Di Luar Nalar! Ternyata Dia Boy!

Di Luar Nalar! Ternyata Dia Boy!
Hari Pertama


__ADS_3

Namaku Grant Valen dan saat ini hari ini adalah hari pertama ku menduduki bangku kelas 2 SMA. Aku memulai hari baruku dengan baik tadi dan karena itu seisi kelas jadi sunyi dan tak berisik lagi. Aku segera mencari tempat duduk yang kosong, kebetulan sekali ada bangku kosong di pojok dekat dengan jendela luar yang mengarahkan ku kepada lapangan sepak bola.



Grant Valen.


Aku adalah anak remaja berambut oranye dan memakai jaket kuning yang di tutup dengan seragam sekolah dan bersepatu biru seperti yang kalian lihat pada gambar di atas. Itu adalah penampilan ku, bagaimana? terlihat keren dan tampan bukan? hehe.


Meskipun tubuhku kecil dan terlihat seperti anak baik. Nyatanya aku adalah anak yang suka adu jotos dan menantang semua orang disekolah untuk melawan ku. Aku tidak segan-segan melawan orang yang terlihat besar san terlihat lebih kuat dariku. Karena aku sangat percaya diri dengan seni beladiri yang di ajarkan oleh pamanku, bahwa aku tidak pernah kalah.


Memang benar... aku tidak pernah kalah dengan siapapun sampai saat ini. Kalau tidak salah aku sudah mengalahkan orang sebanyak 500 lebih dari SMP sampai saat ini. Aku memulai kehidupan yang penuh dengan kekerasan saat SMP. Karena suatu kejadian yang pahit, membuatku menjadi orang yang seperti ini sekarang.


Meskipun aku tidak tahu apakah dengan begini bisa membuat hatiku lebih baik atau tidak. Tapi yang ku pedulikan sekarang adalah menghajar semua anak-anak nakal di sekolah ini dan membuat mereka berlutut di hadapan ku sehingga tidak ada lagi di antara mereka yang berani memulai keributan lagi di sekolah. Singkatnya tujuanku melakukan semua ini adalah untuk menjadikan sekolah ini menjadi sekolah yang baik dan tentram layaknya sebuah sekolah.


Karena sekolah adalah tempat untuk mencari ilmu kan, bukan untuk menunjukkan siapa yang paling kuat di antara semua murid sekolah yang ada. Aku akan membenarkan pikiran mereka yang salah dan merubahnya menjadi lebih baik denger kekerasan. Karena tidak ada hal lain yang dapat merubah sikap mereka selain menggunakan kekerasan.


Para guru sebenarnya sudah tahu seperti apa sebenarnya sekolah ini. Tapi tidak ada yang bisa mereka lakukan selain hanya mengajar yang merupakan kewajiban mereka. Jika ada seorang yang berani menegur siswa yang nakal, maka guru itu sudah pasti akan menjadi target mereka dan akan di pukuli habis-habisan saat itu juga.

__ADS_1


Karena ini adalah sekolah elite internasional, jadi segala rumor buruk mengenai apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang dilakukan semua murid di sekolah ini di hilangkan dan di anggap tidak ada kata dapat menurunkan reputasi sekolah ini. Jadi orang-orang seakan-akan melihat sekolah ini adalah sekolah yang terbaik karena tidak ada kekerasan antar murid.


Orang tuaku juga tidak tahu tentang hal ini, tentang diriku yang suka adu jotos juga tidak tahu meskipun kadang saat aku pulang ke rumah penuh dengan memar. Aku beralasan kalau aku sedang berlatih tanding seni beladiri dengan temanku di sekolah untuk menutupi kejadian yang sebenarnya tentang mengapa aku selalu pulang dalam keadaan memar atau luka.


Tapi yang paling mengejutkannya adalah... semua murid disini adalah orang-orang pintar calon orang jenius. Seperti nama sekolahnya yang merupakan sekolah elite internasional, tentu saja untuk masuk sekolah ini agar dapat diterima menjadi salah satu murid di sekolah ini harus melewati ujian tes yang sangat sulit. Karena itulah isi Sekolah ini dipenuhi oleh orang-orang yang kepintarannya di atas rata-rata.


Tapi hanya itulah sisi baik yang dimiliki mereka, sisanya mereka adalah orang-orang yang buruk yang suka berkelahi. Tidak hanya itu saja, mereka suka merundung murid-murid yang lemah dan tak bisa berkelahi untuk dijadikan mereka budak. Yah, pokoknya mereka semua adalah orang-orang yang paling brengsek yang pernah ada.


