
Di Surabaya / Pagi Hari
Keluarga dari Rendi tiba di rumah orang tua Clarisa, saat ini Rumah Clarisa sudah siap dengan persiapan menikah, karena semalam telah di siapkan oleh tim Wedding organizer suruhan Bapak Rendi.
Clarisa yang saat ini sedang di make up, tak terasa meneteskan air mata nya, dia sebenarnya tidak mau menikah dengan Rendi, seorang pria yang tak di kenal nya apalagi dia seorang psycopat.
Tapi Clarisa tidak bisa melakukan apa apa, karena hanya dengan menikah dengan Rendi hutang bapak nya lunas.
.
.
.
Di tempat lain, Rio sedang membelah jalan dari kota Jakarta ke kota Surabaya, saat ini Rio sudah di dalam kota Surabaya hanya belum menemukan alamat rumah Clarisa.
Dia bertanya tanya kepada semua orang yang berada di pinggir jalan untuk menanyakan alamat rumah karyawannya itu.
.
.
.
.
Di Rumah Clarisa.
Saat ini Clarisa sudah selesai di Make up dan sudah memakai baju pengantin, salah satu keluarga dari Rendi menghampiri nya untuk mengajak Clarisa menuju kursi yang akan di gunakan untuk Akad nikah.
Clarisa duduk bersebelahan dengan Rendi dengan di dampingi kedua pamannya untuk menjadi saksi dalam pernikahannya. Sedangkan bapaknya menjadi wali nya.
"Apakah mempelai wanita sudah siap?" Tanya sang penghulu.
"Siap!" Jawab Rendi, sedangkan Clarisa hanya diam dan menunduk.
"Baik kita akan segera mulai Akad nikah nya" Sahut penghulu.
__ADS_1
"Saya nikahkan saudara Rendi Sudarsono bin Bambang Sudarsono dengan Clarisa Putri Pranata binti Agus Budi Pranata dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang tunai sebesar dua juta rupiah di bayar Tunai!" Ucap Penghulu.
"Saya terima nikah dan kawinnya ...???" Rendi berhenti berucap.
"TUNGGU!" Teriak seorang pria di belakang para tamu undangan.
"Tuan, eh Mas Rio?" Ucap Clarisa yang kaget melihat bos nya hadir di pernikahan nya.
"Kamu siapa? berani nya merusak hari pernikahan anak saya?" Tanya Bapak Bambang
"Saya Bos nya Clarisa, saya tidak mengijinkan dia menikah dengan pria itu, Clarisa sama sekali tidak mengenalnya apalagi mencintai nya!" Jawab Rio.
"Lalu apa kamu mampu membayar hutang bapaknya jika kamu membatalkan pernikahannya?" Tanya pak Bambang
"Berapa hutang orang tuanya, saya akan bayar sekarang juga!" Jawab tegas Rio.
"Hutang bapaknya adalah 200 juta!" Teriak pak Bambang.
"Eh tidak tuan, dia berbohong, hutang bapakku hanya 100 juta, kenapa bisa jadi 200 juta? Apa dalam semalam bunganya bisa sebesar itu?" Sahut Clarisa.
"Memang hutang bapakmu 100 juta, tapi apa kau pikir persiapan ini semua di bayar dengan daun, hah!" Teriak pak Bambang.
Bambang pun memberikan nomer rekening nya, kemudian Rio men transfer uang sebesar 200 juta ke rekening milik Bambang. Bambang pun tersenyum puas karena dia mendapat untung berapa kali lipat dari hutang awal orang tua Clarisa.
Namun lain dengan Rendi, dia seperti tidak terima kalau harus gagal menikah dengan Clarisa, Rendi segera menarik tubuh Clarisa ke dalam pelukannya dan mengambil pisau buah di salah satu meja tamu untuk di arahkan ke leher Clarisa.
"Kalau aku tidak bisa menikah dengan nya, maka semua orang juga tidak bisa menikah dengan nya termasuk KAU!" Teriak Rendi.
Semua orang ketakutan melihat kelakuan Rendi yang akan membunuh Clarisa.
Begitu pun dengan Clarisa dia menangis dan juga takut, karena tangan Rendi yang memegang nya terlalu kuat sehingga membuat lehernya sakit.
"Apa yang kau lakukan Rendi!" Ucap Pak Bambang yang bingung melihat anaknya seperti kesurupan.
"Kalau sampai terjadi apa apa dengan Clarisa, saya akan laporkan anda dan anak anda kepada pihak yang berwajib, karena saya sudah membayar lunas hutang orang tua Clarisa!" Tegas Rio yang menatap tajam wajah pak Bambang.
"Maaf pak, kali ini Rendi tidak bisa menuruti kemauan bapak untuk membatalkan menikah dengan wanita ini, Rendi akan membawa nya ke luar kota untuk menikah denganku!" Teriak Rendi, dan secara bersamaan dia berjalan mundur untuk meninggalkan tempat itu dengan mengarahkan pisau di leher Clarisa.
__ADS_1
"Ren, lepaskan Wanita itu, jangan Gila kamu!" Teriak pak Bambang tapi tak di hiraukan oleh anak nya.
Tiba tiba.
.
.
Brukkk!
Rendi jatuh tersungkur ke belakang, sedangkan Clarisa terlepas dari tangan Rendi, namun sial leher Clarisa sedikit terluka karena tergores pisau,
Rio yang melihat itu segera berlari menghampiri Clarisa dan segera membawa Clarisa ke Rumah Sakit terdekat.
Rendi yang sedang pingsan juga di bawa oleh keluarganya untuk pulang ke rumah nya,
Semua penasaran siapa yang memukul Rendi sehingga membuat Rendi terjatuh hingga pingsan.
"Huft untung aku datang tepat waktu!" Ucap seorang pria dengan merapikan pakaiannya.
"Alex?" Teriak ibu Clarisa.
"Hai Tante!" Ucap pria itu sambil mencium punggung tangan orang tua Clarisa secara bergantian.
Alex adalah sepupu Clarisa yang barusan datang dari Jakarta, dia pulang ke Surabaya karena mendapat kabar dari Mama nya kalau Clarisa akan menikah, tapi sesampainya di lokasi Alex melihat suasana tegang, dan dia melihat Clarisa sedang dalam bahaya, dengan sigap dia segera memukul leher belakang dan kepala Rendi sekencang kencang nya, alhasil Rendi langsung pingsan.
"Untung kamu datang tepat waktu Lex, kalau tidak,Tante tidak tau apa yang akan terjadi dengan Clarisa" Ucap Ibu Clarisa.
"Tidak masalah Tan, owh ya tadi siapa yang membawa Clarisa ke rumah sakit?" Tanya Alex.
"Itu tadi Bos nya Clarisa dari kota, dia juga yang telah membayar lunas hutang om, sehingga Clarisa tidak jadi menikah!" Jawab Ibu Clarisa.
"Lantas apa yang di lakukan pria yang pingsan tadi? kenapa dia ingin membunuh Risa?" Tanya Alex.
"Itu karena bapaknya membatalkan pernikahannya, dan dia tidak terima kalau batal nikah dengan Clarisa, mangkanya dia melakukan hal nekat seperti itu!" Jawab Ibu.
"Ya sudah ayo kita susul Clarisa ke Rumah Sakit!" Ajak Alex.
__ADS_1
Mereka bertiga pun masuk ke mobil Alex dan pergi ke Rumah sakit dimana Clarisa di rawat.