DI NIKAHI CEO

DI NIKAHI CEO
07


__ADS_3

Pagi ini Luna mengawali harinya dengan perasaan tak menentu, akan tetapi Luna harus tetap menjalani hidupnya. Luna berjalan memasuki kantornya dengan ke adaan tidak baik baik saja, ia takut bertemu dengan pria yang telah membuatnya merasakan nikmatnya dunia, dalam ke adaan yang salah.


Luna sudah berada di depan tabung besi yang akan membawanya menuju ruangan tempatnya bekerja. Tiba tiba ia di kaget kan dengan tepukan di bahunya " Ngelamun aja" sapanya Luna pun menoleh ke sumber suara tersebut.


" Eh....lu Ji !, kirain siapa" Luna menanggapinya dengan sedikit senyum di wajah, Aji yang sedikit bingung pun mengerutkan dahinya. Tak biasanya Luna bersikap seperti itu, Luna adalah gadis yang cukup periang, ramah dan sopan. Tapi tidak untuk hari ini, Luna cukup berbeda ia menjadi pendiam.


Di saat Aji akan menanyakan ke adaan nya yang sedikit berbeda, tiba tiba dentingan lift pun berbunyi, " ayo, masuk" ajak Luna. Tidak ada pembicaraan lagi antara ke duanya di dalam lift itu.


Luna bekerja dalam dia, teman satu ruangan dengannya pun heran dengan sikap Luna, yang tak bisa nya begini. Fitri dan Ratna saling melirik " kenapa?" tanpa suara Ratna menanyakan kepada Fitri. ia mengangkat bahunya.


...****************...


Berbeda dengan Luna yang menjadi pendiam,


Fahri malah menjadi tidak fokus pada pekerjaannya. terbukti pada rapat saat ini, ia tidak mendengarkan sama sekali para karyawan yang sedang menjelaskan laporannya." jadi untuk permintaan ekspor barang pada perusahaan kita meningkat sebanyak 30%" manager pemasaran menjabarkan laporannya, " ada yang mau di tanyakan lagi pak?" tanya nya.

__ADS_1


Bukannya menjawab Fahri malah diam membisu, " pak??" tanya lagi. " ah...iya..kenapa tadi?" dengan wajah panik Fahri menjawab.


" untuk permintaan ekspor barang pada perusahaan kita meningkat sebanyak 30%" ulangnya.


"oh..bagus, kalau begitu saya akhiri rapat ini".


Ia keluar ruangan begitu saja, sementara para peserta rapat di buat kebingungan dengan sikapnya. Pasalnya Fahri tak biasanya mengakhiri rapat secepat ini, biasanya rapat dengannya bisa memakan waktu sampai 2 jam bahkan lebih.


Kini Fahri sedang duduk di kursi kerjanya, dengan bersandar pada kepala kursi dan mengangkat kedua tangannya kebelakang untuk menopang kepalanya yang sedang menghadap langit langit ruangan, memikirkan apa yang telah di berbuat terhadap Luna.


Huff...Bram membuang nafas kasar," ayah ingin berbicara hal penting kepada kamu, ayah harap kamu bisa menerima ini"


" Ayah dan bunda akan menjodohkan km dengan anak teman ayah" Luna yang tadinya tertunduk langsung mengangkat kepalanya melihat ayah.


"apa yah?? di jodohkan? tanya nya memastikan.

__ADS_1


"iya, kami akan menjodohkan mu"


"Ayah sudah tua, ayah mau ada yang menjaga mu nanti" dengan berlinang air mata Luna mendengarkan ucapan ayah nya.


"Ayah harap kamu bisa menerima ini dengan ikhlas".


"Besok Minggu kita akan bertemu calon suamimu".


"tapi yah" Selak Luna


Bunda mengusap punggung Luna " kamu yang sabar ya, ini demi kebaikan kamu".


Luna diam membisu, kini pikirannya bercampur aduk. Ia bingung harus mengatakan apa kepada orang tuanya, di satu sisi ia mau mewujudkan permintaan ayah Bram, tidak mungkin kan seorang ayah akan menjerumuskan anak yang amat mereka sayangi? tapi di sisi lain Luna menyimpan aib yang besar, pikirannya mana mau ada laki laki yang menikahi wanti yang sudah tidak perawan lagi.


" aku minta waktu untuk memikirkan semua ini yah! ini terlalu cepat" Luna dengan muka sedih dan memohon ke pada orang tuanya, lalu ia berpamitan untuk ke kamarnya " Luna mau istirahat dulu".ia pun beranjak dari tempat duduknya.

__ADS_1


__ADS_2