
Badan Luna terasa sakit dan pusing di kepala. Luna baru saja ter bangun dari tidur nya, Luna berusaha bangkit, tapi Luna malah merasakan sakit dan perih di bagian inti ke wanitaan nya.
Luna berusaha mengingat apa yang baru saja terjadi. Luna mulai mengingat penggalan ke jadian yang menurut Luna begitu nikmat sehingga membuat dia merasakan mabuk kepayang dengan kenikmatan itu.
Luna melihat dirinya yang hanya di tutupi selimut tebal dan pakaian yang berserakan di lantai, Luna memunguti pakaiannya, lalu memakainya kembali.
" Sudah bangun kamu" tanya seseorang yang keluar dari kamar dengan mengunakan handuk untuk mengeringkan rambutnya.
Luna tidak menjawab pernyataan itu, Luna sibuk dengan pikirannya sendiri. Luna tersadar jika ia baru saja melakukan dosa besar yang amat di sesali.
" Kita makan dulu ya, baru saya antar kamu pulang" pintanya.
" Tidak usah pak, saya mau segera pulang" Luna hendak menenteng tasnya yang berada di atas meja.
" Maaf kan saya lun, saya khilaf" . Fahri mencegah langkah Luna
" Tidak usah meminta maaf pak, karena ini bukan sepenuhnya salah bapak". kata Luna " Ini juga salah saya karena sudah mengikuti nafsu dan bisikan setan".
" Saya kan bertanggung jawab" Fahri menyakini.
" Saya mau pulang" Luna berjalan ke arah pintu
"Saya antar" Fahri buru buru mengambil kunci mobilnya.
Kini mereka berada di dalam mobil, tidak ada percakapan sedikitpun. mereka sibuk dengan pikirannya masing masing.
__ADS_1
Bagai mana bisa Luna di tiduri oleh atasannya sendir, atasan yang selalu memberikannya banyak pekerjaan sehingga Luna membencinya.
Bagaimana kalo sampai bunda dan ayah tau, aku telah berbuat dosa besar. bagai Mana kalo aku sampai hamil, maaf kan Luna bunda ayah.
mobil yang di kendarai Fahri sudah menepi tepat di depan rumah Luna, kini Luna bergegas turun, tanpa adanya satu kata pun yang terlontar dari mulut gadis itu.
oh...salah saat ini Luna bisa di katakan bukan seorang gadis lagi, tapi seorang wanita.
"Brak.." pintu mobil di tutup Luna dengan kencang.
Fahri masih diam diri di dalam mobilnya.
aku memang menyukainya,aku juga menginginkan nya. tapi aku tidak ingin dengan cara seperti ini.
"Aarrggghhh....sialan!" Fahri memaki dirinya sendiri, dengan perasaan campur aduk Fahri mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
...****************...
Luna terperangah " Ya ampun bunda ngagetin".
" Kamu kemana aja?, bunda wa engga di balas" bunda mendekati Luna.
Aduhh...aku harus ngomong apa? ke bunda, aku takut bunda mengetahuinya.
dengan ragu ragu Luna menjawab " Aku tadi di ajak Fitri ke kafe dekat kantor dulu Bun".
__ADS_1
" Benar ke kafe?" bunda menelisik penampilan Luna " ko kamu kusut banget begitu"
Duh..giman nih bunda pake nanya begitu lagi
" Eemm...i-ini, tadi sempet kehujanan pas mau masuk mobil Bun".
" Ya sudah, kamu bersih bersih dulu sana, terus istirahat, sudah malam ini"
" Iya Bun, aku ke kamar dulu" bunda meninggalkan Luna.
Luna pun pergi menuju kamar dengan berjalan pelan karena ia merasakan sakit di intinya. setelah sampai di kamar Luna langsung masuk ke dalam kamar mandi
Luna duduk dibawah guyuran shower yang menyala, masih dengan menggunakan pakaiannya. Luna nangis dengan sejadi jadinya dibawah air yang mengalir.
apa yang telah aku lakukan!, aku telah mengecewakan ayah dan bunda, aku kotor! bagai mana dengan hidupku selanjutnya, bagai mana kalau aku sampai hamil.
cukup lama Luna berada di dalam kamar mandi, Luna keluar dari kamar mandi sudah memakai baju tidur, ia langsung merebahkan tubuhnya di ranjang, tidak membutuhkan waktu yang lama Luna langsung terlelap.
...****************...
tepat jam 10 malam Fahri tiba dikediaman orang tuanya. Setelah memarkirkan mobil di carport rumah, Fahri pun masuk kedalam, keadaan didalam rumah sudah sepi. Orang tua Fahri sudah masuk kedalam kamar.
Fahri langsung menaiki tangga menuju kamarnya yang ada di lantai 2. Fahri melemparkan tasnya ke atas ranjang lalu Fahri merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Fahri menatap langit langit kamarnya dan memikirkan cara untuk bertanggung jawab atas apa yang telah ia lakukan.
__ADS_1
bodoh,bego,tolol,bajingan, kenapa gue bisa kebablasan begitu, gue udah menodainya.
gue harus gimana sekarang?