
Ding! dong!
Bel berbunyi yang menandakan waktu pulang sekolah sudah tidak. Akhirnya hari pertama sekolah sudah lewat hari ini aku bisa berlatih seni bela diriku setelah pulang sekolah. Tapi sebelum itu karena suasana hatiku sedang kacau dan tak karuan, aku pergi ke halaman belakang sekolah yang sepi hampir tidak ada orang yang lewat disana. Sementara aku harus menenangkan pikiran ku yang kacau karena kejadian tadi.
Untung saja aku tidak jadi bertarung dengan murid bertopi norak itu. Bukan karena aku takut atau dia lebih kuat dariku, tapi... karena tiba-tiba saja Pak guru datang dan melihat kejadian itu. Aku langsung melarikan diri dan masuk ke antara kerumunan penonton agar aku bisa selamat. Yah, seperti yang aku bilang sebelumnya, kalau aku tidak ingin tampil buruk seperti murid-murid lainnya di depan guru.
Jadi sebaik mungkin aku harus menghindari perkelahian di depan guru, karena aku sudah di cap sebagai murid baik dan tidak bermasalah seperti murid lainnya. Sementara itu Farid dan Adrian dibawa ke UKS untuk ditangani lebih lanjut. Farid yang tak sadarkan diri karena mengalami pendarahan di kepalanya harus di rawat oleh dokter elite yang bekerja di sekolah ini.
Sementara itu murid bertopi norak, yang kalau tidak salah nama dia Orta Brillo. Dia menganggap hal ini tidak pernah terjadi dan mengatakannya kepada guru kalau disini terjadi hal seperti biasa. Yah, guru bisa memaklumi hal itu karena tidak ada yang bisa ia lakukan di depan murid-murid ganas.
"Hah... hari pertamaku benar-benar berat... fuuuuhh" gumamku sambil menghisap sebatang rokok di halaman belakang sekolah.
Lalu tiba-tiba saja ada seseorang yang datang dan aku segera menyembunyikan rokokku karena aku khawatir yang datang adalah seorang guru, "Huahhh aku ingin merokok dan bersantai disini sebentar..." ucap seseorang yang kemudian memunculkan dirinya dari balik tembok.
Ternyata yang datang bukan seorang guru, melainkan gadis cantik yang ada di depan mataku. Mata kami saling bertatap dan saling terkejut, "O-oh... halo..." ucapku yang mendadak menjadi gugup.
"Ah... h-hai... aku pergi dulu..." ucap gadis itu yang segera melarikan diri.
Tapi dengan cepat aku menangkap tangannya dan menyuruhnya tetap disini... Wajahnya terlihat ketakutan dan tak berani menatap ku. Aku jadi merasa bersalah dan segera melepaskan tangannya.
"Ka-kalau kau ingin merokok... silahkan saja... aku juga sedang merokok... hehe" ucapku yang malu-malu dan jantungku jadi berdebar-debar saat bersama gadis cantik ini.
Entah apa yang terjadi padaku... padahal selama ini sejak kejadian tragis yang ku alami waktu SMP, aku tidak pernah merasakan hal seperti ini lagi kecuali bersama dengan dia. Tapi gadis ini... dia telah membuat jantungku berdebar-debar. Aku tidak mungkin... aku tidak mungkin jatuh cinta lagi kepada gadis lain selain dia kan!.
Tidak! tidak! ini pasti bukan perasaan cinta, jantungku berdebar seperti ini karena aku sudah lama tidak dekat atau berduaan dengan seorang gadis. Yah, mungkin saja seperti itu... karena itulah jantungku berdebar-debar saat bersama gadis ini.
"Ba-baiklah..." ucap gadis itu yang kemudian mengeluarkan korek api dan rokok, dia mulau merokok.
Gadis cantik ini sedang merokok berdua denganku di halaman belakang sekolah dan disini benar-benar hanya ada kami berdua saja. Kadang aku merokok sambil melirik ke arahnya tipis-tipis... melihat wajahnya yang sangat cantik itu... membuatku teringat gadis yang ku cintai saat SMP. Yah... dia mirip sekali, perbedaan mereka adalah yang satu merokok yang satu tidak.
__ADS_1
Kemudian gadis itu sadar kalau aku sedang meliriknya, "Ke-kenapa kau melihat ku seperti itu!" ucap gadis cantik itu yang terlihat tidak suka saat ku perhatikan.
Jadi aku segera membuang wajahku ke arah lain dan berpura-pura tidak melihatnya, "Ti-tidak... mungkin hanya perasaanmu saja..." ucapku yang kemudian melanjutkan menghisap rokok.
"Oh ya... apakah kau sedang memiliki masalah?..." ucap gadis itu yang tiba-tiba membicarakan hal lain dan dia terlihat serius.
"Me-memangnya kenapa?..." ucapku yang heran karena dia bisa mengetahui kalau aku sedang memiliki masalah sekarang.
"Tidak, hanya saja biasanya seseorang akan merokok jika dirinya sedang berada dalam masalah yang dia sendiri tidak bisa menyelesaikannya" ucap gadis itu yang membuatku diam merenungkan kata-katanya.
Kata-katanya memang benar... saat ini... tidak! sejak dulu saat aku SD pun... aku selalu dalam masalah yang menyulitkan diriku. Awalnya aku tak mempedulikan masalah ku saat itu karena sepertinya itu sudah nasib orang sepertiku. Tapi... sejak saat aku SMP kelas 2... masalah yang ku alami seperti sudah kelewatan hingga akhirnya aku memutuskan untuk berubah.
