dia untukmu! Jelas Rio sambil menunjuk muka pria itu.
Gea yang tak tau harus melakukan apa, menjelaskan juga percuma karena semua telah terjadi di depan mata Rio sendiri.
"Maafkan aku Rio, aku khilaf sayang!" Ucap Gea sambil mendekati Rio dan menggulung selimut tebal untuk menutupi badan polosnya.
__ADS_1
"Saya sudah memaafkan kamu, tapi ingat jangan pernah kamu tunjukan wajah mu di hadapan ku lagi, dan mulai saat ini kita PUTUS, tidak ada hubungan apa apa lagi di antara kita, PAHAM!" Teriak Rio,
Setelah puas mengungkapkan isi hati nya yang sedang panas, Rio keluar dari Kamar itu, dan segera kembali ke mobil untuk menuju ke Jakarta.
"Ternyata benar yang di katakan Clarisa, tetapi kenapa aku sangat bodoh tidak percaya dengan omongan nya!" Gumam Rio.
"Aku akan minta maaf besok kepadanya, karena mungkin dia sakit hati dengan ucapan ku yang kemarin!" Lanjutnya.
Di Tempat lain.
Panggilan Masuk!
📞 Iya bu, ada apa ibu telephone Clarisa?
.
.
.
📞 Apa? Iya besok Clarisa akan segera pulang ke Kampung bu, ibu tunggu Clarisa ya!
Tut Tut
Panggilan berakhir.
"Ada apa Cla, keliatannya kamu lagi mikirin sesuatu?" Tanya Indah.
"Lalu?" Tanya Indah lagi.
"Aku di suruh membayar hutang bapakku, kalau aku tidak bisa membayarnya bapakku bakal di laporin ke polisi, hiks hiks" Jawab Clarisa.
"Memang berapa hutang bapak mu Cla?" Ucap Indah.
"Bapakku hutang nya 10 juta, tapi karena bapakku tidak sanggup membayar dalam jangka waktu yang di tentukan, bunga nya berjalan terus hingga menjadi 100 juta ndah," Jawab Clarisa dengan meneteskan air mata nya.
"Apa tidak ada cara lain Cla, atau apa tidak bisa di cicil gitu hutang nya?" Tanya Indah
"Tidak bisa ndah, rentenir itu meminta bapakku mengembalikan uang nya Minggu depan, kalau bapak tidak bisa membayar nya, terpaksa, hiks hiks hhhuuuaaa" Tangis Clarisa pecah hingga membuat kaget teman di sebelahnya.
"Huss jangan kenceng kenceng nangis nya, ntar di kira kamu kenapa Napa!" Ucap Indah.
"Terpaksa apa Cla? lanjutin cerita mu!" Tanya Indah lagi.
"Ter terpaksa aku harus mau di nikahi rentenir itu, hiks hiks" Jawab Claris sambil mengusap air mata yang telah jatuh di pipi nya.
"Busyet dah, gila bener tu rentenir, mending kamu coba pinjam uang di bagian administrasi deh Cla, barang kali bisa membantu!" Ucap Indah yang memberi solusi.
__ADS_1
"Tidak usah ndah, besok aku akan pulang ke kampung, dan aku akan meminta cuti selama satu Minggu ke depan! tolong jaga rahasia ini baik baik dari siapa pun ya ndah!" Seru Clarisa.
"Terus nasip pujaan hati mu gimana Cla, apa kamu menyerah?" Tanya Indah yang berusaha mencairkan suasana.
"Sepertinya aku nyerah ndah, tuan Rio tidak mungkin suka dengan Gadis kampung seperti ku!" Jawab Clarisa.
"Ya sudah terserah kamu saja Cla, mana yang menurutmu baik lakukan saja!" Seru Indah
"Terima kasih ya ndah kamu memang sahabat ku yang selama ini mengerti aku!" Ucap Clarisa sambil memeluk Indah.
Pagi Hari.
Rio yang telah siap menggunakan pakaian kantor nya dengan semangat dia melajukan mobilnya untuk segera sampai ke kantor.
Hanya karena ingin meminta maaf kepada Clarisa, Rio sampai berangkat pagi, juga tidak menggunakan supir, karena dia berencana akan mengantarkan Clarisa pulang untuk tanda minta maaf nya.
Di tempat lain/ Kos kosan Clarisa.
Clarisa sedang membereskan koper nya dan berpamitan kepada tuan rumah nya untuk ijin ke kampung satu Minggu ke depan.
Dia berjalan menuju halte di dekat kos nya.
Setelah mendapatkan Bis, Clarisa segera masuk dan berlalu meninggalkan kosan nya.
Di Kantor.
Rio berjalan memasuki Kantor langsung menuju meja kerja clarisa,
"Wanita yang di meja ini dimana ya?" Tanya Rio.
"Clarisa maksud bos?" Jawab Indah, karena di sebelah meja Clarisa adalah meja kerja Indah,
"Iya, dimana dia? apa belum datang ke kantor?" Tanya Rio lagi.
"Clarisa hari ini sedang cuti selama satu Minggu ke depan bos, karena dia pulang kampung!" Jawab Indah.
"Memang ada apa kok mendadak dia pulang Kampung?" Tanya nya lagi.
Indah yang tak berhenti menjawab pertanyaan dari Rio akhirnya menceritakan tentang masalah Clarisa saat ini.
"Apa kamu tau alamat Clarisa yang di Kampung?" Tanya Rio.
"Buat apa bos?" Jawab Indah.
"Sudah kamu jangan banyak tanya, cepat tuliskan alamat rumah wanita itu yang ada di kampung nya!" Seru Rio.
Dengan terpaksa Indah menuliskan alamat Clarisa yang di Surabaya.
__ADS_1
Kampung halaman Clarisa adalah Surabaya.
Rio berencana besok pagi akan menyusul Clarisa ke Surabaya.