"Grant Valen ~~~~" ucap seseorang yang suaranya melambai dan sedang berjalan menuju ku, dia adalah Adrian Martadinata.



Berambut panjang sepanjang lutut dengan warna rambut hijau pink. Menggunakan sepatu hitam putih klasik dengan badannya yang tinggi dan berpenampilan feminim untuk seorang laki-laki. Dia adalah Adrian Martadinata yang saat ini merupakan satu-satunya rekanku untuk membantuku mencapai puncak, yaitu pentolan sekolah.


Jangan tertipu dengan penampilannya yang feminim dan polos. Dia dulunya juga adalah orang yang paling brengsek saat aku masih di kelas 1. Yah... saat itu dia adalah pentolan di kelas 1 di kelas yang sama denganku. Dia adalah orang yang paling brengsek hingga membuat pecundang di kelas mengundurkan diri dari sekolah ini.


Yang dimaksud pecundang kelas adalah orang-orang lemah yang tidak berkuasa dihadapan orang-orang kuat. Yah, kalian pasti mengerti apa yang dimaksud pecundang kelas. Dia juga suka berkelahi dan banyak melukai orang-orang hingga membuatnya masuk ke rumah sakit.

__ADS_1


Sebelum keadaan semakin buruk, seperti dimana ia sampai membunuh seseorang. Aku harus mencegahnya dan menentangnya saat dia sedang memperlakukan pecundang kelas dengan buruk seperti memakan kotoran serangga. Saat itu juga kami berkelahi dengan sengit hingga akhirnya aku memenangkan pertarungan itu dan berhasil mengalahkannya dan menjadi Pentolan kelas.


Sejak saat itu juga dia menjadi pendiam dan tak melakukan kekerasan lagi layaknya sudah kembali menjadi seorang murid pada umumnya. Namun karena disekolah ini berisi orang-orang kuat yang tak terduga, aku membutuhkan rekan bertarung untuk mencapai cita-citaku menjadi Pentolan sekolah.


Akhirnya aku mengajaknya berbicara mengenai rencana ku untuk menjadi Pentolan sekolah. Dia langsung setuju dan suasana hatinya membaik kembali dengan tiba-tiba dan tidak lagi menjadi orang pendiam. Meski begitu dia sudah tidak berani untuk melakukan kejahatannya seperti dulu karena sekarang aku adalah bosnya.


"Yang benar saja kau baru datang jam segini?" ucapku yang menatapnya dengan heran dan dia segera duduk di sebelah ku.


Karena bangku itu kosong dan tidak ada yang berani duduk di bangku sebelah ku karena dihari pertama ini aku sudah menunjukkan kepada kelas ini siapa yang terkuat kepada mereka. Aku tahu hati mereka masih kesal kepadaku, padahal mereka sudah berharap di kelas yang baru ini mereka akan menjadi pentolan kelas.


"Itu tidak penting aku mau datang jam berapa, tak ku sangka kita sekelas lagi!" ucap Adrian Martadinata sambil duduk di bangku dan menggeser bangku bersama dengan mejanya untuk di rapatkan dengan meja bangku ku.


"Jangan dekat-dekat! kau membuatku ngeri!" ucapku karena dia memiliki sikap yang aneh!.


"Hehe kenapa?... kau tidak suka?" ucap Adrian sambil mengedipkan matanya kepada ku dan itu membuatku merinding setengah mati.


"Awas saja kau kalau melakukan hal yang meresahkan!" ucapku yang memberikannya sebuah peringatan.

__ADS_1


Tapi dia malah tertawa kecil sambil bersikap sok feminim. Itu membuatku semakin resah dan kesal kepadanya, padahal sebelum aku mengalahkannya, dia sama sekali tidak bersikap aneh seperti ini. Saat itu dia terlihat ganas dan seperti berandalan yang ditakutkan. Tapi semuanya berubah saat aku mengajaknya untuk bekerja sama denganku.


Dia menjadi aneh. Kadang dia juga memakai bando kucing di kepalanya dan memberikan ku tali dan kalung untuk memakainya. Karena aku tidak tahu maksudnya saat itu, jadi aku memakaikan dia kalung dan memegang talinya. Tiba-tiba saja dia langsung menyerupai kucing dan seolah-olah dia adalah hewan peliharaan ku. Itu benar-benar mengerikan! terlebih lagi di saat dia mengeluarkan suara seperti kucing!


__ADS_2