
Skip / Di Rumah Sakit
Orang tua Clarisa dan Alex yang baru datang langsung menuju ruang UGD untuk mencari keadaan putri nya itu, sesampainya di depan pintu UGD mereka melihat Rio yang sedang mondar mandir di depan pintu.
"Bagaimana dengan putri kami tuan?" Tanya bapak Clarisa.
"Ini masih di berikan penanganan di dalam pak, kita tunggu saja Dokter nya keluar!" Jawab Rio.
"Oh iya nak, bapak mau berterima kasih karena nak Rio mau membayar hutang bapak, bapak berjanji setiap bulan akan mencicil nya," Ucap bapak Clarisa.
"Sudah jangan di pikirkan lagi masalah itu pak, saya ikhlas membantu Clarisa, karena Clarisa salah satu karyawan teladan di Kantor saya!" Sahut Rio.
Di saat mereka berbicara, terbuka lah pintu UGD, seorang dokter wanita keluar dengan penuh keringat di wajah nya.
"Bagaimana keadaan pasien Dok?" Tanya Rio.
"Iya gimana keadaan anak saya Dok?" Tanya bapak.
"Tidak papa pak, anak bapak cuma kena goresan pisau dan tidak ada luka serius di leher nya, sekarang juga bisa langsung pulang, tanpa harus rawat inap!" Jelas Dokter itu.
"Syukurlah kalau begitu Dok, terima kasih Dok!" Ucap Rio.
"Sama sama pak," Jawab Dokter itu.
"Pak, tolong jaga Clarisa di dalam, saya akan membayar biaya administrasi nya!" Seru Rio.
"Iya nak Rio, terima kasih ya" Jawab bapak.
Rio segera pergi ke bagian Administrasi untuk membayar biaya pengobatan Clarisa, setelah membayar lunas Rio kembali ke ruang UGD untuk menghampiri Clarisa.
"Kamu baik baik saja kan Cla?" Tanya Rio.
"Iya saya baik baik saya tuan, ow iya tuan Rio kok bisa sampai di kampung saya?" Ucap Clarisa.
"Kemaren saya mencari kamu di Kantor, tapi kata temenmu, kamu sedang pulang kampung, dan dia juga cerita kalau kamu mau dijodohkan sama anak Rentenir itu!" Jawab Rio.
__ADS_1
Deg.
Jantung Clarisa berdetak kencang setelah mendengar jawaban dari bos nya itu.
"Apa tuan Rio menghawatirkan aku?" Batin Clarisa dalam hati.
"Ayo kita kembali ke rumah mu Cla!" Ajak Rio.
Mereka semua pun kembali ke rumah Clarisa, Orang tua Clarisa satu mobil dengan Alex, sedangkan Clarisa satu mobil dengan Rio.
Sesampainya di rumah, Rio meminta ijin kepada orang tua Clarisa untuk membawa putri nya kembali ke Jakarta.
Orang tua Clarisa pun mengizinkan nya.
Rio memutuskan untuk meninggalkan kota Surabaya pada malam hari karena jalanan tidak begitu ramai.
Skip / Malam hari
Rio dan Clarisa bersiap siap untuk berangkat menuju Jakarta, mereka berpamitan kepada kedua orang tuanya.
"Tuan, kenapa tuan bisa datang sampai ke kampung saya?" Tanya Clarisa yang membuka obrolan.
"Saya hanya ingin minta maaf sama kamu, atas ucapanku yang kapan hari, itu pasti membuat mu sakit hati!" Jawab Rio.
"Tidak papa tuan, sudah semestinya tuan membela kekasih tuan, saya yang salah karena telah ikut campur masalah pribadi tuan, maafkan saya tuan!" Sahut Clarisa.
"Tapi ternyata yang kamu bilang, itu semua benar adanya, dia memang berselingkuh dengan pria lain Cla, saya sudah melihat dengan mat kepala ku sendiri dia masuk hotel dengan pria lain!" Jelas Rio.
"Syukurlah kalau tuan sudah mengetahui kebenarannya sendiri" Seru Clarisa.
"Lantas apa yang membuat tuan sampai harus menjemput saya? kalau cuma minta maaf kan tidak semestinya tuan sampai datang ke kampung saya!" Tanya Clarisa.
"Saya merasa bersalah sama kamu, dan saya tidak akan bisa tenang melihat kamu menikah dengan pria yang sama sekali tidak kamu kenal dan kamu juga tidak mencintai nya!" Jawab Rio.
"Terima kasih tuan sudah menolong saya dari pernikahan itu, dan juga sudah melunasi hutang bapak saya, saya janji akan membayar hutang bapak saya dengan cara mencicil setiap gajian tuan." Ucap Clarisa.
__ADS_1
"Sudah jangan pikirkan itu, yang penting kamu tidak jadi menikah dengan pria psycopat itu!" Jelas Rio.
"Oh ya perjalanan kita masih kurang lima jam lagi, bagaimana kalau kita istirahat dulu di hotel, saya ngantuk banget Cla, takut terjadi apa apa kalau saya paksakan untuk mengemudi!" Ujar Rio.
"Terserah tuan saja saya manut saja!" Sahut Clarisa.
"Manut? apa itu manut cla?" Tanya Rio.
"Hehe Manut itu maksud nya nurut tuan," Jawab Clarisa.
"Hahahaha" tertawa mereka berdua.
Beberapa menit kemudian mereka berhenti di depan sebuah hotel, mereka masuk dan memesan dua buah kamar untuk mereka berdua.
"Maaf pak, hanya tersisa satu kamar saja, karena sudah full! Bagaimana?" Tanya resepsionis
"Ya sudah gak papa, dimana kamar nya?" Jawab Rio.
"Kamar 205 di lantai dua ya pak, dan ini kuncinya, selamat beristirahat!" Ucap resepsionis itu.
Rio menggandeng tangan Clarisa menuju kamar hotel itu, Clarisa yang melihat tangannya di gandeng Rio, merasa seperti mimpi, bagaimana tidak? sekarang dia bisa berduaan dengan pujaan hatinya itu.
"Ayo masuk Cla," Ucap Rio yang membuyarkan lamunan Clarisa.
"Kita tidur satu kamar tuan?" Tanya Clarisa.
"Iya, karena kamar di hotel ini hanya tinggal ini saja, tapi kamu jangan khawatir, kamu tidur di ranjang dan saya akan tidur di sofa panjang itu saja!" Ujar Rio
"Jangan tuan, lebih baik saya yang tidur di sofa, tuan yang tidur di kasur, biar tuan bisa istirahat dengan nyenyak, pasti badan tuan capek kan, karena perjalanan jauh apalagi naik mobil sendiri" Sahut Clarisa.
"Hem bagaimana kalau kita tidur berdua di Ranjang, kamu pojok kanan, dan saya pojok kiri?" Tanya Rio.
"Terserah tuan saja kalau begitu!" Jawab Clarisa.
Setelah perdebatan tentang tempat untuk tidur, akhirnya pun mereka tidur berdua di ranjang yang sama tetapi ada jarak yang memisahkan mereka, hehehe
__ADS_1