DI NIKAHI CEO

DI NIKAHI CEO
ciuman pertama


__ADS_3

Luna berjalan dengan lesu menuju loby kantor.


"Lemes amat si mba nya, masih pagi juga semangat donk" fitri yang kebetulan bertemu Luna di depan loby kantor.


Luna hanya memberikan senyuman kepada Fitri.


Mereka berjalan beriringan menuju lift, banyak pegawai yang sedang antri untuk mengunakan lift untuk ke lantai masing masing.


Fahri pun datang dari arah loby menuju lift khusus petinggi perusahaan


sebelum masuk lift Fahri menengok ke arah Luna. Fitri yang sadar Fahri melihat ke arah nya langsung menyenggol bahu Luna.


Dengan kaget Luna bertanya " Apa?"


Fitri melirik ke arah Fahri, Luna yang mengerti kan lirikan Fitri mengikuti arah pandangnya.


Ternyata ada Fahri yang sedang memperhatikan Luna.


Luna dengan buru buru memberikan salam ke Fahri.


" Pagi pak" Luna tersenyum.


"Pagi" jawab Fahri, dan ia langsung memasuki lift yang sudah terbuka.


Tak lama lift yang ingin di naiki Luna dan fitri tiba, mereka menaiki lift bersama karyawan lainnya.setelah sampai di lantai 4 mereka menuju ruangannya untuk melakukan pekerjaan mereka masing masing. Luna memulai pekerjaan yang di kejar deadline. Tak terasa waktu cepat berlalu, jam makan siang pun telah tiba


Fitri menghampiri Luna " Ayo lun" ajaknya


" Kemana" dengan tampang bingung.


" Hmmm" Fitri berdecak " Makan siang lah, emang lu ga laper?"


Luna melongo melihat jam di komputernya " Hah, ya ampun udah siang ternyata".


" Ayo cepetan"


"Iya sebentar" Luna membereskan mejanya.


baru saja Luna melangkah telpon yang ada d mejanya berbunyi, Luna pun kembali ke mejanya dan mengangkat telpon.


" Halo, selamat siang dengan Luna ada yang bisa di bantu?" jawabnya


"Keruangan saya sekarang" kata orang tersebut di balik telpon.


" Baik" ucap Luna, ia langsung menghampiri Fitri


" Lu duluan aja, nanti gue nyusul"


" Emang lu mau kemana?"


" Gue di suruh ke ruangan pak Fahri".

__ADS_1


" Ga bisa nanti aja apa?"


Luna mengangkat bahunya " Tau"


" Trus gue makan sama siapa?"


" Sama gue" Aji menghampiri Fitri dari arah belakang.


" Astaghfirullah....ngagetin aja si" Fitri sambil mengusap dada.


" Iya..kaya setan aja" ucap Luna


" Setan si ganteng begini" Aji mengusung kan badannya


Fitri dan Luna memutar bola matanya malas


" Yaudah gue ke atas dulu" Luna ke luar dari ruangannya menuju lantai 5, tempat bosnya berada.


Fitri dan aji pun mengikuti langkah Luna keluar dari ruangan, mereka ingin makan di kafe dekat kantor.


Luna Tiba di lantai 5, ia menuju meja Maya sekertaris Fahri "Mba, bapak ada?" tanya Luna


Maya yang sedang membereskan file pun tergelak kaget " Ya...ampun ngagetin aja" ucapnya" Ada di dalem kamu sudah di tunggu dari tadi".


" Masa si mba?"


" Iya, cepetan sana" pintanya


"Tok tok tok" Luna mengetuk pintu, terdengar suara mempersilahkan masuk dari dalam, Luna pun membuka pintu dengan hati hati dan dia segera masuk kedalam.


Terlihat Fahri yang sedang duduk di sofa ruangannya dengan memainkan hpnya.


"Ada apa ya pak" tanya Luna.


Fahri menepuk bangku yang ia duduki " Sini kamu".


Luna berjalan menghampiri Fahri yang sedang duduk di sofa, terlihat banyak makan di atas meja.luna berdiri di samping sofa.