Seperti yang kalian lihat saat ini... aku menjadi tukang pukul dan menghajar semua murid brengsek disekolah. Hal itu sebenarnya disebabkan oleh masa laluku yang kelam... aku hanya akan menceritakannya sekali. Kalau saat itu yang membuatku berubah menjadi seperti ini adalah karena... seseorang yang kucintai mati dihadapan dan sementara itu aku tidak bisa melakukan apapun padahal aku tepat berada di depannya.
Hahaha! konyol sekali... diriku yang dulu benar-benar orang yang payah... aku bahkan selalu menyalahkan diriku sejak saat itu karena aku adalah orang yang tak berguna. Aku terus menyesalinya dan berharap waktu bisa kembali di putar. Kalau memang terjadi, aku akan lebih dulu menjadi anak yang kuat dan berlatih bela diri bersama paman sejak SD. Tapi semuanya terlambat kan... dan aku selalu menyesali diriku saat itu sampai sekarang.
"Uwaaaaaa!" aku terkejut dan mendorong diriku ke belakang karena terkejut dia tiba-tiba berada di depanku saat aku sedang melamun memikirkan banyak hal. Aku terjatuh karena terkejut, dia terlalu dekat sekolah tadi.
"Kenapa kau menangis ku tanya?..." ucap gadis itu yang melontarkan kembali pertanyaannya.
Kemudian aku terdiam dan memegang pipiku... aku terkejut kalau ternyata aku benar-benar menangis tadi. Aku tidak sadar kalau aku menangis saat melamun memikirkan kembali kejadian yang telah berlalu karena kata-kata gadis ini sebelumnya. Kemudian aku berdiri kembali dan melanjutkan menghisap rokok yang sedikit lagi akan habis.
"Tidak ada apa-apa... kau tidak perlu tahu..." ucapku yang tak bisa mengatakan kepadanya karena dia adalah orang asing. Meski jantungku masih berdebar-debar di hadapannya, terlebih lagi saat dia mengejutkan ku jantung ku jadi berdebar-debar dua kali lebih cepat.
Tap! tap! tap!... kemudian seseorang datang dengan tiba-tiba.
"Grant Valen! anak baik seperti mu merokok!" ucap seorang guru yang terkejut melihat orang baik sepertiku ketahuan merokok.
Gawat! aku ketahuan merokok dan akan di cap sebagai anak nakal seperti yang lainnya oleh guru. Aku tidak boleh membiarkan seorang guru mengetahui sisi buruk ku. Karena pasti guru-guru lain akan mengetahuinya dari guru yang melihatku sedang merokok saat ini.
__ADS_1
Aku sangat panik dan tak tahu harus melakukan apa agar keluar dari situasi saat ini. Jadi aku melakukan hal yang parah, "Pak guru!? a-anu pak! dia yang mengajakku untuk merokok!" ucapku yang dengan spontan menyalahkan gadis itu karena aku sedang panik
"A-apa-apaan kau! itu tidak benar pak!" bantah gadis itu yang tidak terima dirinya di fitnah olehku.
"Grace Kelly! kau kan juga anak baik! kenapa kalian merokok!" ucap Pak guru yang terlihat kecewa di wajahnya.
Apa!? jadi dia juga adalah murid yang dicap baik juga oleh para guru!? aku baru mengetahuinya dan sepertinya aku telah membuat harga dirinya hancuran ulahku yang memfitnah nya. Sementara itu aku dan gadis yang bernama Grace Kelly itu hanya bisa terdiam dan tak berkata-kata di depan Pak guru.
"Bapak kecewa dengan kalian, padahal bapak mengira hanya kalian lah murid yang normal dan baik di sekolah ini..." ucap pak guru yang wajahnya terlihat sedih.
"Maaf pak guru..." ucap kami spontan.
"Tapi... sepertinya bukan hanya itu saja yang kalian lakukan... hmm di tempat sepi dan gelap karena banyak pepohonan... jangan-jangan kalian telah melakukan hubungan yang mesum!" ucap Pak guru yang membuat masalah ini semakin menjadi-jadi.
"A-apa!? kami tidak melakukan apapun Pak! sungguh!" bantah Grace Kelly yang terkejut karena dikira kami sedang melakukan hal-hal yang mesum.
"Itu benar Pak! sungguh kami hanya merokok saja!" ucapku yang ikut membantah pemikiran Pak guru yang salah.
"Pokoknya kalian ikut bapak ke ruangan sekarang!" ucap Pak guru yang terlihat marah pada kami.
Aku dan gadis yang bernama Grace Kelly hanya bisa pasrah dan tak bisa melakukan apapun untuk mengatasi kesalahpahaman ini. Yah, walau soal merokok itu benar, tapi kalau tentang melakukan hal mesum itu adalah tidak benar. Jadi aku dan Grace Kelly hanya bisa diam menundukkan kepala kami sambil berjalan mengikuti pak ke kantor ruangannya untuk diperbincangkan lebih lanjut.
Ini benar-benar situasi yang gawat... semoga saja aku bisa keluar dari situasi ini!.
Grace Kelly.
Seorang wanita cantik berambut hitam lurus berponi imut dengan mata bulat yang besar. Dia adalah orang luar negeri yang berasal dari kanada, sejak SD sampai SMP dia bersekolah di tempat asalnya. Namun saat SMA dia pindah ke Indonesia dan bersekolah di sekolah elite Internasional. Dia tinggal di Indonesia bersama dengan sepupunya yang merupakan keturunan orang Indonesia dan orang kanada.
__ADS_1