
"Tolong kamu suruh si Luna ke ruangan saya" Fahri menutup sambungan telpon di ruangannya. dia meminta Maya sang sekertaris untuk memanggil Luna .
Tak berselang lama Luna mengetuk pintu ruangan Fahri.
"Tok tok tok" suara pintu di ketuk,
" Masuk" Fahri menyahuti dari dalam ruangan.
Luna membuka pintu ruangan Fahri " Permisi pak" ucap Luna sopan " Kata mba Maya bapak manggil saya" tanya Luna.
Fahri meletakan pulpen yang dia pengang " Iya, silahkan masuk".
Luna masuk ke ruangan Fahri, ia menghampiri Fahri di meja kerjanya.
" Ada apa ya pak" tanya Luna
Fahri langsung menaruh kertas yang sedang dia cek, dengan tampang dingin andalannya Fahri menatap Luna.
" Saya mau tau bagai mana perkembangan barang yang di tahan oleh pihak Bea Cukai" tanya Fahri.
"Sedang dalam proses pengecekan berkas pak"
" Berapa lama lagi akan selesai"
" Dalam Minggu ini pak"
"Huff..." Fahri membuang nafas " saya mau secepatnya selesai, dan ingat saya tidak mau ada kejadian seperti ini"
" Bagai mana bisa kita bisa sampai kecolongan barang masuk tapi berkas belom komplit" sambil melipat tangannya di depan dada.
Dengan gugup dan tertunduk Luna menjawab " Baik pak".
"Satu lagi, saya mau kamu urus barang yang akan di ekspor ke Korea melalui kapal yang akan d berangkat minggu depan."
" Tapi pak kerjaan saya masih banyak yang harus saya tangani, kalo ekspor ini saya yang pegang saya takut ga maksimal"
"CK, jadi segitu doank kemampuan kamu? saya ga mau tau pokoknya kamu yang handle"
Luna menangguhkan kepala " Baik pak"
"Ya sudah itu saja" Fahri kembali memeriksa berkas
" Baik pak, saya permisi", Luna berlalu pergi dari hadapan Fahri menuju pintu, dia keluar dengan tampang bete nya.
Luna kembali ke ruangannya yang berada di lantai 3.
" Huff.....cape sebel kesel jadi 1" Luna sambil mendarat kan bokongnya di bangku kerja.
__ADS_1
" Sabar" kata Fitri "Kenapa lagi si memangnya? tanya Fitri
Dengan berdecak Luna menjawab" Tadi gue di tanya masalah barang yang di tahan Bea Cukai"
"Trus jawab apa"
" Gue bilang Minggu ini selesai" sambil meminum minuman yang ada di mejanya.
" Trus kenapa tampang lu jadi ga enak banget di liat begitu" Fitri dengan muka penasarannya" Harusnya masalah selesai kan".
" Masalahnya .....dia ngasih w kerjaan lagi" Luna terlihat kesal " Barang yang mau di ekspor ke Korea lewat kapal gue jga yang handle, lu tau kan itu prosesnya ribet banget"..Luna dengan bete.
" Masa gue harus lembur lemburan".
Dengan terkekeh Fitri menjawab " Derita lu..."
Luna menimpuk Fitri dengan pulpen yang ada di meja'a. Mereka memulai aktifitas kerjanya masing masing.
Sampai tak terasa waktu pulang kantor telah tiba.
" Na, ayo pulang" ajak Fitri.
Luna masih menatap komputernya " lu lupa kerjaan masih banyak".
Dengan tampang mengejek Fitri berkata " Hupz, sorry gue lupa" fitri membereskan meja kerjanya" yaudah gue duluan ya.
" Iya..hati hati di jalan" jawab Luna
Luna tak menghiraukan ucapan Fitri karena dia masih sibuk dengan laporan laporan yang dia kerjakan. Sangking sibuknya Luna sampai tidak sadar waktu sudah menunjukan jam 9 malam. " Ya ampun udah jam segini aja" Luna melihat jam di pergelangan tangannya, Luna membereskan barang barang miliknya dan dia melangkah keluar ruangannya menuju lift, Luna berjalan dengan memainkan hpnya untuk memesan taksi online.