Fahri menoleh ke arah Luna" Duduk sini" Fahri menunjuk sofa di sebelahnya.


Dengan gugup Luna bertanya " Duduk di situ pak".


" Iya di sebelah saya"


" Tapi pak"


" Gada penolakan cepat duduk saya sudah lapar".


Dengan ragu ragu Luna duduk di sebelah Fahri, Luna masih terdiam dengan pikirannya.


" Ayo temani saya makan siang".

__ADS_1


" Saya pak?".


" Iya kamu, emang ada siapa lagi disini selain kamu dan saya?".


Fahri mulai membuka makanan yang ada di meja, dan ia mulai menyantap makanannya.


sementara Luna masih diam bergeming.


" Ayo di makan" perintah Fahri.


Pelan pelan Luna mulai membuka makanan yang telah tersedia, Luna makanan dengan gugup, siapa yang tidak gugup jika makan siang hanya berdua dengan bos yang nyebelin, mereka makan dengan hening.


Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menghabis kan makanan tersebut, maklum mereka sudah lapar.


Luna membereskan bekas tempat makanan. setelah selesai di beres Luna berpamitan kepada Fahri " Sudah selesai pak! saya pamit untuk melanjut kan pekerjaan saya karena waktu istirahat juga telah selesai." ucap Luna


Fahri yang masih duduk di sofa pun mengangguk kepalanya " Ya...silak kan, dan jagan lupa masalah bea cukai harus segara kamu selesaikan" perintahnya


" Baik pak" Luna menjawab. Giman si nih orang tadi baik banget, sekarang kumat dah nyebelin nya, dalam hati Luna.


Luna pun melangkah menuju pintu keluar ,Luna hendak membuka pintu, belum Sempat Luna membuka pintu Fahri mencegahnya.


" Tunggu Luna" Fahri menghampiri Luna.


Luna pun berbalik menghadap Fahri, dengan tiba tiba Fahri mengikis jarak di antar mereka, tangan Fahri terulur ke arah samping bibir Luna yang terdapat sisa makanan.


" Ada sisa makanan di bibir kamu" Fahri membersihkan sisa makanannya.


Dan tatapan keduanya saling bertemu, Fahri semakin mendekat kan dirinya, Luna mundur perlahan sampai menabrak pintu, Fahri semakin mendekat, ia menarik tengkuk leher Luna, perlahan dengan sangat lembut Fahri Fahri mulai mencumbu bibir Luna yang merah merona, ya ..mereka berciuman dengan sangat intim, Fahri mulai mengeksplor pergerakannya ia mencumbu dengan sangat pelan, sampai Luna terbawa suasana, Luna tidak membalas ciuman itu sangking bingungnya Luna diam saja.


Tak berselang lama Luna pun tersadar dengan apa yang sedang di lakukan Fahri, Luna mendorong tuh Fahri, jantung ke duanya berdegup dengan kencang.


Luna buru buru membalikan badannya dan membuka pintu.


Fahri mencegah tangan Luna yang hendak membuka pintu..


Luna menepis tangan Fahri dengan kasar " Lepasin" kata Luna dengan nada bicara ditekan.


" Maaf" kata fahri dengan tampang memohon.


Luna tidak menjawab ucapan Fahri dengan terburu buru Luna langsung membuka pintu ruangan Fahri dan menutupnya dengan kasar.


Beruntung maya masih belum kembali dari makan siang, jadi tidak ada yang mengetahui kejadian itu. Luna langsung menaiki lift untuk menuju ruangannya.


Sampai diruang ternyata sudah ada Fitri, Aji, Mas Yudis dan Eka mereka telah siap untuk melanjut kan pekerjaannya


" Dari mana aja lu? lama banget, gue tungguin juga di kafe". tanya Fitri


" Dari atas" jawab Luna


" Muka lu kusut amat kayanya, abis di marahin si bos lagi".

__ADS_1


" Engga" jawab luna, ia buru buru menyibukkan diri dengan pekerjaan nya, Luna takut Fitri banyak bertanya ,dan mengetahui perasaannya yang sedang gugup tidak karuan.


__ADS_2