
Waktu pun berlalu sudah beberapa hari ini Luna menghindar dari Fahri.tapi bukan Fahri namanya kalau menyerah begitu saja.
Saat ini Luna sedang berada di ruangan Fahri,
" Bagai mana kelanjutan proses barang yang masih Tertahan di Bea Cukai?"tanya
" Sudah selesai pak" dengan malas Luna menjawab
" Oke, bagus kalau begitu, saya mau kamu segera proses berkas berkas barang yang akan di kirim ke Korea"
" Sudah pak, sedikit lagi selesai". Fahri mengangguk kan kepalanya.
" Baik kalau begitu".
Luna pun berpamitan," Jika sudah tidak ada lagi saya permisi pak". Luna hendak berlalu pergi, tetapi di cegah oleh Fahri
" Tunggu dulu" dengan sedikit ragu Fahri berkata " Untuk masalah kemarin saya benar benar minta maaf".
Luna bergeming, ia masih engan menanggapinya, Luna masih diam di posisinya saat ini.
" Saya harap kamu tidak marah kepada saya".
" Maaf pak untuk masalah yang kemarin lupa kan saja" pinta Luna " Anggap saja tidak pernah terjadi apa apa". Luna pun berlalu pergi dari ruangan Fahri.
"Ck, kenapa dia ngebahas masalah itu lagi si, ga tau apa gue berusaha keras melupakan hal ini, itu kan ciuman pertama gue" dalam hati Luna. Sebelum kembali ke ruangannya luna berbelok ke arah pantry yang ada di lantai 4 paling pojok sebelah kiri dari ruangan Luna, untuk membuat kopi.
Tak berselang lama datang Maya ke dalam pantry," Hai, Lun lagi bikin apa?" tegurnya. sebenarnya di lantai 5 juga ada pantry tapi sedang direnovasi jadi untuk saat ini Maya membuat kopi di pantry bawah khusus karyawan.
Luna menoleh" Eh, mba Maya, nih bikin kopi! biar ga ngantuk" Luna terkekeh " Mba Maya mau bikin apa? tumben kesini"
Maya mengambil cangkir yang ada di rak penyimpanan" kopi, buat si bos" belum sempat Maya memasukan kopi kedalam gelas ,tiba tiba Maya sakit perut.
" Luna, tolong buat kan kopi si bos ya, perut saya sakit mau ke toilet sebentar"
" Hah, saya mba?"
__ADS_1
" Iya,tolong ya" Maya berlalu pergi dan menyerah gelasnya kepada luna. Dengan sedikit ragu akhirnya Luna membuat kopi dengan racikannya sendiri. Saat kopi baru selesai dibuat Maya pun kembali.
" Wah, harum banget lun bau nya, pasti enak" puji Maya
Luna tersipu malu" Masa si mba? kayanya biasa aja, sama kaya kopi kopi lainnya".
"Engga! beneran ini baunya harum, pasti bos suka". Maya mengambil kopi tersebut dan hendak keluar dari pantry " Makasih ya Lun" ucapnya
"Iya,sama sama mb" Luna mengambil kopinya sendri. Ia pun segera keluar dari pantry dan kembali ke ruangannya.
Luna memasuki ruangan, Luna segera duduk di posisinya dan mulai menyibukkan dirinya lagi dengan semua pekerjaannya.
Satu persatu teman se ruangan Luna berangsur pulang karena waktu sudah hampir jam 6 lewat, kini hanya menyisakan Luna dan mas Yudis cukup lama Yudis dan Luna masih berkutat dengan pekerjaan mereka. Kini sudah jam 7 lewat Yudis pun hendak pulang " Lun, kamu udah selesai belum? saya mau pulang" kata nya
" Belum mas, sedikit lagi" Luna masih mengecek berkas berkas
" Ya sudah, saya duluan ya"
" Iya mas"
"Malam" Fahri memberhentikan langkah nya " kamu pulang paling akhir?"
" Tidak pak, masih ada Luna di atas".
fahri dengan sedikit terkejut " Oh..masih ada orang di atas" ia masih diam di tempat, tak berselang lama Fahri memutar langkahnya hendak kembali ke atas.
Yudis yang bingung kenapa bosnya tidak jadi keluar pun bertanya" Ada apa pak? tidak jadi pulang?"
" Ada yang tertinggal di atas, saya mau ambil dulu" Fahri langsung menaiki lift, sedang kan Yudi melanjutkan langkahnya keluar dari kantor.
Fahri bukan menuju lantai 5 tempat ruangannya berada, tapi ia ke lantai 4 keruangan Luna, hanya alasan Fahri saja ada barang yang tertinggal padahal Fahri ingin menemui Luna.
Sampai di lantai 4 Fahri buru buru ke ruangan Luna. Fahri membuka pintu ruangan, dan benar saja Luna masih membereskan kertas file yang menumpuk.
Luna di kaget kan dengan adanya orang yang membuka pintu, "Pak Fahri"
__ADS_1
" Sudah selesai belum"
"Sudah pak"
"Ayo saya antar pulang"
"Tidak usah pak" Luna menolak
" Tidak ada penolakan"
"I-iya pak" Luna segera membereskan mejanya dan menenteng tasnya, kebiasaan benget si nih orang maksa mulu dalam hati Luna sambil berjala mendekati Fahri.
Mereka pun keluar ruangan bersama sama, ketika Luna ingin menaiki lift karyawan tangan Luna segera ditarik fahri untuk naik ke dalam lift khusus VVIP.
" Naik lift ini saja" pintanya
Luna pun masuk kedalam lift, hanya ada ke hening yang terjadi di dalam lift. Sampai di loby Luna keluar bersama Fahri menuju parkiran mobil.
" Duduk di depan" perintah Fahri.
Luna pun segera membuka pintu mobil dan duduk di sebelah Fahri yang hendak mengendarai mobilnya.
Fahri dan Luna sama sama terdiam di dalam perjalanan, baru sampai pertengahan jalan hp Fahri pun berbunyi ada sebuah pangilan telpon.
" Ya..halo mah" Fahri menjawab telpon
" Iya... nanti aku pulang" Kata Fahri kepada orang di balik telpon dan Fahri mengakhiri sambungan telponnya.
"Hhhmmm" Fahri memecah keheningan ", Lun, kita mampir ke apartemen saya dulu ya sebentar ada barang yang ingin saya ambil, saya mau kerumah orang tua saya. apartemen saya ga jauh dari sini" ucap Fahri.
"Tapi pak".
"Hanya sebentar, kalau saya antar kamu pulang dulu, kelamaan nanti saya putar baliknya jauh lagi".
Luna berfikir " Baik pa" lagian siapa suruh maksa mau nganterin gue pulang segala, jadi ribet kan. dalam hati Luna
__ADS_1
tak lama mobil yang di Kendarai Fahri sampai di apartemen.fahri mengajak Luna untuk naik ke unit apartemen nya, dengan ragu Luna mengikuti langkah Fahri. Kini mereka berada di dalam lift menuju unit apartemen fahri di lantai 15.