Luna menunggu taksi online di loby kantor yang hanya menyisakan seorang security yang sedang berjaga.
" Lembur Mba?" tanya security tersebut.
Luna yang sedang mengotak Atik hpnya menjawab "Iya nih pak".
Security pun menganggukkan kepalanya" Sama kaya pak Fahri ya, beliau jaga lembur" ucap security itu.
Luna pun langsung menoleh ke arah security itu " Dia juga lembur".dengan kagetnya
"Iya" kata security, dia pun langsung meninggalkan. Luna untuk mengangkat telpon yang berbunyi.
Luna keluar menuju pintu loby untuk menunggu taksi online yang ia pesan, sudah hampir 15 menit tapi tak kunjung datang.
Sampai akhirnya sebuah mobil yang berhenti tepat di depannya.
Kaca mobil pun terbuka dan menampil kan sosok yang di benci Luna.
__ADS_1
Fahri menoleh ke arah " Ayo masuk, saya antar" ajak Fahri
Luna menoleh ke kanan ke kiri takut takut Fahri bukan mengajaknya " Saya pak"sambil menunjuk dirinya sendiri.
" Iya kamu! emang ada orang lain selain kamu yang berdiri di situ"
Dengan sedikit ragu Luna menolak" Maaf pak, saya sudah pesan taksi online" ucapnya
" Tapi dari tadi belom datang kan? sudah batalkan saja" pinta Fahri.
" Tapi pak"
" Sudah jam berapa ini, Jagan kelamaan mikir nanti keburu tambah malam.
Dengan sedikit ragu Luna membuka pintu belakan mobil, Luna hendak duduk dibelakang.
Fahri berdecak "CK, emang saya supir kamu? pindah ke depan" pintanya
" Tapi pak"
" Ayo cepetan" Fahri memerintah
Luna buru buru menutup pintu belakang mobil kembali, dengan ragu ragu Luna pindah ke depan dan duduk di sebelah Fahri.
Hanya keheningan yang, terdapat di dalam mobil. Sampai akhirnya Fahri menanyakan alamat tempat tinggal Luna.
" Alamat rumah kamu dimana? dari tadi kamu diem aja"
Luna yang sedang menghadap jendela pun langsung terkaget " Eh...maaf pa saya lupa ngasih tau bapak" dengan gugup Luna memberikan alamat rumahnya " Jl Leuser raya Blok C nomer 19" jawabnya.
Fahri mengangguk anggukan kepalanya "Oke" ucapnya.
Hanya membutuhkan waktu 20 menit saja mobil yang mereka naikin sudah sampai di komplek perumahan Luna. Tepat di depan rumah 1 lantai dengan pagar hitam tinggi mobil Fahri berhenti.
Luna memakai tasnya lalu menoleh ke arah Fahri" Terimakasih pak, maaf saya merepotkan bapak" ucap Luna
" Sama sama" kata Fahri
Luna turun dari mobil, dia menutup pintu mobil kembali. Ia pun berjalan masuk kedalam rumahnya.
Mobil yang di Kendarai Fahri pun berlalu pergi, setelah melihat Luna masuk kedalam rumah. Ya ..bukan tanpa alasan Fahri lembur di kantor. Fahri lembur hanya untuk menunggu kepulangan Luna yang sedang lembur.
Fahri menyukai Luna sejak pandangan pertama , sejak Luna interview di kantor Fahri.
Fahri berpapasan dengan Luna saat Luna ingin keruangan HRD, dari situlah Fahri mulai memperhatikan Luna.
Luna Gadis manis berkulit agak kecoklatan,dengan bulu mata yang lentik, rambut hitam lurus itu lah yang telah mencuri hati Fahri.
__ADS_1
Fahri memberi Luna banyak pekerjaan semata mata hanya ingin selalu dekat dengan gadis itu. Ya, Fahri tidak mempunyai cukup nyali untuk mendekati Luna secara baik baik
Tapi siapa sangka dengan sikap Fahri yang mempersulit pekerjaan Luna, membuat luna menjadi benci dengan Fahri.